Pendataan ini meliputi stok obat-obatan yang tersedia, jenis-jenis obat yang sering digunakan, serta daftar obat yang kerap mengalami kekosongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan kendala dalam pengadaan obat-obatan di fasilitas kesehatan tersebut, guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
“Pendataan ini penting untuk memastikan ketersediaan obat-obatan yang cukup dan mendukung pelayanan kesehatan di wilayah binaan. Kami juga ingin mengidentifikasi jenis obat yang sering mengalami kekurangan agar dapat disampaikan kepada pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Serda Armen.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Armen juga berkoordinasi dengan tenaga medis Ibu Fitriani untuk mendapatkan informasi terkini mengenai distribusi obat-obatan dan kendala yang dihadapi.
Kepala UPTD Puskesmas, menyampaikan apresiasi atas dukungan Babinsa dalam membantu mengidentifikasi kebutuhan obat-obatan. “Kami berharap, dengan pendataan ini, kekurangan obat yang sering terjadi dapat segera diatasi, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.

