SamudraNews.com | Pada hari Kamis, tanggal 7 Desember 2017 pukul 13.30 Wita bertempat di Kediaman Ketua Sandhi Murti Bali Bpk. I Gusti Ngurah Arta, berdasarkan hasil rapat internal dari organisasi yang tergabung dalam KRB (Komponen Rakyat Bali) menyepakati adanya perubahan konsistensi yang semula menolak menjadi menerima bersyarat terkait rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad ke wilayah Bali
SamudraNews.com | Pada hari Kamis, tanggal 7 Desember 2017 pukul 13.30 Wita bertempat di Kediaman Ketua Sandhi Murti Bali Bpk. I Gusti Ngurah Arta, berdasarkan hasil rapat internal dari organisasi yang tergabung dalam KRB (Komponen Rakyat Bali) menyepakati adanya perubahan konsistensi yang semula menolak menjadi menerima bersyarat terkait rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad ke wilayah Bali.
Persyaratan itu pun diajukan kepada panitia yang mengundang Ustadz Abdul Somad. Point persyaratan itu antara lain:
a. Ustadz Abdul Somad dapat mengikrarkan 4 asas NKRI
b. Ustadz Abdul Somad harus mencium bendera merah putih
c. Ustadz Abdul Somad harus sumpah tidak menyatakan kata-kata kafir dalam setiap ceramahnya dan tidak menghina simbol agama yang berbeda
d. Ustadz Abdul Somad hanya bisa berceramah di satu tempat sesuai panitia. Waktu ceramah kurang lebih 30 menit.
e. Apabila Ustadz Abdul Somad melanggar kesepakatan ini maka akan diturunkan ketika berceramah.
4. Atas persyaratan tersebut pihak Ketua Panitia menerima syarat tersebut, namun memohon agar tempat ceramah bisa ditambah menjadi 2 tempat dan akhirnya disepakati bahwa tempat kegiatan ceramah diberikan di 2 tempat, yaitu: Masjid Agung Sudirman Denpasar dan Masjid Baiturrahman, Kampung Jawa Denpasar.
KRB yang diwakili Gus Yadi (aktivis NU dan PGN) kepada pihak panitia menyampaikan bahwa permasalahan terjadi karena panitia mengundang ustadz kontroversial.
Untuk teknis penjemputan Ustadz Abdul Somad diatur oleh panitia atas arahan dari pihak KRB. Rencana dari Bandara Ustadz Abdul Somad akan dibawa ke rumah kebangsaan di Kediaman Bpk. I Gusti Ngurah Arta untuk melakukan ikrar NKRI.
Mengapa ustadz kami dihinakan seperti ini?
| ig @indonesiabertauhidiD

Post A Comment: