Liputan media cetak dan online dilokasi, sejak pagi Sabtu,16/05 hingga, Rabu 19/05 malam. Bantuan Pelayanan Klinik Keliling Kesehatan disalurkan melalui Yayasan Geutanyoe dan Save the Children, sempat diserbu warga yang datang berduyun duyun untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pelayanan untuk "Seribu Pasien" ditangani para medis dari Rumah Sakit Cut Meutia Langsa, serta Ir.Ernawati sebagai Direktur PT Cut Meutia Medika Nusantara Langsa, ikut langsung ke desa desa terpencil tepat diselenggarakan Mobile layanan keliling klinik kesehatan.
Perjalanan rombongan "invasi" ke desa desa terpencil kawasan pegunungan Bukit Barisan, menggunakan kenderaan tangguh yang digunakan sebagai sarana "Mobile layanan keliling klinik kesehatan" untuk menerobos desa-desa yang selama ini belum terjangkau medis.
Usai sholat subuh rombongan meluncur dari halaman RSCM langsa, secara berkonvoi menuju tanjakan terjal Bukit Barisan dengan mengunakan 6 (enam) unit mobil khusus yang tangguh, supaya mampu melintasi jalan longsor di sisi terjal jurang serta sungai dalam kawasan TNGL.
Dalam amatan para awak media, saat tiba di Krueng Bawong desa peunaron kecamatan Serba jadi, terlihat sisi "dinding" gunung tanjakan TNGL pohon pohon diatas perbukitan, sudah gundul. Entah siapa yang merambah hingga terjadi longsor serta banjir. Padahal tidak kurang dari 20 meter kaki gunung Sembuang, kantor petugas.Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah rumah pemukiman penduduk dikawasan itu hancur, diterjang bencana banjir dan longsor Hidrometeorologi Aceh pada 26 Nopember 2025.
Ketika rombongan team work medis, tiba di pemukiman warga Krueng Bawong, mereka dengan sigap, menangani berbagai keluhan pasien dari psikologi dan keluhan penyakit lain yang dialami secara umum pasca musibah. Para medis melayani pasien secara nonstop dengan "Mobile layanan keliling klinik kesehatan.
Sementara itu Direktur PT.CMN Ir.Ernawati mengatakan bahwa, Pelayanan Klinik Keliling Kesehatan ke Pelosok desa Kawasan Taman Nasional Gunung Lauser merupakan program pengobatan keliling untuk menghilangkan hambatan geografis dan ekonomi, sehingga layanan kesehatan dasar hingga spesialistik dapat diakses secara merata oleh masyarakat yang tinggal di daerah pelosok atau rentan.
"Secara spesifik, program ini memiliki beberapa tujuan penting lainnya:
Mendekatkan Akses Layanan, Membawa perawatan medis langsung ke desa-desa atau wilayah terpencil, sehingga pasien tidak perlu menempuh perjalanan jauh atau memakan waktu berjam-jam ke fasilitas utama" ujarnya.
Kegiatan ini juga termasuk Deteksi Dini dan Pencegahan Memperkuat aspek promotif dan preventif melalui penyuluhan, skrining kesehatan, dan deteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih parah.
"Jembatan Rujukan yang Efisien Bertindak sebagai penghubung antara pasien di daerah dan rumah sakit, bahkan dapat berfungsi sebagai klinik transit darurat untuk transisi perawatan sebelum masuk ke rumah sakit besar" imbuh nya lagi.
Penjangkauan Komunitas Rentan juga Membantu kelompok marjinal, tunawisma, atau populasi yang berpindah-pindah yang mungkin terhalang oleh biaya atau kesulitan administratif saat ingin berobat.Upaya jemput bola ini merupakan perwujudan fungsi rumah sakit dalam memberikan perlindungan dan pelayanan menyeluruh bagi masyarakat.
Kabag Operasional PT. RSCM, Waluyo, menambahkan, para dokter yang dilibatkan secara bergilir setiap hari untuk melayani pasien dengan berbagai keluhan dialami. Mereka tergolong berbagai keluhan yang tergolong sebagai kelompok rentan.
Ada juga kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil dan ada warga yang mengalami gangguan kesehatan dan mental akibat bencana. Pasien ditanggani dengan ramah oleh dr.Milda Ulfa bersama dr. Alhajri didampingi Kepala RSCM Langsa, dr.Hanafi Nasution. Pelayanan kesehatan ini telah mencapai target, "Seribu Pasien, tutup Kabag Operasional PT. RSCM,
Marzuki, selaku Program Officer Yayasan Geutanyoe wilayah Kabupaten Aceh Timur mengatakan, bantuan pelayanan ini sebagai, respons kemanusiaan terhadap "Seribu Pasien" sebagai masyarakat terdampak banjir dan longsor di desa desa terpencil selama 10 hari.
Kami bersama tim Medis dan paramedis RSCM Langsa, menerapkan metode "Mobile Layanan Keliling Klinik Kesehatan", secara "nomaden" ke desa desa terpencil di wilayah terdampak bencana terdahsyat melanda wilayah Sumatera, khususnya di Kecamatan Serba Jadi, jelas Marzuki.
Dijelaskan juga, pelayanan disajikan kepada masyarakat antara lain, pemeriksaan kesehatan, pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol dengan analis disertai dengan pemberian obat dari Farmasi.
Adapun lokasi tempat kegiatan mencakupi Desa Lokop, Desa Jreng, Desa Bunin, Krueng Bawong Penaron Lama, Sembuang, Naloen, Luut, Penaron Baru, serta sejumlah desa lain dalam Kecamatan Serba Jadi.
Sebelum meng-akhiri Layanan Keliling Klinik Kesehatan, Psikolog Dewina Ulfah Nasution, S.Psi., M.Psi, memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membantu memulihkan kondisi mental dan emosional masyarakat pasca bencana.
| Tim


