SamudraNews.com-Langsa,  Walikota Langsa Usman Abullah, SE dengan resmi membuka Festival Rentak Melayu Rayu tahun 2019 bertempat di Alun-Alun Lapangan Merdeka Langsa, Sabtu (13/7) malam.

Walikota melakukan pemukulan rebana bersama unsur Forkopimda Langsa dan undangan kehormatan lainnya sebagai pertanda dibukanya festival rentak melayu tersebut.

Walikota Langsa mengatakan,  Festival Rentak Melayu Raya ini isemakin berkembang ragam kegiatannya. Jika pada tahun 2018 kegiatan masih sebatas pagelaran seni tari dan seminar kebudayaan, pada tahun ini telah berkembang dengan kegiatan pameran seni lukis, seni Mural, lomba mewarnai gambar untuk anak-anak PAUD, karnaval kebudayaan, festival busana fantasi, Dendang Melayu, dan lain-lain.

Walikota, berharap melalui Festival Rentak Melayu Raya ini akan meningkatkan saling kesepahaman dan kepercayaan sebagai landasan  memperkuat persaudaraan antar sesama bangsa Melayu di Nusantara ini.

"Kebudayaan itu menyatukan dan mendamaikan, bukan memecah belah,"imbuhnya.

Selain itu, Walikota juga berharap gelaran Festival Rentak Melayu Raya ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun luar negeri ke Kota Langsa.

"Kami mempunyai beberapa obyek wisata andalan yaitu eko wisata Taman Hutan Kota Langsa dan Langsa Mangrove Forest Park yang saat ini masuk nominasi penerima Anugerah Pariwisata Indonesia (API),"tukasnya.

Walikota memohon doa restu dan dukungan masyarakat Langsa agar Mangrove Forest Park (wisata hutan bakau Kuala Langsa) dapat keluar sebagai pemenang dalam ajang API tahun 2019 ini.

"Dukungan dapat dilakukan dengan cara ketik sms API (spasi) 9E kirim ke 99386,"demikian sebutnya.

Sebelumnya, Jamaluddin, SE, M. Si, Ak Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Aceh  menyambut baik pelaksanaan festival ini.

Dikatannya, kegiatan ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Aceh kepada Pemko Langsa yang telah serius memajukan sektor pariwisata yang ada di "Kota Jasa" ini.

"Pemerintah Aceh akan terus menyelenggaran event-event di Kota Langsa agar lebih dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan,"tuturnya.

Event ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Aceh untuk terus merawat dan menjaga kebudayaan melayu di Aceh.

Meski duguyur hujan, masyarakat tetap antusias menyaksikan rangkaian Festival Rentak Melayu Raya.

| Hms

Kirim Komentar Anda: