![]() |
| Foto:Jalan poros Kecamatan Rupat Utara |
SamudraNews.com-Bengkalis- Riau, Sudah 74 tahun Indonesia Merdeka, namun sepertinya kemerdekaan itu belum di rasakan oleh warga Desa
Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis-Riau. Pasalnya jalan Bathin ngok tidak layak dilalui oleh masyarakat dikarnakan kondisinya seperti sawah yang tinggal menunggu di tanam padi.
Kepada awak media ini M Aritonang selaku pemerhati control sosial,Jumat (25/10) mengatakan bahwa, Jalan Bathin ngok menuju Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis sudah bertahun tahun rusak parah.
Apalagi di musim penghulan jalan semakin sulit dilintasi. Semua lubang di jalan tergenangi air bahkan sudah banyak masyarakat mengalami kecelakaan di jalan yang berlumpur ini.
Pada intinya Masyarakat hanya bisa berharap pemerintah tak diam melihat kondisi jalan bak kubangan Kerbau seperti ini,ujarnya.
Halsenada di spaikan warga setempat suku akit, pihaknya sudah berulangkali mengajukan rencana perbaikan jalan tersebut pada saat musrembang Desa dan Kecamatan hingga Kabupaten. Namun, tak pernah diakomodir hingga saat ini.
Yang lebih menyedihkan lagi Jalan sepanjang 3 Km ini merupakan jalan poros yang menghubungkan
jalan Desa Hutan Ayu dan Desa Suka Damai, dengan kondisi jalan seprti ini anak Sekolah kesulitan melalui nya, sehingga kami saat ini bisa di katakan belum merasakan apa itu KEMERDEKAAN.
Sayangnya, pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten Bengkalis terkesan menutup matan dengan kadisi jalan seperti ini, uajar warga.
Yang lebih miris lagi ketika melihat anak SD ini harus berjibaku dengan lumpur agar bisa sekolah. Seharusnya ini tidak terjadi apa bila pemerintah peka akan kesulitan rakyatnya.
Dengan polos bocah SD ini mengatakan, seandai nya jalan nya bagus tidak seperti sawah kami bisa naik sepeda ke sekolah, sehingga sepatu, baju dan tas kami tidak kotor karena lumpur, katanya.
Kondisi ini jelas tak hanya menyulitkan Anak Sekolah Pergi menuntut ilmu, bahkan mengancam keselamatan warga yang melintas menggunakan kendaraan roda dua.
Disisi lain, dengan kondisi jalan rusak parah seperti ini warga juga sangat di rugikan karena hasil panen tidak bisa di jual ke luar daerah, padahal jika hasil panen bisa terjual tentunya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.
Menurut masayrakat desa Titi Akar, jalan tersebut merupakan lintas Kecamatan, sehingga tidak mungkin menggunakan sumber dana desa untuk membangunnya.
"Jadi kita memang berharap pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis untuk secepatnya dapat membangun jalan ini, karena rakyat di Pulau Rupat ini bagian dari NKRI, harapnya.
| Koto

