Wacana Pagelaran POBSI Di Cafe Latte One, Menuai Komentar Pro Dan Kontra Dari Netizen



SamudraNews.com-Langsa-Aceh,  Wacana akan di gelarnya Pekan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI) di Cafe Latte One Kota Langsa pada 27 Februari 2020 mendatang mendapat pandangan negatif dari sejumlah pengguna Media Sosial Facebook, komentar beragam pun bermunculan,bahkan ada netizen yang menduga bahwa ajang Olahraga Bilyard tersebut dapat mengundang wabah perjudian, Jumat(21/02/20)

Seperti yang di unggah  oleh pemilik akun Facebook Syarifuddin Usman pada  Kamis  (20/02/2020) 
dia memosting kalimat" Jika Ulama Keberata tntg keberadaan tempat bilyard di langsa harus n wajib tutup, titik' sepontan balasan  para netizen membanjiri kolom komentar akun Syafaruddin Usman.

Komentar para netizen itu sempat di balas oleh pemilik akun Lie," Pertanyaannya, apa bedanya Billiyard dengan Foot Ball alias sipak boh bhan (sepak bola) .. ?
Balasan komen tersebut langsung disambut oleh Syarifuddin Usman. Ia menyebutkan, "Lie, Bola permainan fisik yg di dukung otak, kalo bilyard lebih dominan permainan otak yang makin lama biasanya justru gak ada otak".

Selain itu, para Netizen yang berteman dengan Syarifuddin Usman juga ikut memberkomentar beragam sudah pasti menimbulkan pro dan kontra.

Seperti akun Facebooknya Agus Mandor memberikan komentar
"kalau terbukti maksiat ada bukti nya, pagi ini aku ajak abg semua nya kita segel angkat meja nya.... klu ada bukti maksiat,.. klu tidak ada bukti maksiat tapi d paksa tutup juga,tidak masalah juga,tapi semua cabor olahraga di koni,harus d tutup semua.... siapa bisa jamin pagi ini kita ttp bliar.... #keadilan...
klu niat judi main ludo d hp pun berjudi,batu dam tiap mlam berserak org main gk da respon, bank 47 riba berserak yg jelas2 haram,gk respon,kolam renang bercampur tak respon,dulu bliar d samping depak sampai 2 tahun tak respon....ada apakah ini...????, tulisnya.

Disisi lain, netizen yang memiki akun Facebook Abdul Samad mengomentari dengan menulis di kolom komentarnya " Antara pemerintah & ulama ka di laga sama pengusaha..... 

Lebih bagus kembali pada tahun 70 an, Semua bebas,, 

Di kota langsa pemerintah & udah udah di laga dgn aturan masing - masing,,, Uda menjalankan syariat... Pemerintah menjalankan uud kanun.. Yang jadi masalah pengusaha dgn ulama berlaga balak..... ha ha ha kota langsa....

Kalau memang aceh mau tegakan syariat pemerintah & ulama wajib satu bahasa..... 

Semua permainan yang berhadiah di depan apa ada melanggar syariat, 

Ini perlu di pertegas kan oleh pemerintah & ulama sehingga pengusaha tdk jadi persalahan pandangan,,, 

Kalau pemerintah memberi izin bilyar, kemudian ulama melarang. Tentu pengusaha sedikit banyak nya sakit hati pada ulama,, 

Renungkan jika aceh betul mau tegakan syariat buka Alquran & Hadis....

Pro dan kontra ini sudah terjadi  dari awal di resmikan Cafe Latte One Kota Langsa, oleh karenanya perlu adanya tindakan tegas dari pemko  Langsa, sehingga tidak ada lagi polemik polemik yang bermunculan yang dapat mengganggu ketentraman di kalangan masyrakat.

Karena selain pro kontra dari netizen, para ulama di Langsa juga sempat memberikan keritikan pedes sejak diresmikannya Bilyard di Cafe Latte One tersebut.


| Roby Sinaga