SamudraNews.com | Aceh Sungkil - Masyarakat Desa Teluk Rumbia dan Ranto Gedang, Kecamatan Singkil,  Kabupaten Aceh Singkil, kecewa atas mangkraknya pembangunan jalan Singkil - Teluk Rumbia sepanjang 4 Km tahun anggaran 2018.
Padahal Jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar desa dari Teluk Rumbia dan Ranto Gedang menuju Desa Pasar Kota Singkil, Rabu (9/1).

Salah seorang  tokoh masyarakat Desa Teluk Rumbia Zulkarnaen, w kepada media mengatakan bahwa, warga sangat kecewa sekali debgan mangkraknya proyek tersebut.Padahal jalan itu satu-satunya jalur darat yang selama ini dilintasi oleh warga dan jalan ini juga  yang rawan banjir.

Awalnya warga sangat gembira pada saat ada kucuran dana yang bersumber dari DAK 2018 sebesar 20.249.311.000, untuk penibgkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia sepanjang jurang lebih 4000 meter.Namun kebahagian itu surna setelah berahir tahun 2018 proyek tersebut mangkrak (tidak di selesaikab), ujarnya.

Zulkarnaen mengaku bersama warga  Desa Teluk Rumbia dan Ranto Gedang melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PUPR Ir Muzni untuk mempertanyakan apa penyebab pembangunan peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia menjadi terlantar.

Pada saat itu kata Zulkarnaen ,Kepala Dinas PUPR di dampingi Sekertarisnya Erwin berdalih pebyebab mangkraknya proyek tersebut di sebabkan sulitnya proses lelang pengerjaan dan peraturan kontraknya berubah-rubah," ungkap Zulkarnaen.

Karena merasa tidak puas dengan jawaban Kadis PUPR Aceh Singkil
Zulkarnaen akan mengumpul massa dan melakukan aksi demo,jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan pasti dalam untuk melanjutkan proyek yang dimaksut.

Dalam plang proyek di ketahui Proyek Peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia di kerjakan oleh PT.Peduli Bangsa dengan no kontrak 62.1/05/BM/Penugasan/VIII/2018.Tanggal kontrak 09 Juli 2018.
Nilai kontrak Rp 20.249.311.000.
Pengawasan oleh CV.Citra Consultant,Perencanaan CV.Mandiri Desingn.

| Rahmat

Kirim Komentar Anda: