Semenjak wabah virus corona, harga ikan basah di pesisir di Kabupaten Aceh Singkil menurun yang mengakibatkan minimnya permintaan eksport.Kamis,(16/4/2020).
Menurut Camat Kuala Baru, Aceh Singkil Syam'un mengatakan, imbas dari wabah Corona dampaknya cukup meresahkan masyarakat yang mayoritas Nelayan.
"Apa lagi di Kecamatan Kuala Baru yang terdiri dari empat desa , yakni Desa Kuala Baru Laut, Kuala Baru Sungai, Suka Jaya dan Kayu Menang," ujarnya.
Keempat Desa tersebut 95 persen mayoritas penduduk menggantung hidupnya sebagai Nelayan, karena pemukimannya berada di garis pantai pesisir.
Sehingga dalam upaya bertahan dalam membangun perekonomian, desa baiknya memanfaatkan program padat karya tunai selama proses penanganan Covid-19 dan sesuai anjuran Presiden RI pak Jokowi.
"Diharapkan pihak yang terkait dapat ikut menindaknlanjuti dimana, situasi cuaca juga buruk dalam beberapa pekan ini," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Kuala Baru Sungai Suhaimi menyatakan hal senada, bahwa harga ikan semakin anjlok sebulan terakhir.
Dia menyebutkan, Ikan tenggiri biasa harga Rp 50 ribu hingga 60 ribu per Kilogram, anjlok menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu, ikan Gabu biasa Rp 35 ribu - Rp 40 ribu, anjlok menjadi Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.
"Mayoritas penampung ikan Nelayan Kuala baru mengeksport atau memasok ikan ke Medan, Sumut namun terjadinya pendemi corona sebulan lebih ini melanda, dampaknya juga dirasa masyarakat nelayan," ungkapnya.
| Ris
