samudranews.com- Subulussalam-Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam melaksanakan Rakor (rapat koordinasi) dengan para Abu-abu pimpinan pesantren /Dayah di Pesantren Al Mansuriyah Desa Lae Bersih Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam pada hari Kamis (1/11/ 2018) selama 1 hari penuh.

Acara tersebut di hadiri oleh Wakil Walikota Subulussalam Drs Salmaza, M.AP, Ketua Komisi D DPRK Haris Muda Bancin, Kabid Pendidikan Dayah dan Kasi Pendis Kemenag dan Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Dayah (FKPD) Kota Subulussalam Ust. H. Mansur, S.PdI serta 17 orang Pimpinan Pesantren /Dayah se Kota Subulussalam

Dalam press rilis yang di terima nedia ini Kamis malam Jaminuddin B sebagai Ketua MPD Kota Subulussalam menyampaikan bahwa, pesantren saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah ,pasalnya pesantren hari membutuhkan guru guru kontrak untuk untuk mengajar,ujarnya.

"Saat ini para guru yang mengajar di sekolah negeri gurunya sudah banyak yang PNS, tetapi kenapa di pesantren semua guru-gurunya masih semua swasta , untuk itu perlu adanya perubahan dan support dari pemerintah untuk guru guru swasta yang mengajar di pesantren, juga perlu adanya pusat kesehatan pesantren di karenakan jumlah santri /santriwati yang menginap di pesantren lebih dari 100 orang".

Lantas untuk menjamin kesehatan para guru-guru dan juga santri maka perlu pimpinan pesantren magang ke pesantren yang terbaik di Indonesia.

Sementara itu Ketua komisi D DPRK Subulussalam Haris Muda Bancin juga mendukung penuh terhadap usulan ketua MPD, karena ini sangat penting dan diharapkan kepada Wakil Walikota Drs Salmaza, M.AP yang merupakan Wakil Definitif juga terpilih sebagai Wakil Walikota Subulussalam 5 tahun mendatang perlu mempertimbangkan usulan tersebut karena itu cukup mulia,tandasnya.

Drs. Salmaza, M.AP selaku Wakil Walikota Subulussalam juga mendukung sepenuhnya karna apa yang diusulkan oleh ketua MPD merupakan usulan yang mulia dan ini wajib di dukung oleh semua pihak .

"Apa yang di usulkan MPD Subulussalam sangat layak kita dukung bahkan bukan pimpinan pesantren saja tapi juga seluruh rakyat Kota Subulussalam dan bila perlu akan kita perjuangkan para tamatan pesantren yang terbaik akan kita carikan program Beasiswa untuk S1 dan jika sudah selesai kembali mengabdikan diri di pesantren dimana awal dia di tempa dan sekarang dia harus menempa adek-adiknya di pesantren tersebut".

Salmaza juga menyampaikan, seiring banyaknya bantuan pemerintah kepada pesantren untuk itu pesantren diharapkan harus berlomba-lomba mengejar kualitas baik terhadap Imtek maupun Imtaq santri dan santriwatinya sehingga masyarakat berduyun-duyun memasukkan anaknya ke pesantren.

Bahkan kita mengharap hari santri tahun depan agar lebih semarak dan para santri dari berbagai pesantren mdapat menampilkan kebolehan yang lebih meriah lagi yang dapat di tanpilka di hadapan masyarakat Kota Subulussalam,harapnya.ö

Sementara itu dalam Rakor tersebut yang telah disepakati bersama sebagai berikut :

1. Pengadaan guru kontrak bagi pesantren
2. Program Beasiswa bagi alumni pesantren yang terbaik untuk S1
3. Program Magang bagi pimpinan pesantren secara bergilir
4. Melaksanakan lomba bersih dan manajemen terbaik pesantren
5. Program gebyar pekan hari santri
6. Penempatan tim medis yang menetap 24 jam di pesantren
7. Penyemprotan asap nyamuk ke pesantren
8. Pelatihan Life Skill bagi santri
9. Pembangunan asrama santri dan santriwati serta MCK
10. Pembinaan secara kontinyu dari Kemenag
11. Rakor pada setiap tahun oleh MPD 12. Memfasilitasi pembentukan komite pesantren oleh MPD
13. Memfasilitasi pembuatan SOP pesantren oleh MPD
14. Serta menyalurkan bantuan fisabilillah bagi santri miskin dari Baitul Mal Kota Subulussalam.

Rekomendasi ini nantinya akan diserahkan kepada Walikota dan Wakil Walikota serta DPRK Subulussalam untuk bisa dipertimbangkan memasukkan program tersebut kepada Dinas yang membidangi pada anggaran tahun 2019.

| SN-Red

Kirim Komentar Anda: