April 2013
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
DALAM ruangan yang lumayan besar itu, berkumpul sekitar 150-an masyarakat Aceh dari seluruh kabupaten/kota. Mereka memenuhi hajat Partai Aceh dalam rangka penyeleksian bakal calon anggota legislatif untuk provinsi (DPRA).

Walaupun materi yang diuji hanya sebatas baca Alquran dan pidato politik, tetap saja wajah gugup, salah tingkah, dan entah rasa apa lagi yang terlihat begitu menyiksa para peserta. Namanya juga ujian, mungkin, jadi wajar saja rasa was-was itu datang.

Sebuah acara yang menurut saya begitu menarik untuk diperbincangkan, lebih-lebih ketika melihat adanya 30% kaum perempuan yang ikut andil dalam acara kompetisi tersebut. Warna-warni jilbab dan baju mereka memberi warna tersendiri di antara kerumunan para laki-laki.

Mengapa pula mereka mau hadir di tengah kerumunan laki-laki? Apakah inisiatif sendiri atau hanya sebatas memenuhi panggilan orang-orang tertentu saja? Boleh jadi ini pertanyaan sinis, juga terkesan pesimis. Terserah saja mau bilang apa. Yang pasti, ketika UU mewajibkan kuota 30% perempuan, semua partai merasa kewalahan memenuhinya. Sebuah realitas yang mesti dijawab oleh para perempuan yang masih peduli dengan keterlibatan kaum perempuan diranah publik.

Saya sendiri mencoba memutar kembali ingatan ke 1998. Ketika saya masih terlibat dalam gerakan perempuan Aceh. Dari pengalaman pribadi yang melihat begitu hebatnya gerakan perempuan, begitu banyak uang yang digelontorkan untuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) perempuan, atau untuk LSM yang fokus pada program pemberdayaan perempuan. Sejatinya partai politik tak pontang-panting membidik perempuan untuk diusung ke parlemen.

Tapi apa yang terjadi? Ketika undang-undang mulai peduli pada perempuan, malah mereka susah dicari. Perempuan-perempuan yang sudah kita klaim pernah kita berdayakan, pernah kita didik dan pernah kita bimbing untuk bisa terjun di dunia politik, di mana mereka? Kenapa harus ibu-ibu yang tidak tahu-menahu tentang dunia politik yang kemudian terlibat dalam urusan partai politik?

Jangan-jangan para pria di partai politik tak mau ada perempuan pintar yang menjadi pesaing mereka. Tentu sungguh naif jika alasan itu yang kita kemukakan di sini. Irasional. Sebab, kalau kita mengklaim perempuan sudah pintar, lalu mengapa mereka tak menggunakan kecerdasannya membujuk politisi pria agar bisa merangkul. Tentu bukan berarti mengemis, tetapi menjadi bagian penting dari partai politik itu.

Bukankah orang pintar itu bisa melakukan apa saja? Bahkan mampu menggugat hingga melahirkan kuota 30%. Naif sekali. Hati saya tergelitik berbisik “Jangan-jangan sekarang ini perempuan Aceh membutuhkan perempuan dari Pulau Jawa, baru bisa melakukan apa yang diinginkannya. Bukankah kita pernah berkata Cut Nyak Dhien itu lebih hebat dari RA Kartini? Jadi mengapa partai politik kewalahan mencari caleg perempuan?

Selalu saja mengklaim diri pintar dan telah berbuat, padahal hanya bisa memanfaatkan ibu-ibu yang telah direkrut oleh partai politik untuk kita beri pendidikan politik, tetapi tidak pernah melibatkan perempuan yang sudah kita kaderkan jauh-jauh hari agar bisa bersama partai politik tertentu.

Di sini saya memberi dua jempol untuk aktivis perempuan yang sudah mampu menggugat negara untuk menyediakan kuota 30% bagi perempuan, sebuah terobosan yang luar biasa. Semestinya terobosan ini juga diimbangi dengan kesiapan kita menyediakan kader-kader perempuan yang siap pakai. Bukankah dunia publik (politik) itu dikenal dengan kekejamannya? Tak sembarang laki-laki dan perempuan bisa menembus dan bertahan hidup di dalamnya. Hanya orang-orang yang “ber-ruh” besi saja yang mungkin bisa berdiri tegar menghadang dunia “politik”.

Jika tidak berlebihan, saya harus bilang seperti ini “ Jika laki-laki itu pintarnya 50%, perempuan yang akan terlibat di parlemen itu harus memiliki kepintaran lebih dari 50%, begitu juga dengan keberanian, massa, dan tentu saja ekonomi. Diakui atau tidak, budaya patriakhi masih menjadi alasan utama kenapa perempuan harus memiliki energi ekstra ketika berhadapan dengan ranah publik. Kondisi seperti ini menuntut caleg perempuan untuk memiliki basis massa yang kuat, pengetahuan yang memadai, dan segala hal yang dibutuhkan untuk meyakinkan konstituen. Jadi, bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi dengan caleg perempuan yang tidak pernah bersentuhan dengan dunia politik, dan tiba-tiba saja sudah mengisi kuota 30% sebagai syarat yang diajukan demi meluluskan wadah partai politik?

Jika caleg perempuan yang direkrut oleh partai politik adalah caleg yang demikian, sepertinya tidak berlebihan juga jika saya merasa khawatir akan kondisi affairmatif action ini, apakah kuota 30% itu hanya akan berlaku untuk memenuhi administrasi partai politik semata, atau dia akan mampu menerobos sampai ke kursi legislatif periode 2014-2018 mendatang?

Kekhawatiran saya ini semestinya menjadi peringatan dini bagi kita, khususnya perempuan-perempuan yang masih peduli dengan eksistensi perempuan di ranah publik, masih terlalu dini untuk mengklaim bahwasanya kuota 30% sudah berhasil. Bagi saya kuota 30% tidak bisa dikatakan ada jika belum mampu memasuki gedung legislatif, dan ini PR besar perempuan Aceh hari ini.

Mari mengawal kuota 30% perempuan hingga mampu sampai ke kursi parlemen dan tidak hanya berhenti pada tataran pendaftaran caleg semata. Ini perlu kita lakukan agar semangat Cut Nyak-Cut Nyak yang selalu kita banggakan itu bukan hanya ilusi semata, melainkan juga hadir dalam perilaku kita hari ini. Sehingga, tahun 2014 akan benar-benar menjadi tahun perempuan Aceh, di mana selendang Cut Nyak Dhien, Kemalahayati, Cut Meutia dan Mahkota Keempat Ratu akan berkibar dan berkilau menghiasi gedung parlemen Aceh. Kita siapkan energi untuk merancang qanun-qanun Aceh yang bermarwah untuk dikenang sepanjang sejarah, layaknya qanun yang telah dibuat oleh para perempuan di masa kejayaan Aceh tempo dulu. [ap]

Cut Meutia adalah Ibu Rumah Tangga
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA - AKIBAT keputusan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan terhadap aktivitas ekspor impor, sejumlah barang tidak bisa masuk ke Pelabuhan Kuala Langsa.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa, Suyetno, mengatakan barang yang tidak masuk berupa produk makanan, minuman, pakaian, elektronik, mainan anak-anak, hingga alas kaki.

"Total keseluruhan 700 item lebih produk yang tidak boleh masuk lewat Pelabuhan Kuala Langsa," ujar Suyetno kepada ATJEHPOSTcom, via telepon, Senin 29 April 2013.

Ia mengatakan akibat peraturan itu Pelabuhan Kuala Langsa sampai kini tidak bisa berkembang. Suyetno berharap kepada Pemerintah Pusat mencabut peraturan itu sehingga Pelabuhan Langsa bisa berkembang dengan baik.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf pernah mengatakan Pemerintah Aceh akan mengembangkan Pelabuhan Kuala Langsa dan Pelabuhan Krueng Geukuh Aceh Utara.

Karena itu, Menteri Perdagangan diminta segera mencabut Peraturan Nomor 57 tahun 2010 tentang ketentuan impor produk tertentu, yang selama ini menjadi penghambat bagi dua pelabuhan itu. “Kita berpegang pada UUPA yang memberi kewenangan sangat luas untuk Aceh, termasuk pengelolaan kepelabuhanan dan ekspor impor. Hari ini kita mulai kembali pelayaran Langsa-Penang, ke depan Kuala Langsa dan Pelabuhan Krueng Geukuh jadi pelabuhan impor barang,” ujar Muzakir Manaf kepada ATJEHPOSTcom di dalam Kapal Kenangan-3, di Dermaga Kuala Langsa, Sabtu, 23 Februari 2013. [ap]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Langsa - HINGGA kini ada tiga tarian tradisional yang keberadaannya masih eksis di Kota Langsa. Ketiga tarian ini juga sering diikutkan dalam berbagai lomba, baik nasional maupun internasional.

“Ketiga tarian itu adalah Ula-ula Lembing, Ranup Lampuan dan Saman,” kata Ketua Dewan Kesenian Aceh Kota Langsa, Agusni AH, kepada ATJEHPOSTcom hari ini, Senin, 29 April 2013.

Tiga tarian ini katanya pernah diikutkan dalam event ke beberapa negara seperti Malaysia, Brunai Darussalam dan beberapa daerah lainnya. “Alhamdulillah ketiga tarian tersebut sudah menoreh prestasi dan mengharumkan nama Aceh, khususnya Kota Langsa,” katanya. [ap]
 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA - FORUM Persahabatan Aceh-Jepang akan membudidayakan tanaman pohon jabon dan sengon di Kota Langsa. Program tersebut disampaikan Wakil Walikota Langsa, Drs Marzuki Hamid, saat menerima kunjungan Consulat asal Jepang, Yuji Hamada dan Kordinator Forum Persahabatan Aceh-Jepang, Rizaldy Hatta, di ruang kerjanya, Senin, 29 April 2013.

Marzuki Hamid mengatakan Pemerintah Kota Langsa sangat mendukung upaya Forum Persahabatan Aceh-Jepang untuk membudidayakan tanaman tersebut karena dapat menjadi bahan baku dan berpotensi untuk menghidupkan kembali PT Gruti dan Plywood.

“Sehingga manfaat dan dampaknya bagi perekonomian masyarakat akan terus berkembang,” kata Marzuki Hamid.

Dia mengatakan jika pembudidayaan tersebut membutuhkan lahan Pemerintah Kota Langsa akan menyediakannya.

“Namun, sebelum dilakukan penanaman kedua jenis pohon terebut, masyarakat petani akan diberikan pelatihan terlebih dahulu untuk dibekali ilmu cara bercocok tanam tumbuhan ini. Pusat pelatihannya ada di Siantar, Sumatera Utara,” kata dia. Setelah petani mendapatkan bekal ilmunya, kata Marzuki Hamid, petani diberikan bibit untuk ditanam sambil mengajarkan kepada petani lainnya. [ap]
 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA - SEBANYAK 51 calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa yang telah lulus administrasi akan mengikuti ujian tulis di Fakultas Ekonomi Universitas Samudera Langsa, Kamis mendatang, 2 Mei 2013.

Ketua tim penjaringan dan penyaringan KIP Kota Langsa, Dedek Juliadi Rendra, mengatakan jumlah pendaftar calon anggota KIP Langsa sebanyak 57 orang, tapi yang 6 orang di antaranya tidak lulus administrasi.

"Yang lulus ujian tulis nantinya akan mengikuti tes wawancara. Tim akan menjaring 15 orang untuk diserahkan kepada Komisi A DPRK Langsa untuk ditetapkan menjadi anggota KIP," kata Dedek kepada ATJEHPOSTcom, Senin 29 April 2013.

Dia berharap proses seleksi berjalan lancar untuk menjaring calon angggota KIP Kota Langsa 2013-2018 yang memiliki kapasitas dan integritas. "Sehingga mampu mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara Pemilu di Kota Langsa," kata dia. [ap]
 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Abu Dhabi - Wakil Gubernur Aceh berkomitmen serius untuk mendatangkan investasi ke Aceh dari kawasan Timur Tengah. Pada pembukaan pada Indonesia Business Luncheon yang dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Bapak Salman Al-Farisi, Deputi Promosi BKPM, Abu Dhabi Departement of Economic Development (ADDED), dan para pengusaha Arab yang tergabung dalam Arab Bisnis Club (ABC) Muzakir Manaf memberikan pidato untuk menarik minat para investor datang ke Aceh, Senin (29/4/2013).

Muzakir pada kesempatan tersebut meyakinkan dunia usaha pada level internasional tentang kondisi faktual dan teraktual Aceh yang sangat terbuka dan ramah terhadap investasi. Image baru yang sangat positif pasca lahirnya Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh membuat para investor tertarik pada peluang investasi di Aceh.“Dalam rangka percepatan investasi sesuai dengan target yang telah ditentukan, Pemerintah Aceh akan fokus pada beberapa langkah penting, yaitu menghadirkan perangkat hukum yang bisa menjamin keamanan, kenyamanan dan percepatan perizinan investasi," tambah Muzakir.

Langkah strategis lainnya adalah mempromosikan potensi dan rencana detail penanaman modal yang dibarengi dengan peningkatan kemampuan aparatur birokrasi agar memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pelayanan di bidang investasi.

“Aceh bukan lah nama baru bagi Timur Tengah, sejak ratusan silam karena secara historis Selat Malaka sebagai poros perdagangan dunia merupakan daerah teritorial Aceh. Dan Aceh sendiri memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan Jazirah Arab,” tambah Wakil Gubernur yang akrab disapa Muallem di forum prestisius ini.

Pasca perdamaian RI dan GAM, Aceh memiliki perangkat regulasi yang sangat pro terhadap investasi. Bahkan Pemerintah Aceh sendiri kini dapat melakukan hubungan langsung dengan berbagai pihak baik lembaga maupun institusi di luar negeri sesuai dengan Perpres No. 11 Tahun 2010.

“Hal ini merupakan kekhususan yang dimiliki Aceh dibanding provinsi lain di indonesia dan ini tentunya akan lebih mempermudah akses terhadap pertumbuhan ekonomi melalui investasi di Aceh pada masa mendatang,” jelas Muallem.

Menurut Iskandar Msc, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, yang turut hadir pada Indonesia Business Luncheon di Ritz Carlton Hotel, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, acara ini cukup diminati calon investor dari Timur tengah. Iskandar sendiri memberikan pemaparan mengenai Detail Plan on Investment Profile Projects in Aceh kepada pengusaha dari jazirah Arab. [tgj]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Banda Aceh - Penerapan Syariat Islam di Aceh selama ini belum memiliki grand desain yang akan diberlakukan dalam waktu menengah dan panjang di Aceh. Dari awal dibentuknya dinas Syariat Islam hingga saat ini hanya berdasarkan kesempatan politis yang diperoleh Aceh dari Jakarta. Hal ini diungkapkan Kadis Syariat Islam yang baru, Prof. DR. Syahrizal Abas.

Tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama, pasalnya dimasa kepemimpinannya kali ini, Prof. Syahrizal bertekat untuk membenahi kembali Dinas Syariat Islam di Aceh. Terutama dengan menyusun sejumlah program kegiatan di dinas Syariat Islam yang lebih terarah. Beberapa Focus Group Discussion (FGD) akan dilaksanakan di akhir tahun ini. FGD tersebut akan bekerjasama dengan beberapa universitas dan penelitih untuk pengembangan dan kemajuan Syariat Islam di Aceh.

“Dari awal menjabat Kadis Syariat Islam, Saya dan para Kabit berkomitmen untuk membenahi kembali Dinas ini. Dan program Grand Desain dan rencana ini akan kita masukkan dalam APBA Perubahan,” jelas Prof. Syahrizal kepada tim The Globe Journal yang beraudiensi ke Dinas Syariat Islam Kamis (25/4/2013).

Grand desain pelaksanaan syariat Islam akan dimulai 2014 nanti. Konsep tersebut diharapkan memaksimalkan pelaksanaan syariat Islam secara menyeluruh di Aceh. Grand desain ini sangat diperlukan untuk menjadi referensi bagi kabupaten kota, masyarakat dalam pelaksanaan syariat Islam secara menyeluruh.

Syahrizal Abbas juga menambahkan, grand desain akan menjamin langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah melalui kebijakan atau regulasi bagi pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Guideline tersebut sudah sangat mendesak dan dapat menjadi pijakan pelaksanaan syariat Islam bagi dinas lainnya.

Mantan Pembantu Rektor II IAIN Ar-Raniry ini, juga menegaskan pelaksanaan syariat Islam dimasa mendatang akan diatur secara sistematis dan senergi. Apalagi, syariat Islam bukan miliki dinas saja, akan tetapi semua elemen akan terlibat, baik masyarakat, akademisi, ormas, LSM, maupun pemerintah.

Penegakan Syariat Islam di Aceh pertama sekali di terapkan tahun 2001, yang di atur dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus. Saat itu kondisi Aceh dalam keadaan konflik, mengharuskan pemerintah melakukan pemberian 'hadiah' politik untuk mengurangi gejolak.

Menurut Syahrizal, penerapan Syariat Islam di Aceh awalnya tidak terlepas dari nuansa politik dan uforia masyarakat Aceh. Namun dari penerapan syariat Islam itu, yang paling sering diterapkan dan di bahas adalah aspek pidana. Padahal Syariat Islam itu tidak hanya berbicara masalah hukum cambuk dan masalah cara berbusana sesuai syariah saja, tapi banyak hal yang semestinya di atur sesuai syariah. [tgj]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Banda Aceh – Uji kemampuan membaca Alquran untuk Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) biasanya dilaksanakan di satu lokasi untuk semua partai. Akan tetapi pada hari terakhir ada pemisahan lokasi tes uji membaca Alquran untuk Partai Nasional Aceh (PNA) dan Partai Aceh (PA).

Sebagaimana amatan The Globe Journal pada saat tes uji kemampuan membaca Alquran. Untuk PNA lokasi tes kemampuan membaca Alquran diselenggarakan di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Sedangkan untuk PA proses tes uji membaca Alquran di Asrama Haji seperti biasanya.

Mengenai adanya pemisahan lokasi pengajian untuk kedua partai tersebut dibenarkan langsung oleh pihak KIP Aceh sendiri. Kata ketua Pokja Tes Kemampuan Membaca Alquran KIP Aceh, Akmal Abzal, SH.I, pemisahan ini merupakan atas saran pihak kepolisian pada KIP Aceh sehari sebelumnya.

“Ini juga setelah mendengar masukan dari pihak keamanan, karena untuk menghindari terlalu sempit perkarangan parker, karena kedua partai tersebut akan datang banyak simpatisan,” kata Akmal Abza, Senin (29/4/2013) di Asrama Haji Banda Aceh.

Selain itu pemisahan ini juga agar Caleg yang sedang mengikuti tes kemampuan membaca Alquran bisa bisa lebih nyaman, sebut Akmal. Selain itu memang kita akui untuk menghindari terjadi sesuatu yang mencederai proses uji kemampuan membaca Alquran ini.

“Ya selama dua hari ini kan berjalan lancar, atas dasar itu juga untuk menghindari kemungkinan terburuk, kita pisahkan lokasinya,” tandasnya. [tgj]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Abu Panton
ACEH UTARA | Samudra News
ULAMA Aceh Teungku Ibrahim Bardan atau Abu Panton, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Herna, Medan, Sumatera Utara, Senin 29 April 2013. 

Pemimpin Dayah Malikussaleh Panton Labu itu menderita penyakit hipertensi. Sebelum dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Herna, Abu Panton sempat dirawat 15 hari di Rumah Sakit Materna, Medan. 

 "Saat ini dalam proses membawa pulang jenazah Abu Panton ke Panton Labu, Aceh Utara," ujar keponakan Abu Panton, Attaillah, saat dihubungi media Senin sore.  

Rencananya, kata dia, pemakaman akan dilakukan di Dayah Malikussaleh, Selasa besok, 30 April 2013.  Sebelum dibawa ke Medan, Abu Panton juga dirawat di Rumah Sakit Bunga Melati, Lhokseumawe. 

Kondisinya sempat normal. Namun setelah itu ia kembali dilarikan ke Medan, lalu selanjutnya berobat ke Penang, Malaysia.[](atjehpost.com)
ULAMA Aceh Teungku Ibrahim Bardan atau Abu Panton, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Herna, Medan, Sumatera Utara, Senin 29 April 2013.
Pemimpin Dayah Malikussaleh Panton Labu itu menderita penyakit hipertensi. Sebelum dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Herna, Abu Panton sempat dirawat 15 hari di Rumah Sakit Materna, Medan.
"Saat ini dalam proses membawa pulang jenazah Abu Panton ke Panton Labu, Aceh Utara," ujar keponakan Abu Panton, Attaillah, saat dihubungi ATJEHPOSTcom, Senin sore.
Rencananya, kata dia, pemakaman akan dilakukan di Dayah Malikussaleh, Selasa besok, 30 April 2013.
Sebelum dibawa ke Medan, Abu Panton juga dirawat di Rumah Sakit Bunga Melati, Lhokseumawe. Kondisinya sempat normal. Namun setelah itu ia kembali dilarikan ke Medan, lalu selanjutnya berobat ke Penang, Malaysia.[](rz)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/04/29/49900/30/30/Ulama-Aceh-Abu-Panton-tutup-usia#sthash.W7fVA89j.dpuf
ULAMA Aceh Teungku Ibrahim Bardan atau Abu Panton, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Herna, Medan, Sumatera Utara, Senin 29 April 2013.
Pemimpin Dayah Malikussaleh Panton Labu itu menderita penyakit hipertensi. Sebelum dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Herna, Abu Panton sempat dirawat 15 hari di Rumah Sakit Materna, Medan.
"Saat ini dalam proses membawa pulang jenazah Abu Panton ke Panton Labu, Aceh Utara," ujar keponakan Abu Panton, Attaillah, saat dihubungi ATJEHPOSTcom, Senin sore.
Rencananya, kata dia, pemakaman akan dilakukan di Dayah Malikussaleh, Selasa besok, 30 April 2013.
Sebelum dibawa ke Medan, Abu Panton juga dirawat di Rumah Sakit Bunga Melati, Lhokseumawe. Kondisinya sempat normal. Namun setelah itu ia kembali dilarikan ke Medan, lalu selanjutnya berobat ke Penang, Malaysia.[](rz)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/04/29/49900/30/30/Ulama-Aceh-Abu-Panton-tutup-usia#sthash.W7fVA89j.dpuf
ULAMA Aceh Teungku Ibrahim Bardan atau Abu Panton, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Herna, Medan, Sumatera Utara, Senin 29 April 2013.
Pemimpin Dayah Malikussaleh Panton Labu itu menderita penyakit hipertensi. Sebelum dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Herna, Abu Panton sempat dirawat 15 hari di Rumah Sakit Materna, Medan.
"Saat ini dalam proses membawa pulang jenazah Abu Panton ke Panton Labu, Aceh Utara," ujar keponakan Abu Panton, Attaillah, saat dihubungi ATJEHPOSTcom, Senin sore.
Rencananya, kata dia, pemakaman akan dilakukan di Dayah Malikussaleh, Selasa besok, 30 April 2013.
Sebelum dibawa ke Medan, Abu Panton juga dirawat di Rumah Sakit Bunga Melati, Lhokseumawe. Kondisinya sempat normal. Namun setelah itu ia kembali dilarikan ke Medan, lalu selanjutnya berobat ke Penang, Malaysia.[](rz)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/04/29/49900/30/30/Ulama-Aceh-Abu-Panton-tutup-usia#sthash.W7fVA89j.dpuf
ULAMA Aceh Teungku Ibrahim Bardan atau Abu Panton, meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Herna, Medan, Sumatera Utara, Senin 29 April 2013.
Pemimpin Dayah Malikussaleh Panton Labu itu menderita penyakit hipertensi. Sebelum dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Herna, Abu Panton sempat dirawat 15 hari di Rumah Sakit Materna, Medan.
"Saat ini dalam proses membawa pulang jenazah Abu Panton ke Panton Labu, Aceh Utara," ujar keponakan Abu Panton, Attaillah, saat dihubungi ATJEHPOSTcom, Senin sore.
Rencananya, kata dia, pemakaman akan dilakukan di Dayah Malikussaleh, Selasa besok, 30 April 2013.
Sebelum dibawa ke Medan, Abu Panton juga dirawat di Rumah Sakit Bunga Melati, Lhokseumawe. Kondisinya sempat normal. Namun setelah itu ia kembali dilarikan ke Medan, lalu selanjutnya berobat ke Penang, Malaysia.[](rz)
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/04/29/49900/30/30/Ulama-Aceh-Abu-Panton-tutup-usia#sthash.W7fVA89j.dpuf
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News
Wacana ibu kota provinsi pindah ke Takengon sudah muncul semenjak 2005 karena Banda Aceh telah luluh lantak akibat gempa bumi dan tsunami. Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh menilai perlu untuk mewacanakan kembali hal ini, sesuai letak geografis, urat nadi kehidupan perekonomian dan pembangunan Aceh akan bisa lebih merata ke seluruh wilayah Aceh. Sekaligus meredam isu pemekaran daerah yang berpotensi menimbulkan konflik. PII Aceh melihat isu pemekaran muncul karena ada kesenjangan pembangunan antar daerah di Aceh.

“kami melihat isu pemekaran itu muncul karena ada kesenjangan pembangunan antar daerah di Aceh” papar Ahmad Yanis Ketua III PII Aceh dalam press release yang dilayangkan ke Samudra News.

Menurutnya, Ada tiga alasan kenapa perlu mempertimbangkan Ibu Kota Aceh ke Takengon, pertama, Pertimbangan politik stabilitas politik di Aceh, kemudian Pertimbangan Sosio-Ekonomi, dan  Pertimbangan Fisik dan Geografis.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan bahwa dari sejarah kita ketahui bahwa, daerah dataran tinggi Gayo yang merupakan benteng alam yang sangat strategis bagi pertahanan pasukan kerajaan Aceh. Dataran ini juga sempat digunakan oleh Sultan Aceh Tuanku Muhammad Daudsyah (1874-1903) beserta pengawalnya maupun tokoh-tokoh penting dalam Perang Aceh, kemudian Panglima Polem dan Cut Nyak Dhien juga pernah bertahan kesini bertahan dari serangan penjajah di pesisir.

Ada banyak contoh Negara yang telah sukses meindahakan Ibu Kota dan Pusat Pemerintahan, diantaranya Malaysia, Brasil, Dan Myanmar. Untuk Aceh, Banda Aceh dijadikan sebagai Pusat Bisnis dan Pusat Pendidikan” tambahnya.

Oleh karena itu, Ahmad Yanis berharap dengan pindahnya Ibu Kota ke Takengon akses daerah ke pusat pemerintahan menjadi lebih dekat terutama yang berada di wilayah perbatasan. Dan wilayah perbatasan dan Selatan Aceh akan lebih terperhatikan, kita mulai dengan pembukaan jalan Blangkejren-Lokop dan Nisam-Takengon. Lalu Beutoeng-Blangkejren, InsyaAllah kita dapat membangun Aceh lebih baik.[Musri/PR]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News
DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Langsa melaksanakan Halqah Islam dan Peradaban (HIP) yang bertajuk “Demokrasi vs Khilafah” di Aula Dakwah STAIN ZCK Langsa, Minggu (28/4).

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yaitu DR. Muhammad Bin A. Bakar, M.A Kepala Prodi Ilmu Politik FISIP Unimal, DR. Arim Nasim, M.Si, Akt Direktur PKPEI UPI Bandung/LM DPP HTI dan keynote spiker DR. Zulkarnaini, M.A Ketua STAIN ZCK Langsa.

Dalam Keynote Spikernya, Ketua STAIN ZCK Langsa DR. Zulkarnaini, M.A memaparkan bahwa kondisi umat Islam sekarang ini sangat jauh mengalami kemunduran dan penjajahan akibat kebodohan. Untuk itu, umat harus segera bebas dari penjajahan intelektual dan bangkit dari kemunduran dengan mengoptimalkan pendidikan. Karena menurutnya, dengan pendidikan akan mampu membebaskan umat dari kebodohan. Seperti kondisi umat Islam di Cordoba dan Baghdad dimasa Khilafah Abbasiyah. Dimana umat Islam menjadi marcusuar dunia yang dikagumi oleh umat manusia.

“kondisi umat Islam mengalami kemunduran dan penjajahan akibat kebodohan. Dan cara untuk mengatasi semua itu adalah dengan pendidikan dan hal itu akan semakin terwujud dengan Khilafah” ungkap Zulkarnaini.

Kemunduran umat Islam merupakan bukti bahwa umat membutuhkan pemimpin yang amanah, umat membutuhkan sistem yang benar-benar mensejahterakan dan umat butuh perubahan. Sistem Demokrasi yang mengatur umat sekarang ini adalah sistem rusak dan tidak mambuktikan kesejahteraan. Suara rakyat adalah suara Tuhan merupakan warna dari sistem rusak tersebut yang tidak boleh diadopsi oleh umat Islam.

Sementara itu pembicara pertama Dr. Muhammad Bin A.Bakar, M.A menjelaskan bahwa esensi kepemimpinan dan pemerintahan dalam Islam harus memenuhi tiga hal yaitu keadilan, tauhid dan dan amanah sebagai esensi kekuasaan. Dimana Syari’ah memiliki supremasi tertinggi.

“untuk mewujudkan kesejahteraan, umat haruslah memilih pemimpin yang paham Islam. Sosok pemimpin itu haruslah memahami tiga hal yaitu keadilan, tauhid juga sadar tentang pertanggungjawabanya di akhir kelak” papar Kepala Prodi Ilmu Politik FISIP Unimal tersebut.

Selanjutnya, pembicara kedua DR. Arim Nasim dalam materinya menjelaskan bahwa Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslimin di dunia untuk menegakkan hukum syara’. Ianya juga menambahkan bahwa Khilafah dibangun dalam empat pilar yakni kedaulatan di tangan syara’, kekuasaan di tangan umat, mengangkat satu orang khalifah menjadi kewajiban atas seluruh kaum muslimin, serta tabanni (adopsi) terhadap hukum-hukum syara menjadi otoritas khalifah. Sehingga esensi Khilafah adalah untuk peneggakan Syariah secara kaffah dan menyatukan umat Islam di seluruh dunia.

Sementara demokrasi lanjutnya, dibangun oleh beberapa pilar diantaranya adalah pemisahan agama dengan kehidupan (sekulerisme), kedaulatan berada ditangan rakyat dan suara mayoritas. Sehingga, inti dari demokrasi adalah menjadikan manusia sebagai Tuhan dalam membuat hukum.

Untuk itu, beliau menyimpulkan bahwa Khilafah adalah satu-satunya bentuk pemerintahan yang wajib ditegakkan oleh umat Islam. Dan mengganti demokrasi yang telah gagal mensejahterakan umat, serta memalingkan manusia dari Syariat Allah.

Selanjutnya acara diakhiri dengan seruan hangat DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa untuk umat dalam rangka menggugah kesadaran umat dan menyatukan potensi umat demi terwujudnya Islam yang menebar rahmat dalam Khilafah Islamiyah dengan ikut serta hadir untuk menyukseskan acara Muktamar Khilafah yang akan diadakan di Stadion Lampineung Kota Banda Aceh pada tanggal 26 Mei 2013.[Musri]


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Halqah Islam & Peradaban tema : Demokrasi vs Khilafah berlangsung di Aula Dakwah STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Minggu (28/4) [samudranews.com]
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News
Wakil Ketua Penegrian Unsam Langsa yang juga mantan Rektor Universitas Samudra Langsa Ir. H. Bachtiar Harun, MS menyampaikan klarifikasinya terhadap isu yang selama ini beredar di seantero kampus, kamis (25/4).

Dalam Surat Klarifikasinya No:28/Pri/unsam/kla/IV/12013 tertanggal 25 April 2013 mengungkapkan bahwa ianya membantah atas berita yang menyatakan dirinya sebagai seorang pengkhianat yang ingin merebut Jabatan Rektor di Universitas Samudra Langsa.

“Berita ini saya terima langsung dari  Dekan Fakultas, aktivis mahasiswa dan pimpinan organisasi mahasiswa lainnya dan ini berita yang mendiskreditkan diri saya” papar Bachtiar Harun dalam suratnya.

Selanjutnya dalam surat klarifikasi tersebut, Bachtiar Harun juga menyampaikan beberapa poin yang bersifat penting diataranya, pada awal Pemilihan Rektor dalam hal ini DRS. Bachtiar Akop, M.Pd sebagai anggota Senat Universitas ianya juga ikut memilih beliau sayangnya yang bersangkutan tidak mengakuinya.

Menyangkut Pejabat Rektor PTN, Bachtiar Harun menyatakan pemah mengajak rektor untuk membahas jabatan Rektor pasca PTS bahwa jabatan Rektor harus bergelar Doktor sesuai Peraturan Mendiknas Nomor 24 Tahun 2010 tanggal 4 Oktober 2010 dengan tujuan kita cari Putera Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang yang bergelar Doktor dan mempunyai komimen Membangun dan mengembangkan Unsam era PTN kelak. Dalam hal ini lanjutnya,  Bachtiar Akop menjawab bahwa dia telah dijanjikan mtuk untuk menjabat rektor walaupun Bergelar Master.

“Saya pikir kalau mendiknas berkehendak Sah-sah saja karena beliau yang membuat Peraturan” Lanjut Mantan Rektor ini.

Selain itu, dalam poin berikutnya Bachtiar Harun juga membantah ungkapan Bachtiar Akop akhir Januari 2013 lalu kepadanya yang bahwa ianya pernah menulis surat ke Mendiknas untuk minta jabatan Rektor dan ingin merebut jabatan tersebut darinya (Bachtiar Akop-red). Bachtiar Harun mengaku tidak ada membuat permohonan yang ada menurutnya hanya pengiriman Curiculum Vitae.

“Selama Unsam masih berstatus PTS tidak akan saya ganggu. Silahkan selesaikan masa Jabatan Rektor sampai selesai dan kalau sudah menjadi PTN bila memenuhi syarat itu cita-cita saya dan biarkan orang lain yang menilai apakah diri saya seorang pengkhianat atau tidak” tutup Bahctiar Harun [Musri/Yuswardi]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - “Umat muslim itu haruslah memiliki kepribadian islam sehingga muslim tidak hanya pintar secara keilmuan tapi juga memiliki spiritual yang tinggi. Muslim dituntut untuk kreatif, komunikatif, kooperatif dan komprehensif karena umat muslim itu adalah umat terbaik yang diciptakan untuk manusia” papar Dekan Fakultas Pertanian UNSAM Ir. Syukri M Ali dalam sambutannya pada pembukaan Training IPK 4 yang dilaksanakan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Langsa bersama Forum Kajian Az Zahra Unsam Langsa di Aula Teknik Universitas Samudra Langsa, Minggu (21/4).


Acara yang dihadiri oleh lebih dari 80 peserta dari berbagai kampus se Kota Langsa diawali dengan penampilan nasyid oleh “Voice the struggle” dengan lagu yang berjudul Bingkai Kehidupan. 

Erinawati
Dalam sesi pertama, seorang trainer Erinawati dalam materinya “The Trilogy Of Life”menyampaikan bahwa untuk mendapatkan mendapatkan IPK (Indeks prestasi Komulatif) 4 adalah dengan terlebih dahulu mengetahui dari mana asal manusia, untuk apa manusia diciptakan, dan akan kemana manusia setelah meninggal. Jika pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jawaban yang benar maka hal itu akan merubah motivasi kuliah seseorang yang berefek kepada cara belajar yang kemudian berimbas kepada nilai Indeks prestasi yang memuaskan. 


“tiga dasar inilah yang harus lebih dahulu ditanamkan dalam diri kita dengan benar dan jika semua itu telah terjawab dengan benar maka akan terus menimbulkan efek positif yang berubah menjadi motivasi kuliah seseorang yang kemudian tentunya berimbas kepada nilai Indeks prestasi yang memuaskan” Jelas Erinawati.


Ernita
Selanjutnya pada sesi kedua yang disampaikan Dika Ernita, S.Pd dalam materinya “Get The Guidance Easier menjelaskan bahwa sebagai hamba Allah tentu sudah menjadi kewajiban untuk menaati segala peraturan yang diturunkan-Nya karena kelak semua aktivitas kita di dunia akan dipertanggungjawabkan dihdapan Allah SWT. 

“Dalam lingkungan pendidikan juga harus demikian, kita harus memahami apa yang kita pelajari dan lakukan sehingga itu dapat dipertanggung jawabkannya diakhirat kelak, dan Ketika tujuan akhir seorang muslim adalah akhirat maka dunia akan dia dapatkan (Nilai Bagus)” jelasnya Ernita 

Selain itu, ditengah-tengah sesi acara, panitia kegiatan ikut juga menampilkan lantunan puisi “Getarkan Nurani Anak Bangsa” sebagai salah satu upaya mengungkapkan kebobrokan negeri ini  yang tidak menerapkan aturan Allah SWT.

Suci
Sesi terakhir Training IPK 4 tersebut Suci Dwi Siregar, S.Pd trainer ketiga dalam materinyabecoming transformation student menyampaikan bahwa untuk menjadi mahasiswa yang luar biasa dengan memperoleh prestasi dunia akhirat, setiap mahasiswa haruslah memiliki misi untuk mengembalikan kegemilangan Islam dengan mendakwahkan Islam secara kaffah karena Islam pernah menjadi peradaban gemilang dimana umat Islam diwaktu itu pun memperoleh prestasi yang luar biasa. Untuk itu, jika ingin berIslam secara Kaffah hanya dapat dilakukan dengan mengajak seluruh umat muslim yang ada di Dunia khususnya Indonesia untuk menerapakan aturan islam ini dalam naungan Daulah Khilafah (institusi Negara yang menerapkan aturan-aturan islam) karena hanya dengan Daulah Khilafah Islamiyahlah kegemilangan Islam bisa kembali dan mahasiswa Islam diseluruh penjuru dunia akan mampu meraih prestasi yang luar biasa. 

Selain itu, training yang bertema Training IPK4 (Integrated Personality: Kreatif, Komunikatif, Kooperatif, Komprehensif) juga diikuti oleh beberapa siswi SMA Kota Langsa.[Musri/Rica Yunita]






 
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


Baitul Mal Aceh menyediakan beasiswa penuh untuk tingkat SLTP dan SLTA yang bersumber dari dana zakat senif Ibnu Sabil dengan jumlah orang yang dibutuhkan sebagai berikut :

1.       BEASISWA PENUH TAHFIDH AL QURAN TINGKAT SLTP SEBANYAK 10 ORANG
2.       BEASISWA PENUH TAHFIDH AL QURAN TINGKAT SLTA SEBANYAK 10 ORANG
3.       BEASISWA PENUH KEWIRAUSAHAAN  TINGKAT SLTA SEBANYAK 10 ORANG

 Adapun kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai berikut :

1.    BEASISWA PENUH TAHFIDH AL-QURAN TINGKAT SLTP

Kriteria penerima beasiswa :
1.       Berasal dari keluarga miskin
2.       Berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar
3.       Lulusan SD/Sederajat Tahun 2013
4.       Mampu mebaca Al-Quran dengan baik dan benar
5.       Bersedia melanjutkan pendidikan di Pesantren/Dayah yang ditetapkan Baitul Mal Aceh
6.       Bersedia mengikuti semua mekanisme dan aturan yang ditetapkan Baitul Mal Aceh
7.       Lulus verifikasi dari Tim Baitul Mal Aceh

Persyaratan yang harus dilengkapi :

1.       Surat Keterangan Keluarga Miskin yang dikeluarkan Geuchik
2.       Foto copy Kartu Keluarga
3.       Foto copy KTP Orang Tua/Wali
4.       Foto copy NISN
5.       Foto copy Kartu Ujian Nasional
6.       Pas foto ukuran 3x4 sebanyak 1 lembar
7.       Mengisi formulir yang telah disediakan (formulir dapat diunduh disini )

2.    BEASISWA PENUH TAHFIDH AL-QURAN TINGKAT SLTA

Kriteria penerima beasiswa :
1.       Berasal dari keluarga miskin
2.       Berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar
3.       Lulusan SLTP/Sederajat Tahun 2013
4.       Mampu mebaca Al-Quran dengan baik dan benar
5.       Bersedia melanjutkan pendidikan di Pesantren/Dayah yang ditetapkan Baitul Mal Aceh
6.       Bersedia mengikuti semua mekanisme dan aturan yang ditetapkan Baitul Mal Aceh
7.       Lulus verifikasi dari Tim Baitul Mal Aceh

Persyaratan yang harus dilengkapi :

1.       Surat Keterangan Keluarga Miskin yang dikeluarkan Geuchik
2.       Foto copy Kartu Keluarga
3.       Foto copy KTP Orang Tua/Wali
4.       Foto copy NISN
5.       Foto copy Kartu Ujian Nasional
6.       Pas foto ukuran 3x4 sebanyak 1 lembar
7.       Mengisi formulir yang telah disediakan (formulir dapat diambil di kantor Baitul Mal Aceh atau di website atau disini )
 
3.    BEASISWA PENUH KEWIRAUSAHAAN TINGKAT SLTA

Kriteria penerima beasiswa :
1.       Berasal dari keluarga miskin
2.       Berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar
3.       Lulusan SLTP/Sederajat Tahun 2013
4.       Mampu mebaca Al-Quran dengan baik dan benar
5.       Bersedia melanjutkan pendidikan di Pesantren/Dayah yang ditetapkan Baitul Mal Aceh
6.       Bersedia mengikuti semua mekanisme dan aturan yang ditetapkan Baitul Mal Aceh
7.       Lulus verifikasi dari Tim Baitul Mal Aceh

Persyaratan yang harus dilengkapi :

1.       Surat Keterangan Keluarga Miskin yang dikeluarkan Geuchik
2.       Foto copy Kartu Keluarga
3.       Foto copy KTP Orang Tua/Wali
4.       Foto copy NISN
5.       Foto copy Kartu Ujian Nasional
6.       Pas foto ukuran 3x4 sebanyak 1 lembar
7.       Mengisi formulir yang telah disediakan (dapat diambil di kantor Baitul Mal Aceh atau diunduh di website atau disini )
 
Proses Pengajuan Beasiswa :
Berkas persyaratan diantar langsung ke Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Lantai II Kantor Baitul Mal Aceh, Jalan T. Nyak Arief (Komplek Keistimewaan Aceh), Jeulingke, Banda Aceh 23115. Berkas diterima sejak tanggal 18 s/d 26 April 2013, setiap jam kerja (pukul 09.00 WIB s/d 16.00 WIB).

Hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan pada saat pendaftaran.

www.baitulmal.acehprov.go.id
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Assalamu'alaikum
 
Salam mahasiswa!
 
Forum Kajian Az Zahra UNSAM bekerja sama dengan Muslimah Hizbut Tahrir chapter kampuz Kota Langsa

mempersembahkan

Training Luar Biasa

 bagi mahasiswi muslim yang ingin memiliki IPK 4
 (Integrated Personality Kreatif Komunikatif Kooperatif & Komprehensif).

MINGGU, 21 April 2013, 
pkl 8.30 - 16.00 WIB
di Aula Teknik UNSAM Langsa

Menghadirkan 3 pemateri yg oke2, multimedia keren, nasyid "voice of struggle", lakonisasi puisi, games "petualangan harta", video kebangkitan pemuda & masih banyak lagi. 

Pastikan anda menjadi bagian dari acara luar biasa ini.TIKET Rp.15.000.
Bagi 50 peserta pendaftar pertama tiket hanya Rp.10.000

Anda sudah mendapatkan : 
Sertifikat, Makan Siang, Snack, Minuman dll. 

Buruan daftar karena peserta terbatas!
 
Pendaftaran hubungi no : 0852 7594 3734

KHUSUS MUSLIMAH