SamudraNews.com | Langsa – Danramil 23/Langsa Timur (Lgst) Kodim 0104/Aceh Timur, Kapten Inf Hariono, bersama unsur Muspika Kecamatan Langsa Lama melaksanakan pemantauan kondisi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, menyusul meningkatnya debit air Sungai Krueng Langsa, Jum'at 11 September 2026.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa luapan Sungai Krueng Langsa mulai berdampak terhadap sejumlah pemukiman warga. Air mulai menggenangi bagian depan dan pelataran beberapa rumah warga, bahkan terdapat sejumlah rumah yang telah terendam. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, terutama apabila debit air sungai terus mengalami peningkatan yang berpotensi menyebabkan air masuk ke dalam rumah warga.
Saat ini, ketinggian air di sejumlah lokasi terdampak berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter.
Adapun desa yang terdampak luapan Sungai Krueng Langsa meliputi:
Desa Pondok Kemuning;Desa Seulalah;Desa Seulalah Baru;Desa Sidodadi; danDesa Pondok Pabrik.
Menyikapi kondisi tersebut, Danramil 23/Lgst bersama Muspika terus melakukan pemantauan serta koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air. Para Babinsa juga diterjunkan untuk melaksanakan monitoring secara berkala di desa binaan masing-masing.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan memonitor perkembangan ketinggian air, khususnya bagi warga yang rumahnya berada di bantaran maupun di sekitar aliran Sungai Krueng Langsa.
Para Babinsa juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa setempat sebagai langkah antisipasi apabila debit air semakin meningkat, termasuk dalam mempersiapkan lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat pengamanan atau evakuasi sementara bagi masyarakat yang rumahnya berpotensi terendam.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiel.
Danramil 23/Lgst menekankan kepada seluruh Babinsa agar terus memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing dan segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air maupun kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Kesiapsiagaan dan koordinasi antara TNI, pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat diharapkan dapat meminimalkan dampak yang mungkin terjadi akibat luapan Sungai Krueng Langsa.
Masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi rentan terendam, khususnya yang berada di bantaran atau dekat aliran sungai, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih aman, serta mengikuti arahan aparat dan perangkat desa apabila kondisi air terus mengalami peningkatan.

