Loading...

Foto: Ketua RSPO Indonesia, Guntur Prabowo memberi sambutan.


Samudranews.com-Subulussalam, Aceh: Kerjasama Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam dengan Roundtable On Sustainable Palm Oil (RSPO) /ISPO gelar workshop di Hotel Hermes One Subulussalam, Senin (13/1/2020).

Ketua Apkasindo Subulussalam, Subangun Berutu melaporkan, workshop diikuti unsur petani di sana membahas penyelesaian legalitas lahan sawit, tata niaga, harga Tandan Buah Segar (TBS), peningkatakan kapasitas petani dan komitmen petani kelapa sawit Indonesia dalam mendukung sawit berkelanjutan dan berkeadilan. Disebutkan, luas areal kelapa sawit di Kota Subulussalam mencapai 60 Ha dan Aceh sekira 535 Ha.

Menurut Subangun, workshop juga bagian dari konsolidasi pemangku kebijakan pemerintah daerah dan petani dalam mengembangkan sawit di masa mendatang.
Ketua RSPO Indonesia, Guntur Prabowo dalam sambutannya mengatakan, melalui workshop petani sawit diharapkan akan taat legalitas, faktor lingkungan dan lainnya. 

Buka workshop, Wali Kota, H. Affan Alfian Bintang, SE berharap, petani akan lebih mengerti dan faham menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan. Ditegaskan, dirinya tidak ingin aset hilang hanya karena persoalan legalitas. 

"Jangan karena persoalan tanah atau lahan muncul gejolak," tegas Bintang akui pemetaan lahan penting demi perbaikan lahan rakyat dan persoalan pemetaan hingga legalitas lahan perlu dituntaskan. 

| Khairul

Post A Comment: