SamudraNews.com-Binjai-Sumut, Tensi politik pemilihan calon walikota dan wakil walikota Binjai kian hangat. Intervensi dan tekanan kepada para ASN sarta pejabat di lingkungan Kelurahan terus meningkat, bahkan secara terang terangan agar memilih salah satu pasangan calon tertentu.

Tidak mau hak pilihnya di kebiri 10 orang kepala lingkungan di Kelurahan Tunggurono Binjai Timur. menyatakan mengundurkan diri.

Bahkan 2 orang kepling di wilayah Binjai Selatan diberhentikan. Karena menolak arahan dan intervensi dari oknum aparatur pemerintahan Kota Binjai, untuk memobilisasi massa pemilih ke pasangan calon dengan no urut tertentu.

Pemunduran diri 10 kepling di Binjai Timur ini menyedot perhatian waraga net kususnya di kota Binjai, bahkan di posting di  FB di banjiri komentar beragam dari masyarakat kota Binjai.

Seperti komentar dari pemilik akun @Sumpeno, yang mengatakan " nah..yang ini baru namanya kepling cerdas " tulisnya.

Di sabut oleh pemilik akun Facebook @M.Taimiah Nasution, juga ikut berkomentar " insha allah kepling yang lain melakukan hal yang sama...karena zaman sekarang ini integritas mahal harganya, salut buat pak kepling " tulisnya.

Pada saat awak media ini mencoba konfirmasi  Cmat Binjai Timur  Herdiansyah Putra Pohan pada hari Jumat (16/10) namun yang bersangkutan tidak berada di kantor nya yang terletak di jalan Bejomuna Timbang Langkat. 

Yang ada hanya sekretaris Camat Binjai Timur, Dailami dan dia mengatakan bahwa "pak camat sedang keluar'.

Terkait dengan adanya kabar tentang 10 kepling yang mengundurkan diri,saya tidak tau pasti, kata nya irit.

"Intervensi dan tekanan yang di paksakan memilih salah satu Paslaon walkot Binjai ini membuat kami para kepling sulit bekerja,  dimana netralitas aparatur pemerintah itu di tempatkan, kami merasa tertekan dan hal ini tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan konflik di masyarakat, ujar seorang kepala lingkungan di Binjai Timur, yang minta namanya tidak dituliskan demi kenyamanan.

Senada dengan itu, Muslim (37) yang merupakan ketua Karang Taruna kelurahan Tanah Tinggi Binjai Timur, juga turut mengundurkan diri dari karang taruna.

"Kita ini kan Negara demokrasi,siapa pun calon pemimpinnya harus kita dukung, tapi kalo masalah memilih, itu masalah hati nurani.

Untuk mendapat suara terbanyak sosialisasi yang baik ketengah masyarakat. Biar masyarakat yang menilai siapa pemimpin yang layak dipilih.

Jangan hanya memaksa, harus dukung si polan, harus menangkan si polin. Itu gak sesuai dengan hati nurani kami. Dari pada menimbulkan beban mental dan konflik dengan kawan kawan, lebih baik saya mengundurkan diri dari ketua Karang Taruna Tanah Tinggi, tandasnya. 



Batik Sesuai Desain Anda
Loading...

Post A Comment: