Jika kita lihat kondisi sang juara terabaikan sungguh sangat miris, betapa tidak. Sorang anak yang mengharumkan nama Negara Republik Indonesia mampu taklukkan Dunia di ajang MTQ internasional terabaikan di negerinya sendiri tetapi terkesan tidak dihargai.
"Setidak nya menyambut ke pulangan nya meraih Juara ada baliho ucapan selamat namun nyatanya tidak ada sama sekali, sekrisis ini kah kota Langsa" .
Saat di konfirmasi masi media ini Ayah kandung sang juara Nasruddin via WhatsApp nya Rabu (27/3/2025) mengucapkan Alhamdulilah
Berkat Rahmat karunia Allah SWT anak saya bisa meraih Juara 2 MTQ tingkat Internasional Tahbeer Qur'an di Abu Dhabi Ibukota Uni Emirat Arab (UEA) 2025.
" Pada tahun 2022 Ahsin juga meraih juara 2 MTQ internasional di Aljazair, Mazamir Daud Ke-7 yang diadakan oleh Echorouk TV-Aljazair, Negara Bagian Afrika Utara kemudian
Juara 1 cabang tartil putra MTQ Provinsi Aceh, Juara harapan 1 cabang tartil MTQ di Bener Meriah Provinsi Aceh
dan tahun ini kedua kali nya meraih juara 2 MTQ tingkat Internasional Tahbeer Qur'an di Abu Dhabi Ibukota Uni Emirat Arab (UEA) namun tidak
ada diberikan penghargaan apa apa baik dari pemerintah Kota Langsa atau pun dari Provinsi Aceh apa lagi diri pemerintah pusat" ujar Nasruddin yang juga Imam Masjid Raya Darul Fallah Langsa .
Lanjutnya, Keberhasilan anak kami dibulan yang penuh berkah ini semoga menjadi keberhasilan yang kekal dan abadi hingga Ahir hayat kelak. Semoga Allah menjadikan putra kami menjadi anak yang berbakti pada nusa dan bangsa, pada agama nya dan kedua orang tuanya .
| Roby Sinaga
