Ratusan Rumah Di Aceh Singkil Terendam Banjir

Foto net

SamudraNews.com- Aceh Singkil, Serasilah nya curah hujan selama sepekan terahir menyebabkan Ratusan jiwa di Aceh Singkil menjadi korban banjir, Kamis (24/10)

Informasi yang dihimpun media ini dari Rosiana Kusuma Wardani dan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Singkil, banjir saat ini menerjang di tiga Kecamatan bahkan di Aceh Singkil telah merendam lebih dari 100 perumahan warga, dan fasilitas umum lainnya.

"Sesuai data yang kita terima saat ini ada 172 kepala keluarga dan berkisar 587 jiwa menjadi korban banjir terparah saat ini.

Berdasarkan pendataan BPBD, korban terdampak banjir di Kecamatan Gunung Meriah yang terdiri dari enam desa.

Sedangkan di Kecamatan Singkil Utara, banjir melanda Desa Ketapang Indah di malam hari sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa 22 Oktober 2019. Ketinggian air itu mencapai hampir setengah meter.

Banjir juga sempat membuat jalan penghubung Desa Butar ke Lae Tinanggam, Kecamatan Kutabaharu, tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat. Pasalnya air sudah terlalu tinggi sehingga membahayakan kendaraan yang hendak melintas.

Menurut Rosiana berdasarkan pendataan BPBD, korban terdampak banjir di Kecamatan Gunung Meriah yang terdiri dari enam desa, yakni Desa Sidorejo 91 KK 272 jiwa, Desa Gunung Lagan 22 KK 101 Jiwa, Desa Tanah Bara 7 KK, Desa Cingkam 8 KK 23 jiwa, Desa Penjahitan 8 KK 22 Jiwa, dan Desa Blok 31 1 KK 5 jiwa. Total Keseluruhannya berjumlah 137 KK 423 jiwa.

Sedangkan korban terdampak di Kecamatan Singkil Utara, hanya satu desa, yakni Desa Ketapang indah. Korban yang terdampak banjir mencapai 35 KK dengan 164 jiwa.

"Saat ini banjir masih merendam sejumlah pemukiman warga, namun tidak ada korban yang terdampak banjir untuk mengungsi," tuturnya.

Sementara upaya yang dilakukan BPBD melakukan pemantauan koordinasi dan terus mendata korban terdampak risiko bencana.

BPBD mengimbau saat ini mulai masuk fase musim hujan. Masyarakat diharapkan membersihkan parit-parit di sekitar rumah agar air bisa mengalir lancar dan tidak meluap ke pekarangan maupun jalan. Masyarakat juga di himbau agar tetap waspada akan terjadinya banjir susulan, tandasnya.

| Krm/ ris