Mengalihkan MBG ke Kantin Sekolah Bukan Solusi Yang Tepat

Kasus
0
Risqi Andriansyah Mitra SPPG GP Jawa yang bernaung di dalam Yayasan Hati Makmur Indonesia (YHMI).

SamudraNews.com | Langsa , Rencana Pemerintah melibatkan Kantin sekolah melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) muli menuia kritikan keras dari berbagai kalangan, Sabtu (12/9/2026).

Kali ini kritikan datang dari Risqi Andriansyah Mitra SPPG GP Jawa yang bernaung di dalam Yayasan Hati Makmur Indonesia (YHMI).

Menurut Risqi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program unggulan nasional, dan  keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru masih layak dipertahankan.

" Jika memang ingin mengubah pola kerja MBG tentu nya tidak bisa serta merta, mengingat awal pertama mempersiapkan dapur MBG butuh proses yang panjang dan harus memenuhi beberapa tahapan" katanya.

Menurut Risqi, Bukan kita melarang kebijakan namun hendaknya kebijakan tersebut harus berdasarkan kajian atau surfe yang kuat sehingga kebijakan bisa berjalan dengan baik.

"Setiap kebijakan harus berdasarkan kajian atau perhitungan yang matang, jangan karena sedikit ada kendala di lapangan lantas pola yang sudah berjalan di alikan ke kantin sekolah, apa kah nanti nya Kantin tersebut sudah memenuhi kriteria yang sudah di tentukan " tanya nya lagi.

Jika kita menggunakan Dapur MBG tentunya belanja sekala besar sehingga harga bisa lebih murah di banting kita belanja sekala kecil, oleh karenanya jika pola di ubah melibat kan kantin sekolah ini kurang epesien.

Dapur MBG juga banyak menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran di kota Langsa, dan standar menu serta porsi makanan lebih mudah di kontrol sehingga tidak terjadi pemborosan bahan makanan yang di sediakan.

Kita akui jika MBG dikelola melalui kantin sekolah ada peluang mengurangi biaya distribusi karena makanan diproduksi langsung di lingkungan sekolah. Namun dari segi belanja tentunya karena sekala kecil tidak bisa menekan harga seperti harga gelosir.

Untuk itu Risqi berharap pemerintah tidak serta merta mengubah proses dapur MBG yang sudah berjalan, namun saat ini perlu di evaluasi menyeluruh sehingga kendala di lapangan dapat di maksimal kan kembali, tandasnya.

| Roby Sinaga 


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)