SamudraNews.com-Serdang Bedagai-Sumut, Diduga pembangunan Plat Beton di dusun 1 (satu) desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di kerjakan asal jadi, pasal nya saat ini Plat Beton tersebut sudah jebol karena di lalui mobil
Ketua SPSI desa Kota Galuh
Junaidi Siahaan mengatakan pada media ini Sabtu (2/11) mengatakan, ini sebuah penomena yang sangat aneh, Plat Beton yang di bangun menggunakan dana desa (DD) 2018 atau baru 1 tahun sudah runtuh (jebol) bersamaan dengan runtuh nya kekuasan Kades Kota Galuh.
Jika kita melihat langsung dari kontruksi besinya, kuat dugaan jarak besi tidak sesui dengan ketentuan. Kalok semua kegiatan yang di bangun hanya bertahan satu tahun maka selaku masyarakat kita wajib mencurigai apakah adukan matrial nya sesuai RAB atau tidak.
Oleh karenanya dalam halini kami selaku masyarakat Kota Galuh sangat berharap kepada pihak penegak hukum yang terkait di bidang nya untuk meninjau jebol nya Plat Beton di dusun satu Kota Galuh ini, karena kuat dugaan semua pekerjaan pembangunan di desa ini kualitasnya sama dengan Plat Beton ini, katanya
Melihat jebolnya Plat Beton di Dusun satu tersebut turut menui protes dari Ketua Koti Pemuda Pabcasila Serdang Bedagai M.Fadli Tarigan kata dia, kita sangat mencurigai ada nya permainan oknum oknum yang mengerjakan bangunan tersebut.
"Semua orang pun tau jika jalan di dusun satu ini kerap dilalui kendaraan roda empat atau lebih.
Melihat Plat Beton yang baru setahun di bangun tapi sudah jebol, cuman ada dua kemungkinan penyebabnya, pertama PPK tidak mengerjakan sesuai RAB, kedua Perencanaannya yang amburadul.
Oleh karena kami juga mendesak pihak Inspektorat Serdang Bedagai dapat turun langsung mengkroscek apa penyebabnya Plat Beton ini bisa Jebol, apa lagi masa jabatan kepala desa Kota Galuh sudah berahir, jangan Samapi jabatannya berahir sehingga permasalahan yang ada seperti pertanggujawaban jebol nya Plat Beton ini ikut berahir juga.
Karena membangun Plat Beton tersebut menggunakan uang negara , yang di peruntukkan kepada masyarakat dan bukan untuk memperkaya diri sendiri, sehingga segala sesuatunya perlu di pertanggung jawabkan, tutupnya pria berdarah Karo itu.
| TIM

