Aksi bakar baju almamater oleh puluhan mahasiswa angkatan 2006-2007 itu sebagai bentuk protes atas program studi/jurusan yang mereka tidak terakreditasi, tidak sesuai UU Nomor 20 tahun 2005 tentang sistim pendidikan nasional dan PP nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan
Farid ketua orasi kepada wartawan menyatakan. “Kami merasa adanya permainan. Sebab menjelang kenaikan semester III kami tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa, Lhokseumawe, bukan lagi mahasiswa Unimus, itu yang membuat kekesalan”. Kesalnya
Dirinya menjelaskan, berubahnya status mahasiswa dapat dilihat dari berubahnya nomor induk mahasiswa (Nim) Al Muslim menjadi Nim STIMIK Bina Bangsa. Yang mahasiswa sesalkan, di Kampus STIMIK prodi S1 Teknik Informatika tidak terakreditasi, sehingga mereka khawatir izajahnya tidak diakui.
“Kami memiliki dua nomor induk mahasiswa, yang lama di Unimus dan yang baru di STIMIK. Kami heran merasa ditipu, saat masuk keperguruan tinggi saya mendaftar di UNIMUS, tau-tau semester tiga kami menjadi mahasiswa STIMIK, akreditasi dan izin operasionalpun tidak jelas” Katanya dengan kekecewaan
Marwan Hamid Wakil Rektor I Universitas Al Muslim Matang Glumpang Dua yang di konfirmasi acehshimbun.com via ponselnya Kamis malam 11 Oktober 2012 mengakui STIMIK Bina bangsa Lhokseumawe belum terakreditasi dan masih dalam proses pengurusan kepada dirjen Dikti di Jakarta, “Ya. Memang itu benar, akreditasinya belum turun dan sekarang masih dalam proses pengurusan”. Ungkapnya.
“Yang penting izin penyelenggara ada. Pihak kami sedang menunggu Badan Akreditasi Nasional turun ke STIMIK untuk melakukan penilaian”. Paparnya.
