Diskusi tersebut fokus pada strategi bersama dalam penanganan konflik yang mungkin terjadi di tengah masyarakat. Babinsa dan tim Trantib saling bertukar informasi mengenai potensi konflik, pemetaan wilayah rawan, serta upaya penyelesaian yang melibatkan pendekatan persuasif dan hukum.
“Komunikasi seperti ini sangat penting untuk menyelaraskan langkah dalam menangani permasalahan di masyarakat, khususnya konflik sosial yang dapat mengganggu ketentraman,” ungkap Serka Yusmanto.
Bapak Hendra dari Bidang Trantib menyambut baik kehadiran Babinsa dalam diskusi tersebut. Ia menyatakan bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah kecamatan menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Kami siap bekerja sama dengan Babinsa untuk mengedepankan pendekatan preventif, seperti penyuluhan dan mediasi, guna mencegah konflik semakin meluas,” kata Hendra.
Selain membahas strategi penanganan konflik, mereka juga mendiskusikan pentingnya patroli rutin di wilayah yang rawan gangguan Kamtibmas dan perlunya melibatkan tokoh masyarakat dalam menjaga harmoni antarwarga.

.jpeg)