Loading...

Foto: Juliamin Banurea (paling depan), Ketua Yayasan Muallaf Center Kota Subulussalam

Samudranews.com-Subulussalam, Aceh, Ada perkampungan khusus muallaf diyakini lebih memudahkan dilakukan pembinaan. Karenanya, Pemko Subulussalam diharapkan bisa menjadi penyedia kampung para muallaf di Kota Subulussalam. Dengan begitu, selain terpusat, pembinaan secara rutin bisa terus dilakukan.

Demikian Ketua Rumah Muallaf Center (RMC) Kota Subulussalam, Juliamin kepada media ini, Selasa (14/1) menyusul diresmikan RMC di Desa Suka Makmur, Kec. Simpang Kiri, Subulussalam, Wakil Wali Kota, Drs. Salmaza, MAP,  Senin (13/1).

Soal tanah lokasi RMC, diakui Juliamin berstatus yayasan yang dihibahkan Joka atau Abdul Hamid Padang, mantan Kepala Desa Suka Makmur.

Dikatakan, pembinaan yang dilakukan setiap hari Minggu pagi dengan total muallaf 120-an orang di sana masih menghadapi sejumlah kendala. Padahal yayasan disebutkan telah berdiri sejak 2017. Salah satu kendalanya, tempat para muallaf berjauhan. "Kami berharap, pemerintah bisa menyediakan perkampungan khusus untuk muallaf," tandas Juliamin.

Soal pembinaan yang dilakukan bersama jajaran pengurus dan pembina yayasan, Syahyuril selama ini diakui bersifat sukarela. 

Juliamin pun mengapresiasi peran aktif Abdul Hamid Padang terkait pemberdayaan ekonomi muallaf melalui kegiatan usaha tani atau bercocok tanam di areal luas sekira 3 Hektar, bersifat pinjaman.

Sementara aistem pembinaan muallaf, bervariasi antara satu hingga lima tahun. Para muallaf yang sudah menetap di sana secara umum berasal dari luar daerah, seperti Nias, Pakpak Bharat dan Dairi.

Satu hal tak kalah penting, tegaskan Juliamin, dibutuhkan para donatur sehingga keberadaan yayasan ini tidak terhenti. "Kami mengapresiasi Pak Salmaza, Wakil Wali Kota Subulussalam yang saat meresmikan Rumah Muallaf Center berjanji memberi bantuan satu juta setiap bulan untuk yayasan ini selama dirinya menjabat wakil wali kota," tegas Juliamin berharap langkah ini diikuti para dermawan lain. 


|Khairul


Post A Comment: