![]() |
| sauasana haru pada saat jenajah korban akan di evakuaai ke RSUD Langsa. |
SamudraNews com- Aceh Timur- Barak milik perusahaan, Afdeling IV Desa Sri Mulya, Kecamatan Penaron, Kabupaten Aceh Timur. PT.Mapoli Raya mendadak geger setelah mengetahui MI (25) meregang nyawa bersimbah darah dengan usus terburai di rumahnya, Minggu (16/12) sekira pukul 00 30 wib dini hari.
Kepada media ini Kapolred Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kapolsek Serbajdi (Pinaron) AKP Ahmad Yani menjelaska tentang kronologis pembunuha tersebut.
"Pada hari minggu tanggal 16 Desember 2018 sekira pukul 00.00 wib Sdra Belga Purba (Saksi I) pulang dari barak kantor PT. Mapoli Raya menuju ke rumahnya,
Sesampainya di rumah Saksi I melihat Veri (nama panggilan), 27 tahun, warga Medan, Sumatera Utara sedang bermain hanphone bersama korban atas nama Murdani alias Kausar (25) karyawan swasta PT.Mapoli Raya yang merupakan warga Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, selama ini korban dan pelaku tinggal dalam satu rumah tersebut.
Sesampainya di rumah Saksi I melihat Veri (nama panggilan), 27 tahun, warga Medan, Sumatera Utara sedang bermain hanphone bersama korban atas nama Murdani alias Kausar (25) karyawan swasta PT.Mapoli Raya yang merupakan warga Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, selama ini korban dan pelaku tinggal dalam satu rumah tersebut.
Sambung Kapolsek,
Sekira pukul 01.00 WIB dini hari saksi mendengar suara sepeda motor yang keluar dari dalam rumah tersebut lantas
Saksi keluar dari dalam rumahnya untuk melihat siapa pengendara sepeda motor yang keluar dari rumah tadi.ternyata yang kelur Veri mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat milik korban pergi menuju ke arah Afdeling I.
Melihat hal tersebut, saksi memanggil Kamaruddin Purba alias Ucok, (22)warga Gampong Sri Mulia, Kecamatan Peunaron, Kabupaten AcehbTimur (Saksi II) yang sedang melakukan penjagaan di gudang dan dikatakan bahwa ada yang keluar dari dalam rumah korban dengan menggunakan sepeda motor jenis honda Beat warna merah putih.
Kemudian Saksi I bersama dengan Saksi II melihat ke dalam rumah korban dengan cara mengintip dari lubang dinding rumah tersebut ,alangkah terkejutnya setelah terlihat di depan pintu kamar darah berserak di lantai.
Setelah menerima laporan tersebut
Kami berkioordinasi dengan Satrsekrim Polres Aceh Timur.
Selanjutnya KBO Satreskrim Polres Aceh Timur, IPTU Darli S.H bersama anggota identifikasi menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP sekaligus mencari keterangan saksi, imbuh Kapoksek.
Usai dilakukan olah TKP jenazah korban dibawa ke Runah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa guna keperluan visum.
Sedangkan dari hasil olah TKP ditemukan sebilah parang yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menganiaya korban.
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Aceh Timur untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motif penganiayaan terhadap korban sampai meninggal dunia.tutup Kapolsek.
Kami berkioordinasi dengan Satrsekrim Polres Aceh Timur.
Selanjutnya KBO Satreskrim Polres Aceh Timur, IPTU Darli S.H bersama anggota identifikasi menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP sekaligus mencari keterangan saksi, imbuh Kapoksek.
Usai dilakukan olah TKP jenazah korban dibawa ke Runah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa guna keperluan visum.
Sedangkan dari hasil olah TKP ditemukan sebilah parang yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menganiaya korban.
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Aceh Timur untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motif penganiayaan terhadap korban sampai meninggal dunia.tutup Kapolsek.
| Roby Sinaga
