Suasana santai dan penuh keakraban terasa di meja perbincangan yang ditemani secangkir kopi hangat. Hadir dalam kegiatan komunikasi sosial (Komsos) tersebut Tgk. Syakbi, S.Pd.I, tokoh agama yang dikenal aktif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan di desa, serta M. Idrus, tokoh masyarakat yang selama ini menjadi panutan dalam berbagai kegiatan sosial warga.
Obrolan ringan namun berbobot mengalir membahas berbagai hal, mulai dari pentingnya peran masjid sebagai pusat edukasi moral bagi generasi muda, hingga upaya bersama dalam menjaga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
“Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak. Jika kita bersinergi, baik dari sisi agama maupun pengayoman dari Babinsa, maka insya Allah anak-anak kita akan tumbuh dengan akhlak yang kuat dan cinta terhadap lingkungan,” ujar Tgk. Syakbi.
Sertu Sudarman menegaskan bahwa kedekatan antara TNI dan tokoh agama maupun tokoh masyarakat adalah kunci utama menciptakan stabilitas di wilayah binaan.
“Melalui obrolan ringan seperti ini, kita bisa menyerap aspirasi dan harapan masyarakat secara langsung. Kolaborasi seperti ini menjadi pondasi kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, M. Idrus menambahkan bahwa peran Babinsa yang merangkul dan terbuka terhadap masyarakat sangat diapresiasi.
“Babinsa bukan sekadar penjaga wilayah, tapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat di desa ini,” tuturnya.
Kegiatan ngopi pagi ini menjadi bukti bahwa membangun negeri tidak harus selalu melalui podium dan panggung besar. Kadang, cukup dengan secangkir kopi dan niat baik, dialog bermakna bisa tumbuh dan menghasilkan ide-ide besar untuk kemajuan bersama.

.jpeg)