Agustus 2013
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Pontianak | SamudraNews : Latihan Teknis Fungsi satuan sangat penting dan harus dilaksanakan, agar tercapainya tujuan memelihara dan meningkatkan kemampuan perorangan menjadi seorang prajurit yang profesional dibidangnya, guna mendukung pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas pokok yaitu menyampaikan informasi secara benar dan profesional.

PHOTO PENDAM XII [alam]
"Tugas penerangan ini dan di masa yang akan datang semakin konplek, oleh karenanya tuntutan profesionalisme sangat diperlukan" demikian antara lain dikatakan Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Desius, S.E, dalam amanatnya yang dibacakan Wakapendam XII/Tpr Drs. Rolando Mangatas, S.E, ruang saat pelaksanaan Latihan Teknis Fungsi Satuan, di ruang Pendam XII/Tpr, (29/8).

Sementara Kaurmedmas Pendam XII/Tpr Kapten Inf Didin Saripudin, S.Pd salah saorang Perwira di Pendam XII/Tpr saat memberikan materi tentang “Kemitraan Dengan Media Massa" mengatakan Kemitraan adalah hubungan kerjasama antara dua pihak atau lebih, berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan. Adanya kemitraan diharapkan bisa meningkatkan kualitas Penerangan Angkatan Darat dalam menginformasikan program-program TNI Angkatan Darat melalui media massa baik elektronik maupun cetak.

adapun tujuan pemberian materi kemitraan dengan media massa ini untuk meningkatkan rasa saling pengertian, saling percaya, saling memerlukan, meningkatkan rasa kedekatan, membuka peluang saling membantu, meningkatkan daya kemampuan dan kekuatan, meningkatkan rasa saling menghargai, ciptakan saling asah, asih dan saling asuh antara antara kedua pihak atau lebih.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan secara gamblang pengembangan kemitraan dengan media, keprofesionalan, fungsi media dalam kemitraan. Peranan media, pola hubungan media masa dan Penerangan Angkatan Darat, media sebagai penyeimbang, pengawasan dan pengendalian serta faktor-faktor yang mempengaruhi kemitraan.

penyampaian materi tersebut dilaksanakan setelah adanya pengarahan oleh koodinator latihan teknis fungsi satuan Pendam XII/Tpr Kasipenum XII/Tpr Mayor Arh MN. Komarudin.[alam]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Pontianak | SamudraNews - Peningkatan Pelayanan publik merupakan persoalan penting yang harus mendapat perhatian serius semua pihak sebagai upaya menuju perubahan yang lebih baik.

Serasehan Anak Muda dalam upaya wujudkan Pemilukada Damai [alam]
Hal tersebut dikatakan DR. Zulkarnaen, dosen FISIP Universitas Tanjungpura Pontianank (UNTAN) saat berlangsung acara Serasehan Anak Muda yang mengangkat tema Mewujudkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak yang Adil, Demokrasi dan Bermartabat yang digelar di D'campion jalan Imam Bonjol (28/8).

"Pelayanan Publik harus mampu memberikan pelayanan kepada pihak swasta sehingga tidak menghambat proses pembangunan dengan kemitraan antara pihak swasta dan pemerintah" ungkapnya.

ia juga berharap adanya peraturan daerah yang mampu mendukung pihak swasta guna membangun daerah kearah yang lebih maju untuk itu Visi dan Misi Calon Walikota dan wakil Walikota jangan hanya berupa wacana belaka namun benar-benar dapat dilaksanakan dan jangan sampai pelaksanaan tersebut tidak terukur.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh sejumlah organisasi mahasiswa se Kota Pontianak diantaranya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMKI (Gerakan Mahasiswa Katholik Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan PMKRI (Persatuan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia).

Dalam kesempatan tersebut Sumadi Ketua GMNI Pontianak mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam berpolitik karena melihat pemuda saat ini masih banyak yang  apatis, sehingga diharapkan mahasiswa dan pemuda mampu memiliki peran serta dalam upaya mendorong pembangunan, serta ikut serta mengawasi pemilihan Walikota Pontianak agar tidk terjadi kecurangan sebagaimana yang kerap terjadi disejumlah daerah di tanah air.

Hal lain disampaikan Ahmad Saufi Ketua HMI Pontianak, dimana perlunya penyatuan Visi dan Misi para calon berkaitan dengan pelayanan publik

"Kita semua perlunya melakukan pengawasan dan kontrol sehingga Pemilukada memiliki kwalitas yang baik dengan sosok pemimpin yang diharapkan masyarakat dan elemen mahasiswa serta pemuda yang tergabung dalam aksi-aksi diskusi dalam rangka memfasilitasi untuk menyampaikan aspirasi pemuda dan mahasiswa melalui rekomendasi agar kedepan pelayan publik jauh lebih baik." lanjut ahmad Saufi.

Sementara Lorensius Gery Ketua PMKRI Pontianak mengajak para pemuda dan mahasiswa mengawal demokrasi dan berperan aktif mengahadapi pesta demokrasi (Pemilukada),  melihat pesta demokrasi menjadi tanggung jawab bersama serta Visi dan Misi calon Walikota Pontianak merupakan baro meter pembangunan Kalintan Barat sehingga masih banyak persoalan dan permasalahan yang harus ditata kembali

"Saat ini bukan waktunya untuk aksi turuk kejalan  namun aksi diskusi-diskusi yang dapat mengokomodir kritik dan saran bagi pemerintah sebagai kontrol pelayanan publik kita utamakan," ungkapkan

sedangkan Antonius Ketua GMKI Pontianak menyampaikan bahwa Pontianak sebagai barometer Kalbar dan kemajuan pembangunan dimana masih banyak pelayanan publik yang perlu perbaikan untuk itu dirasakan perlunya peningkatan pembangunan sehingga harus mampu memilih seorang pemimpin yang membangun, dan banyaknya pelayanan publik yang belum dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. [alam]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Seperti telah diberitakan secara luas, pembantaian terhadap rakyat sipil di Suriah terjadi lagi. Kali ini menimpa rakyat di daerah Ghoutah Timur, di pinggiran kota Damaskus. Menurut saksi mata, daerah pemukiman penduduk di sana dibom dengan roket yang membawa gas kimia. Akibatnya, tidak kurang dari 1.300 orang, termasuk anak-anak dan balita, meninggal seketika. Sementara lebih dari 3600 orang luka-luka. Khalid Mahmoud, seorang dokter di wilayah tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu, bahwa zat kimia yang ditembakkan adalah gas sarin. Para korban menunjukkan gejala sesak napas, muntah, pelebaran pupil dan kehilangan kesadaran sebelum akhirnya meninggal.


George Sabra, pemimpin Komisi Nasional Suriah, seperti yang dilangsir http://www.middleeastmonitor.com (21/8), menuduh pasukan pemerintah telah melakukan serangan itu. Komisi juga menyatakan bahwa pasukan rezim juga telah menyerang wilayah Maliha Jobar, Mudameyet el Syam dan Darya di ibukota dengan senjata berat.

Meskipun rezim Bashar Assad – seperti biasa membantah melakukan serangan ini – namun mengingat trackrecord nya yang kejam, tak pelak pelakunya tidak lain adalah rezim Bashar Assad la’natullah alayhim.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia bersama umat pada hari ini melakukan aksi damai di depan Kedubes Suriah di Jakarta untuk memprotes tindakan keji itu, dan  menyatakan:
  • Mengutuk pembantaian rakyat Suriah sebagai tindakan dzalim dan kejam yang sangat bertentangan dengan syariat Islam dan kewajiban yang semestinya dijalankan oleh penguasa sebagai pelindung rakyatnya. 
  •  Mendesak kepada penguasa  negeri-negeri muslim untuk mengambil tindakan yang semestinya untuk menghentikan tindakan kejam rezim Bashar Assad yang telah berulang kali dengan sangat keji membantai rakyatnya sendiri. 
  • Menyerukan kepada seluruh umat Islam di negeri ini khususnya, untuk berjuang dengan sungguh-sungguh guna menghentikan setiap rezim yang dzalim dan mengganti sistem sekuler – kapitalis yang telah terbukti sebagai sumber dari penderitaan umat dan munculnya berbagai macam problematika kehidupan seperti kemiskinan, kemerosotan moral, korupsi, ketidakadilan dan kedzaliman dan sebagainya, dengan sistem Islam melalui penerapan syariah dan khilafah. Inilah sistem satu-satunya yang akan membawa rahmat atau kebaikan bagi seluruh alam semesta.


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
 
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24). [Musri]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Aceh Utara | SamudraNews - Aceh Utara | Samudranews : Kasus HIV-AIDS di Aceh mencapai 117 kasus, kusus tertinggi barada di Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah 33 kasus atau 28 persen.

"Penularan HIV-AIDS dapat terjadi melalui transeksual, horizontal dan vertikal" kata Fadhli Djailani, Program Manager Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) saat dihubungi Samudranews melalui handphone, selepas mengisi kegiatan Penyuluhan Bersama dengan Kodim 0103 Aceh Utara tetang HIV-AIDS di Alua Makodim setempat, (26/8).

Penyuluhan HIV-AID di Aula Makodim 0103 Aceh Utara, Senin 26/8/2013. [dok.YPAP]
Menurut Fadhli, bila transeksual jelas akibat bergonta-ganti pasangan, sedangkan penularan secara  horizontal sama halnya seperti antara ibu dan anak balita, dimana ketika siibu yang sedang mengandung atau menyusui tertular HIV-AIDS maka si anak juga akan tertular.

"secara vertikal bisa berupa tranfusi darah atau peralatan medis yang tidak steril." lanjutnya

Melihat cara penularan penyakit HIV-AIDS ini, Fadhli berpendapat perlunya upaya sosialisasi terhadap seluruh lapisan masyarakat secara berkesinambungan, tidak terkecuali terhadap TNI.

"Jadi bukan saja penyuluhan atau sosialisasi tentang penyakik HIV-AIDS yang perlu diketahui seluruh lapisan  mansyarakat, tetapi peningkatan iman dan taqwa juga sangat penting untuk tidak tertularnya penyakit ini." terangnya.

Kegiatan tersebut dihadiri 35 orang dari prajurit TNI di lingkungan Kodim 0103 aceh Utara. Kegiatan ini juga merupakan agenda kerja sama antara YPAP dengan Kodim 0103 Aceh Utara dan rencananya akan diselenggarakan setiap bulannya dengan peserta yang berbeda.

"Dengan dibangunnya kerjasama ini, kami berharap prajurit TNI lebih memahami apa dan bagaimana itu HIV-AIDS"pungkas Fadhli, optimis.(red)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
 
.:: UNDANGAN TERBUKA ::.

LIQA SYAWAL HIZBUT TAHRIR BERSAMA ULAMA DAN UMAT dengan Tema : Raih Kemenangan Hakiki, Bersatu Berjuang Menyongsong Perjuangan Besar Dunia Menuju Khilafah

Bersama Pembicara :
1. Tgk. H. ABDULLAH RASYID (Anggota MPU Provinsi Aceh)
2. Ust. FATIH AL-MALAWY (Lajnah Khasnah Ulama (LKU) SUMUT)

Waktu :
SABTU, 31 Agustus 2013
Pukul : 20.00 Wib (Ba'da Isya)

Tempat : di Halaman Mesjid Darul Falah Langsa
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News - Seperti telah luas diberitakan, akhirnya pihak militer Mesir membuktikan ancamannya. Dengan brutal, pada Rabu, 14 Agustus lalu, mereka menembaki para demonstran yang tengah melakukan aksi damai di lapangan Rabiah al Adawiyah dan bundaran al Nahdhah, Kairo, Mesir, memprotes kudeta Presiden Muhammad Mursi baru lalu dilakukan oleh militer. Menurut pemerintah Mesir, ratusan orang meninggal dan luka-luka. Tapi menurut pihak Ikhwanul Muslimin, sebagaimana yang dikutip stasiun televisi Aljazeera (14/8), terdapat lebih dari 3000 tewas dan belasan ribu luka-luka akibat serangan keji dan mengerikan itu. Sebagian besar korban terbunuh akibat tembakan peluru. Sebagian mayat bahkan hangus terbakar. Diantara korban, terdapat tiga orang jurnalis yang tewas ditembak saat tengah bertugas.

Melalui aksi brutal ini, lagi-lagi membuktikan militer Mesir telah menjadi mesin pembantai rakyat Mesir yang seharusnya dilindunginya. Secara resmi AS telah mengecam aksi itu, tapi tindakan militer Mesir ini tidaklah lepas dari restu AS, karena AS memang senantiasa mendukung militer Mesir sejak era Gamal Abdul Nasir, Anwar Sadat dan Husni Mubarak. Selama lebih dari 30 tahun, pemerintah AS terus menyalurkan bantuan militer ke Mesir. Bantuan ini merupakan bantuan kedua terbesar yang dikeluarkan Negara Paman Sam setelah ke Israel; termasuk bantuan mesin perang dan jet-jet tempur F-16. Selain itu terdapat 500 pejabat militer Mesir yang menempuh pascasarjana militer di Amerika setiap tahun. Bahkan pria yang memimpin militer dan menggulingkan Mursi adalah alumni US Army War College di Pennsylvania.

Sikap hipokrit juga ditunjukkan oleh Amerika Serikat yang sepertinya mengecam pembunuhan masal militer, namun di sisi lain Amerika Serikat sendiri tidak pernah menyatakan pelengseran Mursi ini sebagai kudeta militer. Negara itu justru menegaskan akan menjalin hubungan dengan pemerintah baru pasca Mursi yang dibentuk militer. Melihat kedekatan militer Mesir dengan Amerika Serikat hampir bisa dipastikan seluruh tindakan militer Mesir termasuk dalam penggulingan Mursi dan aksi pembantaian itu tetap dalam restu negara imperialis Amerika Serikat. Dan bukan hanya kali ini saja AS akan mendukung rezim-rezim bengis di dunia, termasuk di dunia Islam, yang menjadi boneka mereka selama masih menguntungkan kepentingan AS.


Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
1.  Mengutuk keras pembantaian oleh militer Mesir terhadap rakyat Mesir. Jelas sekali, tindakan tersebut sangat tidak layak dilakukan oleh pihak militer yang keberadaannya semestinya harus melindungi rakyat. Tindakan itu juga sangat bertentangan dengan ketentuan syariat Islam. Membunuh jiwa tanpa alasan syar’iy bagaikan membunuh manusia keseluruhan.
2. Mengutuk sikap hipokrit negara-ngera Barat, khususnya AS, yang satu sisi selalu menyerukan demokrasi tapi di sisi lain mendukung tindakan militer Mesir yang menggulingkan Presiden Mursi yang telah dipilih secara demokratis. Satu sisi mereka selalu menyerukan penghormatan terhadap HAM, tapi disisi lain tidak bertindak secara semestinya, bahkan cenderung membiarkan dan dibelakan secara diam-diam mendukung, tindakan brutal militer Mesir yang membantai ribuan rakyat Mesir.
3. Menyerukan kepada umat Islam untuk berjuang dengan sungguh-sungguh bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah karena hanya inilah yang akan mengembalikan kejayaan Islam. Dan perjuangan itu dilakukan hanya melalui jalan atau metode yang telah ditunjukkan oleh baginda Rasulullah SAW. Umat Islam harus menolak cara-cara yang ditentukan oleh Barat, termasuk jalan demokrasi, yang pada faktanya jalan itu hanya untuk kepentingan mereka. Ketika melalui jalan itu, kekuatan politik Islam naik ke tampuk kekuasaan, mereka tak segan dengan segala cara akan menghentikannya, seperti yang terjadi pada FIS di Aljazair atau Erbakan di Turki, dan kini di Mesir. Jelas sekali jalan itu penuh dengan kebohongan dan kebusukan. AS, dan negara Barat, akan melakukan apapun terhadap siapapun yang mengancam kepentingan politiknya atau bertentangan dengan kepentingan penjajahannya pihak itu meskipun terpilih secara demokratis.


Disebarkan oleh DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Langsa
Ketua DPD II HTI Kota Langsa

I Q B A L, S.HI
Hp : 085260943053 email : kick_1924fight@yahoo.co.id

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON MAHASISWA BARU UNIVERSITAS SAMUDRA 2013/2014

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Foto Ilustrasi
ACEH BESAR | Samudra News - Perang terhadap kemiskinan secara terus menerus dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya. Secara keseluruhan kegiatan tersebut adalah dalam rangka percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Nangkis), demikan diungkapkan OC-1 KMW Provinsi Aceh Kabupaten Aceh Besar, Taufiqqurahman dalam pers rilis yang disampaikan melalui email ke redakasi Samudra News.

Lebih lanjut dikatakan penanggulangan kemiskinan tidak akan efektif bila dilakukan secara sektoral ataupun parsial. Namun penanggulangan kemiskinan dengan prinsip kemitraan sangat efektif. Dengan demikian dapat diambil sebuah konklusi, salah satu cara untuk memercepat tercapaianya tujuan penanggulangan kemiskinan adalah membangun kemitraan antara semua komponen dan stakeholder di tingkat nasional maupun di tingkat daerah dalam Nangkis.

Persoalan kemiskinan tidak hanya persoalan sandang, papan dan SDM, tetapi juga memuat semua aspek, baik dari segi ekonomi, lingkungan, sosial, politik dan Pertahanan Keamanan (Hankam). Maka dari itu, kemiskinan tidak bisa ditanggulangi hanya oleh salah satu pihak, dalam hal ini pemerintah atau masyarakat saja, tetapi harus dilakukan melalui kerja sama dan kemitraan antara masyarakat, pemerintah dan sektor swasta.

“Untuk itu kami dari PNPM-MPk Kab.Aceh Besar mengajak semua pihak LSM (NGO), pihak swasta, Dunia Usaha, perorangan juga ikut berperan aktif dan mengambil bagian dalam aksi penanggulangan kemiskinan ini secara nyata bukan hanya slogan belaka.” sebut Taufiq.
Sebagaimana data yang diperoleh ditahun 2013 PNPM-MPk Kab.Aceh Besar kembali Alokasi dana BLM (Bantuan langsung Masyarakat) sebesar Rp.1.450.000.000 dengan perincian Rp.1.377.500.000 sumber APBN sedangkan Rp. 72.500.000 sumber APBK Aceh Besar diperuntukan untuk 12 gampong di Kecamatan Krueng Barona Jaya.

Tahap 1 telah diluncurkan sebesar Rp.870.000.000 sumber APBN untuk 12 gampong di Kecamatan Krueng Barona Jaya dipergunakan untuk Penataan Infrastruktur Permukiman di kantong kantong kemiskinan yang ada digampong bersangkutan (kegiatan-kegiatan fisik seperti pembangunan Jalan setapak, saluran drainase, sarana air bersih) sehingga membuka lapangan kerja bagi 313 orang warga miskin setempat dengan bekerja pada proyek-proyek tersebut. Dengan harapan warga miskin dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama ramadhan dan menyambut hari raya idul fitri 1434 H. Sedangkan Tahap 2 masih dalam proses pencairan ke gampong sebesar Rp.507.50.000,- juga bersumber APBN untuk 12 gampong di Kecamatan Krueng Barona Jaya dipergunakan untuk Penataan Infrastruktur Permukiman yang bersifat fisik dengan harapan warga miskin dapat bekerja di proyek-proyet tersebut memenuhi kbutuhan hidupnya seharihari juga persiapan datangnya lebaran idul adha 1434 H, Kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi sebagai tempat belajar dan latihan secara langsung bagi warga miskin dalam bidang pertukangan (kayu, Batu dll), disamping itu mendapatkan upah kerja secara optimal. [red]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
Oleh : SYAHZEVIANDA

GENAP delapan tahun sudah cerita dibalik apa pengharapan Rakyat Aceh tentunya, sesuai dengan keinginan, semangat dan sebuah cita-cita yang telah menjadi kesepakatan bersama, tepat tanggal 15 Agustus 2005 telah terlintas ditelinga penghuni alam semesta bahkan, dunia, Rakyat Indonesia dan terkhusus bagi Rakyat Aceh yang mengelu-elukan itu, kesaksian sebuah penuntasan tangis yang berpuluh-puluh tahun lamanya telah berakhir dimeja perundingan dengan melibatkan banyak tokoh, tidak tanggung-tanggung, semua mata terbelanga menyaksikan peristiwa yang sangat bersejarah bagi Kami Rakyat Aceh pada hari.

Eksekutor-eksekutor handal telah disiapkan dari masing-masing pihak menuju meja perundingan, termasuk para fasilitator-fasilitator unggul dan hebat dibidangnya diterjunkan langsung untuk mengukir sejarah dikala itu, sehingga menghasilkan sebuah keputusan-keputusan yang memang didapat dari kesepakatan kedua belah Pihak untuk mengakhiri masa konflik yang sangat mengharukan bagi Rakyat Aceh.

Dengan perundingan dan bersama juru-juru yang mumpuni, serta tak luput dari perhatian pihak asing juga, Aceh secara de facto & de jure telah usai bermandi air mata yang hampir kering dan berlumur darah. Ditambah lagi dengan kondisi Aceh kala itu sedang direndung duka mendalam, teguran Allah dengan datang musibah bencana Gempa dan Tsunami tanggal 26 Desember 2004, sangat tragis menyita perhatian jutaan pasang mata pada saat itu.

Allah berkehendak lain, dengan segala kerendahan hati masing-masing pihak yang ingin mengakhiri perseturuan, dengan ridha-Nya pula lah proses Penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) berjalan dengan lancar di Helsinki. Kita harus mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang berkecimpung langsung dalam proses penandatangan tersebut, tuntas sudah satu problem yang dirasakan bertahun-tahun, guna tidak menambah tangis duka yang baru saja telah meluluhlantakkan beberapa kawasan di Aceh, berkat do'a dan semangat yang kuat itu pula Aceh telah mengakhiri masa-masa suramnya yang selalu dihiasi oleh suara dentuman senjata selama bertahun-tahun.

Setelah tereduksi semua butir-butir kesepakatan antara para pihak, Yang selanjutnya di amanahkanlah (MOU) tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, untuk dapat diimpelementasikan sesuai dengan isi perjanjiannya.

Kita tidak bicara kebelakang, sudah barang tentu sakit itu terkadang masih meninggalkan rasa ngilu walau tak terlihat lagi luka dipermukaan, mustahil juga bekas itu langsung hilang begitu saja, butuh proses untuk itu semua, perlahan mari kita yang mengobati luka lama yang dulu pernah bersarang di Bumi Serambi Mekah ini. Bukan hanya nyawa yang melayang saat itu, perekonomian kala itupun tidak stabil, proses belajar mengajar hampir lumpuh, menyisakan yatim dan janda konflik, psikologis dan mental Rakyat Aceh agaknya memang terpukul pada masa pahit itu.

Jika diibaratkan, Seorang anak dituntut patuh pada orang tuanya, ketika anak sakit itu merupakan tanggungjawab sang orang tua, sama halnya dengan Pemerintah Pusat memperlakukan Aceh secara arif dan bijaksana sesuai butir-butir yang telah disepakati. Aceh saat ini memang seperti anak yang ingin sekali dimanja, karena terlalu letih menghadapi kehidupan, perasan keringat yang bercucuran terus-menerus, yang hanya selalu diberikan iming-iming saja, anggap saja anak tersebut baru usai menangis dan semua keinginannya harus dipenuhi, akibat orang tua yang kurang memahami keinginan sang anak.

Intinya apa? Delapan tahun sudah semangat perdamaian ini berjalan mengitari waktu, tentu serbesit sebuah harapan-harapan yang seharusnya kini menjadi kenyataan dan sudah dinikmati oleh Rakyat Aceh, kita tinggal preview kembali nilai-nilai dari yang telah diamanatkan MOU-Helsinki tersebut. Sekarang yang harus kita ketahui bersama adalah sebenarnya Keberpihakan MUO itu sendiri berkedudukan pada siapa? Apa hanya untuk kalangan tertentu? Bukan pada Rakyat Aceh umumnya, atau dirancang sedemikian rupa hanya untuk menaungi kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan elite di Aceh?

Melihat dari materi-materi yang terkandung didalamnya, Konon katanya itu semua adalah bertujuan tak lain dan tak bukan adalah semata-mata untuk kesejahteraan dan kemakmuran Rakyat Aceh. Namun halnya itu semua terlaksana & terealisasi dengan adanya dukungan semua pihak-pihak, lembaga, tokoh, ulama dan sebagainya yang ada di Aceh. Bukan lagi menunjukkan otot tuan-tuan sekalian yang dahulu mengakui perjuangannya didepan khalayak ramai. Jika memang anda merasa pejuang yang punya watak mulia, berjuanglah saat ini untuk kepentingan Rakyat Aceh, ambil semua Program Pro-Rakyat yang ada di Pusat, bawa pulang kesini, tunjukkan pada kami, buat kami percaya dan yakin. Jangan malah membuat keruh suasana karena anda belum kebagian jatah, jangan sampai masyarakat berpikir miris tentang apa-apa yang telah anda lakukan dimasa ketika berjuang dulu, kenapa dahulu anda mampu bersama-sama mengorbankan nyawa bahkan, kini gara-gara hanya sebuah kedudukan, politik, proyek dan sebagainya, menimbulkan perspektif negatif yang berujung pada permusuhan antara kawan? Apa itu kesimpulan sebuah perjuangan? bukan cara itu ''Hai Adun'',  kuburlah itu dalam-dalam.

Jangan lagi kita membuat kebodohan-kebodohan yang sengaja dipolitisir oleh oknum yang ingin memecahbelahkan ''Geutanyoe'', perjalanan kita masih panjang untuk kedepannya, bersama kita makmurkan rakyat Aceh dengan tangan kita sendiri, jangan lagi didikte oleh pihak-pihak yang hanya ingin mencari keuntungan semata di bumi Seramoe Mekah ini, tak mendapat intervensi asing bukan berarti tak hebat, SDM Aceh saat ini sangat memadai untuk membasmi kemiskinan dan pengangguran di Aceh, itu semua tak lepas dari Perhatian Pemerintah Pusat yang sudah seharus dan sepantasnya menyajikan berbagai Regulasi terkait amanah dari MOU-Helsinki 15 Agustus 2005, sedianya Pemerintah mempercepat proses-proses turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 seperti PP dan Perpres yang berujung pada kepentingan Rakyat Aceh kelak.

Saatnya membangkitkan martabat dan marwah Aceh pada Masa kejayaan dahulu. Betapa tidak, jangan martabat Aceh direnggut oleh para penghuninya sendiri akibat keserakahan-keserakahan semata,

Pesan moril yang dapat kita ambil dari peringatan  delapan tahun usia Perdamaian yang telah kita impikan bersama, Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmat dan keberkahan-Nya, ciptakan kondusifitas di Aceh agar tetap terjaga dengan mengenyampingkan ego masing-masing demi kepentingan Aceh kedepan, Apalagi menjelang Pemilu 2014, agar iklim politik di Aceh tetap stabil, angka 8 (delapan) tahun dinilai belumlah cukup untuk menikmati rasa aman saat ini dirasakan, dibanding dengan berpuluh tahun harus hidup sengsara direndung rasa yang tidak nyaman. Semoga ini adalah merupakan tanda dimulainya kembali kebangkitan Aceh disemua sektor. Amiien......

Penulis Adalah Mahasiwa 
Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa

no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Samudra News
Oleh : Siti Farisya

SEPERTINYA sudah membudaya bagi pejabat public melakukan perekrutan zhalim, maksudnya mendhalimi orang lain, bukan zhalimnya direkrut, karena inilah, masyarakat bertambah sinis dengan system Negara, gara-gara sifat pejabat public yang mengakarkan diri dengan kebudayaan kotor seperti ini, tanpa ingin membuat perubahan, siapa lagi agent of chage dari kebaikan kalau bukan mereka yang dipercayakan amanah.

Zalim (Arab: ظلم, Dholim) yang arti katanya gelap yang sering disurahkan maksudnya oleh tengku di dayah adalah melanggar hak orang lain, dalam arti yang luas dari referensi lainnya, zalim dilambangkan sebagai sifat kejam, begis, tidak berkeprimanusian, suka melihat orang menderita dan sengsara, menganiaya serta tidak adil. Ya inilah maksud zalim secara literleknya.

Sebenarnya inspirasi menulis ini karena membaca berita di www.melayunews.com tentang “masyarakat ramai mendiskusikan seleksi calon panwaskab bireuen”, ini kalau lihat bukan permasalahan baru, dari jaman Belanda pun memang seperti ini negeri kita, jadi memang tidak perlu heran dengan hal semacam ini. Kalau kita ingin membedah bagaimana kezaliman yang dikategorikan “melanggar hak orang lain? Tidak adil ? segaja suka melihat menderita dengan kesengsaraan ?, bisa saja kita bedah, situasi yang sudah terjadi yang diberitakan, diluar benar tidaknya kebenaran berita tersebut, ini hanya sebagai contoh bedah kasus terbaru tentang perekrutan zalim.

Pertama, seandainya perekrutan penerimaan calon [apapun itu] dibuka untuk umum, tetapi tujuan hanya untuk melihat seberapa ramai peminatnya, atau hanya ingin melihat seberapa banyak pengangguran di Aceh. Ini benar-benar terlalu dan tidak berkeprimanusian, karena orang yang akan mengikutinya selain menghabis tenaga, pikiran tentunya juga biaya dan waktu terbuang hanya dengan harapan bisa lolos sebagai dengan kemampuan dan intelektualitas. Point pertama ini hanya implisit dari Perekrutan katanya bersifat untuk publik, padahal yang lewat sudah ada orangnya, apakah karena deal politik atau deal2 lain, baik sodara atau kedekatan emosianal lainnya.

Kedua, tentang persyaratan kelulusan, disinilah cukup banyak dimainkan teori sesat pikir [fallacy theory] oleh yang punya kuasa, misalnya kalau dalam kasus ini, persyaratan kelulusan yang tidak tertulis dipersoalkan, contoh: peserta yang lulus dan berintegritas adalah peserta yang tidak pernah ikut tes Bawaslu versi DPRK (ini kalo untuk pawaslu kabupaten) tetapi kalau BAWASLU propinsi sendiri boleh ikut tes, dan lulus didua-dua tempat, ini kalo untuk sendiri tak apa, kalau untuk orang lain diangap tidak berintegritas. Ini kan juga kemunafikan yang luar biasa bagi yang perekrut. (untuk dia is oke, untuk lain dipersoalkan). Contoh yang lainnya. Dipersoalkan masalah Etika bagi Calon pawaskab, karena sebagai ppk yang sudah menerima gaji jadi tidak boleh lagi menjadi panwaslu, jika dilihat secara bijaksana lebih parah lagi seorang pengawai negeri sipil, Akademisi yang jelas-jelas tugasnya bekerja untuk masyarakat dengan gaji yang sudah dibayar bertahun-tahun untuk melayani masyarakat dan mahasiswa sebagai bagian dari tugasnya sebagai orang yang sudah digaji Negara, tetapi masih juga mencari peluang lain, itu kalau untuk sendiri beretika, tetapi untuk orang lain tidak etik-lah, gak bisa dibenerkan anggota PPK jadi panwaskab. Etika dari mana yang dianut?.

Ini dari segi etika yang dibahas, nah kalau dari segi peraturan yang sudah diatur, baik Pengawai negeri sipil, akademisi yang sudah dibayar Negara apakah boleh mencari peluang mengembangkan karir, jawabnya boleh dan sudah diatur sebagai peraturan, boleh asalkan ada izin dari atasan. Terus kalau anggota PPK apakah boleh mengembangkan karir dan pengalaman?, apakah sudah diatur dalam peraturan? Jawabannya 100% belum diatur sama sekali, soalnya belum kita temukan diperaturannya sebagai syarat-syarat calon panwas. Nah apalagi ini  yang sedang di lakon kan perekrut, dengan beralibi dengan sesuatu yang tidak tertulis ?

Makanya disinikan terlihat kenapa dikatakan perekrutan zalim, karena disini dinilai tidak berdiri ditengah sesuai dengan yang diamanahkan Tuhan untuk melihat yang terbaik, bukan terbaik karena kenalan, karena saudara, karena deal tertentu dan tekanan pihak lain, tetapi  benar-benar diberikan peluang ini sesuai dengan hasil ujian nya, supaya adil bagi seluruh pengikut ujian yang telah berjuang mati-matian dengan harapan mendapatkan berkah Allah swt.

Solusinya, untuk menghindari perekrutan Zhoolim ya penguasa, kembalilah keprofessional, jangan mainkan titipan kosong, kalau memang kebetulan ok, bagus ya dipakai, diluluskan, jangan sampai ditanyakan tentang ke daerahan saja berapa jumlah kecamatan dan desa dalam kabupaten bireuen saja tidak tau, tetap aja diloloskan, ya karena memang titipan ya tetap lolos, benar-benar titipan kosong tidak melihat kapasitas dalam pengalaman, dan yang dikategorikan tidak beretika sebenarnya sesama kandidat tidak boleh saling memainkan “politik pembusukan” untuk kandidat lainnya, ini malah karena hanya titipan seorang direktur Stai, walau jelas tidak etik dengan memainkan “politik pembusukan” terhadap sesama kandidat pun di loloskan. Sebagaimana dipahami masyarakat awam, tahap menerima tanggapan masyarakat, ya masyarakat yang memberi masukan. Bukan malah jeruk makan jeruk.Wallahuaklambissawab[]

Penulis adalah seorang pengamat 
media online yang tinggal di Bireuen