Mahasiswa Unsyiah Lakukan Aksi Tutup Mulut


Banda Aceh | Samudra News Puluhan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melakukan aksi tutup mulut sebagai wujud mendukung upaya penyelamatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Simpang Galon, Darussalam Banda Aceh, Selasa (9/10) malam.
Aksi sekitar 20-an mahasiswa ini untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kasus yang terjadi antara KPK dan Polri. Mereka berdiri di atas tembok Universitas Syiah Kuala dengan mulut tertutup isolasi hitam sambil memegang spanduk bertuliskan "Save KPK!! Halalkan Darah Koruptor". Para mahasiswa juga menyajikan teatrikal, pembacaan puisi untuk KPK dan orasi penutupan mulut sebagai aksi diam (pembungkaman KPK).

"Di sini kita bukan sembarang melakukan aksi, tapi kita punya tuntutan yang jelas. Kita tidak mau terjebak di konflik antara KPK dan Polri. Kita melihat KPK sebagai satu institusi untuk mengungkap kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia," ujar Ryan Juliansyah, koordinator lapangan (Korlap).

Kalau fungsi KPK dilemahkan sama saja merupakan suatu kebodohan. Ada KPK saja korupsi masih berlangsung, coba bayangkan jika KPK tidak ada, siapa yang akan melakukan pengawasan," ujarnya.

Mereka menolak jika fungsi KPK dilemahkan, dan puisi tersebut berisikan kekecewaan mereka terhadap jalannya pemerintahan saat ini. Di akhir aksinya, mereka turun ke jalan, melepaskan pakaian masing-masing dan membakar ban di tengah jalan sebagai simbol pemberontakan mahasiswa terhadap ketidakadilan yang dialami KPK. 

Para mahasisawa juga memberikan peringatan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh bahwa RAPBA 2013 senilai Rp9,1 triliun rawan korupsi serta mendesak agar dilakukan pengusutan atas kasus korupsi yang sudah merugikan Aceh senilai Rp669,8 miliar.[]