Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE
FALSE
TRUE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Top Ad

Jasa layout tabloid, koran, majalah, website - Musri ID

Breaking News:

latest

Memupuk Rasa Kebersamaan, YAPILA Ajak Santri Masak Mie Bersama

Samudra News. com  | Langsa-Aceh, Pondok Pesantren Terpadu Tahfiz Qur'an YAPILA Terus berupaya membentuk santri dan santri wati siap pak...



SamudraNews.com | Langsa-Aceh, Pondok Pesantren Terpadu Tahfiz Qur'an YAPILA Terus berupaya membentuk santri dan santri wati siap pakai di semua lini, mulai mampu menghapal Al Quran, melaksanakan fardu kifayah terhadap jenajah, mulai dari memandikan, mengkafankan dan menyolatkan jenajah.

Hari ini para Ustad dan Ustadz YAPILA mengajak seluruh santri -santri wati untuk belajar memasak bersama, dengan cara bagi dua tahap, tahab awal Santriwati setelah selesai bergantian, Rabu (18/5/2022).


Dalam kesempatan itu para Ustadz begitu semangat mengajari para santriwati untuk memasak mie goreng.

"Kita berharap para santri dan santri wati YAPILA nantinya menjadi orang yang mumpuni dalam setiap hal, memasak bersama ini kita lakukan agar para santri dan santriwati jangan fokus menghapal Ayat demi Ayat saja, karena jika itu terus menerus di lakukan nya akan menimbul kan rasa kejenuhan, tetapi jika kita. Masak bersama selain mendapat ilmu, para santri juga bisa sedikit rilek tidak jenuh, uajar Ustazah Annisa Afdillah.

Sementara itu Ketua YAPILA Drs.Ismail Umar, MM.M.Si menambahkan, Yapila senantiasa memberikan yang terbaik bagi seluruh Santri dalam menuntut ilmu.

"Mimang yang kami lakukan hari ini hanya hal kecil cuman memberi cara memasak mie goreng bersama. Namun manfaat dari kegitan ini yang luar biasa, Pertama, para santri mengetahui atau memahami cara memasak, kemudian memahami rasa kebersamaan dan kekompakan dari kegiatan ini sehingga teciptanya keharmonisan antara Santri dengan Ustazah nya" urai ismail.

Menurut Ismail, Terkadang hal hal kecil yang kita lakukan mampu memberilan nilai yang positif kepada santri, Kita sama sama tau para santri ini mondok di pesantren dan waktu bertemu keluarga sangat terbatas, oleh karenanya sebagai pengurus yayasan kami selalu berupanya memberikan hal hal yang bermakna agar mengurangi rasa jenuh   selama santri
di pondok pesantren.

"Jika rasa jenuh para santri bisa teratasi, tentunya mereka akan mudah menerima semua pelajaran yang di berikan oleh seluruh tenaga pengajar, dan kita semua berharap para santri ini nantinya benar benar mampu menjadi prisai untuk mengayomi agama Islam" harapnya.

| Putra

Tidak ada komentar