Cut Ariani Spd.M.pd

SamudraNews.com- Langsa -Sebagai seorang kepala sekoloh seharusnya dapat menjadi contoh kepada Para siswa dan guru guru pengajar.Namun Berbeda dengan Kepala Sekolah SMAN 3 Langsa di kabar kan  kerap Arogan pada guru pengajar.

Hanya karena siswa /siswi keluar lebih awal 5 menit dari jam yang di jadualkan ,lantas Drs Suhafrinal M.Pd selaku Kepala Sekolah Memarahi guru pengajar di depan siswa /siswi dengan tengsi yang tinggi ;itu terjadi pada hari Sabtu (19/1)  ujar Guru pengajar kelas II IPA 5 SMAN 3 Langsa Cut Ari Ani ,Spd, M.pd, pada media ini Jumat (8/2).

Sambung Cut , Jika saya salah tidak masalah di marahi oleh pimpinan selaku atasan asalkan menegur itu di ruangan Kepala Sekolah jangan di depan anak anak,katanya .

Menurut Cut , Perustiwa itu terjadi pada saat dirinya sedang menerangkan pada anak anak di jam terahir ,tiba tiba pada jam 13.40 wib  ada yang mendengar bell berbunyi ,bahkan ada yang melihat anak anak di kelas lein uda ada yang keluar ,lantas anak anak di lokal  IPA5 kelur dari lokal ,tiba tiba Kepala Sekolah sudah berdiri di depan laokal dan memaki saya di depan anak anak dengan kata kata " Buk Cut Tanggung Jawab ,Ruangan ini akan saya tutup ,Besok anak anak  jangan masuk ruangan ini dan buk Cut saya keluarkan dari SMA ini , urai Cut nenirukan apa kata Kepsek.

Mendengar kata yang keras di lontarkan oleh Kepala Sekolah membuat anak anak ketakutan.
Halini seharusnya tidak terjadi jika Kepala Sekolah bisa lebih arif dan santun dalam menegur bawahannya  

Selanjutnya Setelah keluar jam sekolah pada saat berada di ruang guru ;Kepsek kembali memarahi saya di depan guru guru yang lain,dengan kata kata tidak menyenangkan.

Bahkan dengan nada yang tinggi sembari menunjuk nunjuk saya dia mengatakan " Buk Cut tidak bisa jadi guru" dan kalimat itu berulang kali di ucapkan kepala sekolah di depan guru ,tambahnya.

Merasa tudak terima sudah di rendahkan marwahnya di depan anak anak dan guru keesokan haribya Cut melapokan secara lisan  kejadian tersebut kepada Asusten II Pemko Langasa ,Sekda Kota Langsa ,Pusat Penjaminan Mutu Guru (PPMG) dan ke Badan Kepegawayan Aceh (BKA).

Lantas di tempat yang sama Nova Fahlevi selaku suami dari Cut Ariani mengatakan akan Melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum jika tidak bisa di selesaikan di Dinas Pendidikan.

"Karena apa yang telah di lakukan oleh Kepala sekolah terhadap istri saya , apa lagi di depan anak anak dan guru itu tidak mencerminkan sikap sebagai seorang pemimpin karena telah menjatuhkan marwah sebagai seorang guru " tutup Novo

Selanjutnya media ini menghubungi Drs Suhafrinal M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 3 Langsa via Henpond nya dan di ujung telpon dirinya membantah telah berlaku kasar kepada bawahanya 

"Itu tidak benar ,selaku pimpinan saya lebih tau bagai mana karakter bawahan saya"katanya .

Seharusnya sebagai guru bukan menyuruh anak anak didiknya kelura kebih awal dan pada saat itu guru tersebut telah meninggalkan lokal ,lantas pada saat saya marahi siswa/siswi guru tersebut masuk lagi kedalam lokol, itulah yang terjadi sebenarnya,katanya.

Jika di bilang saya marahi guru di depan suswa siswi itu benar ,namun semua itu dilakukan karna ada alasannya,imbuhnya.

Supaya jelas kata kepsek, sebelum nya buk Cut ada selisih paham dengan sesama guru ,tetapi dia buakan melapirkan kepada saya selaku atasannya melainkan melaporkan kepada suaminya,tutupnya.

| Rgs

Kirim Komentar Anda: