Kota Langsa – Sepeda dan becak hias turut mewarnai kemeriahan Pawai Alegoris Pemerintah Kota Langsa dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026).
Pawai yang dilepas langsung oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., bersama Ketua DPRK Langsa, unsur Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreasi dari peserta berbagai jenjang pendidikan di Kota Langsa.
Sepanjang rute pawai, Wali Kota Langsa tampak menyambut dan menyapa para peserta, bahkan menyempatkan diri berfoto bersama. Di tengah beragam kreasi yang ditampilkan, sebuah sepeda hias dari SD Negeri 2 Meurandeh tampil mencuri perhatian. Mengusung konsep gaya Petugas Pos dengan tema “OTW Jadup Tahap III dari Wali Kota Langsa Ganteng”, karya tersebut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Wali Kota Langsa bahkan tampak tersenyum saat mencermati satu per satu tulisan yang dipajang pada sepeda hias tersebut. Setiap tulisan seolah merangkai sebuah cerita tentang perjalanan program Wali Kota Langsa seperti Nikah Gratis, Seragam Gratis hingga realisasi penyaluran bantuan jadup kepada masyarakat.
Kreativitas sederhana yang lahir dari tangan para guru dan siswa itu akhirnya berbuah prestasi. SD Negeri 2 Meurandeh berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori Sepeda Hias SD, dengan nilai 266, dalam Pawai Alegoris HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Langsa.
Bagi keluarga besar SD Negeri 2 Meurandeh, penghargaan tersebut bukan sekadar piala. Di balik sebuah sepeda hias, ada kerja sama, waktu, tenaga, kreativitas, serta dukungan orang tua yang dipersembahkan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
Kepala SD Negeri 2 Meurandeh, Sri Maida Sari, S.Pd.I, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Langsa, Kadisdikbud, dewan juri dan panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada sekolahnya untuk berpartisipasi.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Langsa, Kadisdikbud, dewan juri dan panitia. Terima kasih juga kepada para guru, siswa dan tentunya para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh dalam mempersiapkan kegiatan ini,” ujar Sri Maida.
Ia mengatakan, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SD Negeri 2 Meurandeh. Meski belum menjadi juara utama, hasil yang diraih justru menjadi penyemangat untuk terus berbuat dan berkarya lebih baik.
“Meski bukan juara utama, ini merupakan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan. Tentunya ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat lebih baik dan meningkatkan kreativitas pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Menurutnya, yang paling berharga dari kegiatan tersebut bukan hanya hasil akhir, tetapi pengalaman dan kebersamaan yang terbangun selama proses persiapan. Guru, siswa, dan orang tua bersama-sama menuangkan ide, bekerja, dan menghadirkan sebuah karya yang akhirnya mendapat apresiasi.
Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh di lingkungan sekolah, sehingga setiap kegiatan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berkreasi, bekerja sama, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan tanah air.
Dari sebuah sepeda sederhana, lahir sebuah cerita tentang kreativitas, kebersamaan, dan penghargaan. Sebuah karya kecil yang membawa kebanggaan besar bagi SD Negeri 2 Meurandeh dalam merayakan kemerdekaan.

