Mei 2014
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Lebih dari 1500 Umat Islam Aceh Serukan Syariah dan Khilafah
samudra-news.com | Banda Aceh - Gedung Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood hari Kamis (29/5) tampak lain dari biasanya. Aula utama gedung ini disesaki oleh masyarakat Aceh yang ingin mengikuti Konferensi Islam dan Peradaban 1453 H dengan dua tema besar yang diangkat “Indonesia Milik Allah” dan “Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal.” Konferensi ini dilaksanakan di 70 kota di Indonesia oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Seruan ini penting untuk menyadarkan umat Islam karena akar masalah keterpurukan yang dialami oleh rakyat Aceh dan Indonesia pada umumnya disebabkan karena diterapkan sistem kufur. “Mari selamatkan Indonesia dengan syariat Islam karena Indonesia milik Allah!” kata Ketua DPD I HTI Provinsi Aceh Ferdiansyah Sofyan.

Dalam materi kedua Humas HTI Aceh, Rahmad Ibnu Umar menjelaskan kebrobrokan demokrasi. Dimana demokrasi berbeda dengan Islam karena demokrasi berasaskan sekulerisme, pemisahan kehidupan dengan agama. Negara Demokrasi sebenarnya adalah Negara korporasi. Hal ini beralasan karena demokrasi ditopang oleh para pengusaha atau para capital. Karena untuk menjadi penguasa dalam demokrasi membutuhkan modal yang sangat besar.

“Karena kita muslim, maka kita menolak demokrasi!” serunya sambil disambut oleh pekikan yang sama oleh para peserta Konferensi.

Sementara dalam materi ketiga Ketua DPD II HTI Meulaboh Khairuddin menjelaskan bagaimana demokrasi dengan system ekonomi liberalnya terus menjerat Indonesia sehingga terus menjadi engara terbelakang dan akan terus bergantung kepada Negara-negara penjajah, seperti Amerika Serikat dkk.

Di akhir, Andi Azikin dari DPP HTI menjelaskan kebangkitan umat Islam dalam menyerukan penerapan secara total Syariah Islam dalam bingkai Khilafah Rasyidah ala minhajjin nubuwwah.

“Alhamdulillah, perjuangan Hizbut Tahrir terus mengalami kemajuan. Dukungan terhadap syariah dan khilafah terus meningkat. Menurut survei terbaru PEW research, 73% umat Islam di negeri ini menginginkan syariah Islam sebagai hukum resmi negara. Di Pakistan 84%, Malaysia 86%, Palestina 89%, Irak 91%. Bahkan di Afghanistan mencapai 99%,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, wahai kaum Muslimin, sambutlah seruanperjuangan ini. Songsonglah janji Allah Swt dan berita gembira Rasul-Nya dengan penuh semangat.

“Bergabunglah dalam barisan umat bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan khilafah. Penuhilah panggilan Allah Swt:Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (QS al-Taubah [9]: 119).”

Hingga berita ini diturunkan, ratusan rakyat Aceh masih memadati Konferensi Islam dan Peradaban 1453 H. Tampak beberapa peserta harus berdiri karena kehabisan kursi. 

| HTI Press | MI HTI Aceh
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Pembekalan aksi memerangi narkoba

samudra-news.com | Kota Langsa - Dalam memerangi peredaran gelap narkotika di Kota Langsa BNN Langsa di bawah naungan AKBP Navry Yulenni SH MH bersama 12 kampus perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Kota Langsa untuk menyusun rencana aksi memerangi narkoba di seputaran kota langsa baik di lingkungan masyarakat, pelajar dan kampus, acara tersebut mengambil tempat kegiatan untuk pembekalannya di Hotel Harmoni Kota langsa sejak tanggal 27 s/d 29 Mei 2014, dan di rilis melalui media online dan cetak pada  Jum’at (30/4).

AKBP Navry Yulenni SH MH Selaku Kepala BNN Kota Langsa melalui Ramadhan SE selaku Pelaksana kegiatan memaparkan bahwa Kegiatan 12 Kampus ini yang di prakarsai BNN Kota Langsa telah sukses di laksanakan tinggal saja memfollow-up hasil kegiatan di kampus-kampus tersebut, agar kedepan apa yang kita bekali para mahasiswa  bisa di tularkan di lingkungan kampusnya masing-masing untuk program P4GN dan terkhusus menyusun rencana aksi untuk berperang melawan narkoba di Langsa, papar nya.

AKBP Navri Yulenni SH MH menambahkan “Kegiatan pembentukan dan penguatan kader anti narkoba di lingkungan kampus tahun 2014 ini di bekali strategi berperang meliputi keterampilan mengamati, keterampilan menjelaskan, keterampilan mendengarkan, keterampilan bertanya, keterampilan meringkas dan keterampilan member umpan balik yang di rangkum dalam materi Interpersonal Skill (IPS) dengan pematerinya IPDA Lumban Toruan” kata Kepala BNN Langsa.

“Secara umum Materi selama 3 hari pelaksanaan yakni Interpersonal Skill (IPS) oleh IPDA Lumban Toruan, materi Komunikasi Efektif  (ME) di hantar oleh Hj. Dewi Nursanti, SH MH, materi  UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika oleh AKP H. Anwar, materi Fokus  Group Discussinn (FGD) oleh Mardiansyah, SH,  materi Inpres Nomor 12 tahun 2011 tentang JAKTRANAS- P4GN  OLEH Saifullah SH, MM, MH,  dan terakhir materi yang sangat terpenting yakni Penyusunan Rencana Aksi Mahasiswa tentang P4GN langsung oleh Kepala BNN Kota Langsa” sebutnya lagi.

Ramadhan, SE selaku kepanitian kegiatan juga menambahkan bahwa “Jumlah Peserta terdiri dari 40 orang yang berasal dari 12 kampus di Langsa mengambil thema: Pengguna Narkoba Lebih Baik Direhabilitasi Daripada Di Penjara, yang waktu pelaksanaannya sengaja kita rencanakan jauh-jauh hari pada taggal 27, 28 dan 29 Mey 2014 di Hotel Harmoni Langsa, dan tidak saja sampai disini kita juga akan memantau perkembangan peserta saat di kembalikan ke kampusnya masing-masing” ujar Ramadhan,SE.

| Khalil
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Logo Konferensi Islam dan Peradaban
PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
KONFERENSI ISLAM DAN PERADABAN (KIP) 2014

“Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi
dan Sistem Ekonomi Liberal”

Demokrasi dipercaya sebagai sistem politik yang akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi aspirasi masyarakat. Rakyat, melalui wakilnya, berhak menetapkan peraturan perundangan-undangan guna mengatur semua aspek kehidupan masyarakat dan negara. Pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat pun diyakini akan bekerja demi kepentingan rakyat banyak. Demikian pula sistem ekonomi kapitalisme liberal dipercaya akan memberikan kesempatan yang sangat luas bagi para pelaku ekonomi untuk melakukan investasi dan mengembangkan usahanya. Dengan cara itu diyakini ekonomi akan terus bertumbuh dan terjadi pemerataan pendapatan.

Tapi pada kenyataannya, bukan aspirasi rakyat yang mengemuka. Dari anggota parlemen yang notabene adalah wakil rakyat, justru banyak sekali lahir peraturan perundangan yang merugikan rakyat. Juga sangat banyak kebijakan pemerintah, yang mestinya bekerja untuk rakyat, justru menunjukkan keberpihakkan bukan kepada rakyat. Atas nama demokrasi, rakyat dipaksa untuk mengikuti semua peraturan perundangan dan kebijakan politik penguasa, meski semua itu justru merugikan rakyat, bangsa, dan negara.

Sementara, melalui proses politik demokrasi lahir pula peraturan yang menguntungkan para pemilik modal. Pihak Asing—yang notabene penghisap kekayaan negeri ini, lebih dihormati dari pada rakyatnya sendiri. Walhasil, alih-alih tercipta kesejahteraan bersama, yang ada justru makin meningkatnya kesenjangan kelompok kaya dan miskin. Pertumbuhan ekonomi dalam sistem kapitalisme liberal ternyata hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Bila ini terus berlanjut, Indonesia yang kini adalah negara kaya sumber daya alam, pada saatnya nanti akan kehilangan berbagai sumber daya ekonomi dan terpuruk menjadi negara yang semakin jauh dari cita-cita terwujudnya baldah thayyibah wa rabbun ghafur. Akankah kita menunggu hal itu terjadi? Dan masihkah percaya pada demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis seperti saat ini?

Hizbut Tahrir Indonesia akan menjawabnya melalui Konferensi Islam dan Peradaban (KIP). Sebuah acara spektakuler di 70 kota di seluruh Indonesia ini akan diikuti oleh tokoh masyarakat, ulama dan mubaligh/mubalighoh, intelektual dan akademisi, pengusaha, pelajar dan Mahasiswa serta Birokrat ini. Diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan negara Muslim terbesar di dunia ini, agar negara ini kelak bisa tumbuh menjadi negara yang besar di bawah naungan ridha Allah SWT, Sang Maha Pencipta.

Berkenaan dengan acara tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia:
  1. Mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara itu. Jadilah saksi bagi bergeloranya keinginan umat membawa perubahan yang saat ini terjadi menuju terwujudnya kembali kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah yang akan menerapkan syariah secara kaffah. Inilah saatnya Khilafah menggantikan sistem demokrasi dan kapitalisme liberal.
  2. Menyerukan kepada pemerintah untuk memandang acara ini sebagai bagian dari ekspresi dan aspirasi umat Islam yang dijamin oleh undang-undang serta mengajak aparat keamanan untuk mengamankan acara ini hingga bisa berlangsung dengan aman dan tertib.
  3. Konferensi Islam & Peradaban (KIP) di provinsi Aceh akan dilaksanakan pada hari Kamis 29 Mei 2014 di Aula AAC Prof. Dr Dayan Dawood, MA Unsyiah, Darussalam Banda Aceh.

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi Hasil Kelulusan UN di Aceh Masih Memprihatinkan
Syahzevianda

KABAR DUKA kembali menyelimuti tanah endatu geutanyoe dari sektor pendidikan. Betapa tidak, hasil yang mengecewakan itu kembali terulang dari tahun sebelumnya. Target pencapaian yang belum juga mampu merubah posisi Aceh sebagai “juru kunci” diantara 34 Provinsi, tingkat kepuasan yang belum maksimal kembali terjadi ditahun 2014 pasca pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SMA/ Sederajat di Aceh.

Jumlah ketidaklulusan tahun ini sebanyak 785 siswa atau berada pada angka sekitar 1,38 persen, setelah diumumkan secara serentak diseluruh belahan Nusantara. Walaupun ditahun 2014 ini terdapat penurunan angka pada persentasi yang sedikit yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yakni 3,11 persen, namun demikian tidak juga menggeser posisi tertinggi pada jumlah kelulusan UN siswa SMA/Sederejat pada tahun lalu.

Wajar saja hal ini banyak menyita perhatian dari berbagai kalangan, elite politik dan masyarakat di Aceh, pasalnya hasil yang dicapai tidak sebanding dengan nominal angka berlimpah dialokasikan untuk mendanai pendidikan di Aceh yang jumlahnya sangat fantastis tersebut. Berbagai pihak telah menyuarakan harapan besar terkait hasil UN tahun lalu yang dinilai sangat memalukan dan memilukan provinsi paling barat Indonesia ini, apalagi Aceh secara de-facto telah menyandang predikat “istimewa” dan otonomi khusus ini. 

Tetapi setelah dilihat kapasitas dan bobot pendidikan di Aceh masih meragukan, apalagi setelah diumumkan hasil UN siswa SMA/Sederejat untuk tahun 2014 ini beberapa hari lalu, ternyata sama sekali belum “dapat” menyentuh kepada hasil yang fantastik dan signifikan pula dihati para pencinta pendidikan, pengamat, maupun para-stakeholder di Aceh, terbukti dengan komentar-komentar yang mencuat ke media masa, walaupun persentasi angka hasil UN tahun ini tak separah tahun lalu. Secara Nasional, dibanding dengan provinsi-provinsi yang lain dengan segala kekhususan apa yang “ACEH” miliki, masih sangat jauh dari harapan dan kenyataan yang sebenarnya dengan hasil ketidakkelulusan terbesar.

Tak perlu analisis, tak perlu suvey, Tapi angka pasti rill telah menunjukkan jika kualitas pendidikan di Aceh belum mengalami stagnasi yang berarti dibanding dengan provinsi lain di Indonesia. Miris, siapa yang patut dipersalahkan? Nah disini mari bersama kita mencerna hasil yang telah dituai oleh peserta-peserta didik di Aceh di tingkat sekolah menengah beberapa hari lalu yang telah berhasil menurunkan persentasi ketidaklulusan hasil UN Provinsi Aceh. Jangan lemahkan mental baja para kandidat penerus bangsa ini kedepan dikarenakan oleh sikap acuh tak acuh, apatis, tidak perduli “KITA” terhadap dunia pendidikan. Tak perlu dikaji siapa yang salah dan dimana kesalahannya? Ini adalah kesalahan kita bersama, yang perlu dikaji adalah bagaimana solusi yang ditempuh yang mempunyai nilai tawar oleh berbagai pihak dan elemen di Aceh untuk terus menumbuhkembangkan rasa keprihatinan kita bersama untuk menjadikan kualitas pendidikan di Aceh mampu bersaing bahkan sampai ke taraf internasional sekalipun.

Lalu hal apa yang patut dijadikan langkah pasti untuk menyikapi permasalahan edukasi di Aceh agar tempaan mental para peserta didik tidak menimbulkan perspektif negatif secara simultan setiap tahunnya di Aceh secara khusus. Bukan saja hanya Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota, Dinas-Dinas Terkait, Kepala Sekolah maupun Guru pengampu mata pelajaran yang diujiankan yang harus mengemban Tanggungjawab ini. Tapi dapat di telaah lebih dalam jika pendidikan di Aceh merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menatap Aceh kedepan lebih bermartabat dan dapat dibanggakan, masih banyak Pekerjaan Rumah Aceh kedepan yang harus direduksikan secara perlahan kepada peserta didik agar mereka dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.

Jika dikaji dari sisi regulasinya, sudah sangat sepantasnya untuk kualitas pendidikan di Aceh mendapatkan predikat terbaik, dengan mengantongi regulasi yang ada, sangat jelas jika diperhatikan secara seksama bahwa Undang-Undang nomor 24 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh, seharusnya lebih sangat leluasa bagi Aceh untuk mengurusi bidang pendidikan di Aceh yang tak dimiliki oleh semua Provinsi-Provinsi yang ada di Indonesia. Pada pasal 3 ayat (2) undang-undang tersebut tercantum bahwa penyelenggaraan Keistimewaan Aceh meliputi : 1). penyelenggaraan kehidupan beragama; 2) penyelenggaraan kehidupan adat; 3) penyelenggaraan pendidikan; dan 4) peran ulama dalam penetapan kebijakan Daerah. Belum lagi jika di kaitkan dengan undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Nah, disana jika pemerintah dan berbagai elemen merapatkan barisan untuk menyikapi problematika pendidikan Aceh yang kian hari semakin memilukan, sudah saatnya mendapat penangangan yang lebih serius lagi, bukan tidak mungkin pelaksanaan sistem pendidikan dengan segala kekhususan dan keistimewaan yang dimiliki Aceh menjadi tolak ukur pendidikan oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. Apalagi Aceh sudah mengantongi hak istimewa dalam mengatur dan mengelola sistem pendidikannya sendiri.

Kini saatnya kita mulai mencerahkan kekusutan-kekusutan wajah dunia pendidikan di Aceh dengan mengambil langkah pasti, untuk saling menutupi kekurangan dan menutupi celah serta kebocoran yang selama ini masih memungkinkan untuk ditanggulangi agar tidak menjadi semakin parah dan semakin memalukan yang menjadi kendala dalam hasil kelulusan UN siswa SMA/Sederejat. Bukan tidak mungkin jika dibiarkan terus-menerus akan menjadi batu sandungan bagi kita semua terdiam melawan kebodohan. Kita tidak perlu banyak pengamat pendidikan atau sejenisnya, yang diperlukan saat ini adalah solusi tepat yang mampu meningkatkan citra pendidikan Aceh, daripada itu diperlukan das sollen (yang mengharuskan kita untuk berpikir) dan das sein (merupakan implementasi) yang harus saling melengkapi agar sebuah keinginan cita-cita yang membawa kedalam hasil yang signifikan.

Secara fasilitas dan sarana pendidikan di Aceh rasanya bukan menjadi alasan sebagaikendala yang berarti, bahkan dapat dikategorikan layak. Hanya saja yang sangat-sangat dibutuhkan adalah motivasi belajar yang kuat dari orang tua menjadi sangat penting dan prioritas bagi keberlangsungan prestasi anak dalam belajar. Paling tidak selain tenaga pengajar disekolah, motivasi orang tua dapat dijadikan hal penting untuk dijadikan dorongan bagi siswa demi mencapai hasil yang gemilang dari pendidikan ananda tercinta. Tapi kalau dorongan terkecil itu tidak sama sekali datang dari rumah, maka para guru disekolah mendapat kesulitan ketika motivasi awal dari ruang lingkup terkecil saja sudah tidak mendapatkan motivasi dirumah.

Bukan hanya menuruti dan mengabulkan semua keinginan anak yang tidak terlalu penting sebagai penunjang proses belajar anak, sehingga membuat anak terbuai dengan fasilitas mewah dari orang tua. Orang tua bukan tidak boleh menuruti keinginan sang-anak, tapi harus diimbangin dengan kontrol agar anak-anaknya tidak lalai. Di usia sekolah, orang tua tidak perlu bangga dan gengsi akan pemberian fasilitas mewah yang serba mahal dan canggih kepada anak-anaknya, mestinya orang tua harus bangga dengan prestasi yang diraih anak-anaknya. Menumbuhkan minat belajar siswa agar lebih terpacu memang berawal dari rumah bersama orang tua/wali, dari itulah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan prestasi anak dalam menggapai impian masa depannya kelak.

Semoga ditahun yang akan datang tidak terulang kembali hasil yang dapat mencoreng wajah pendidikan Aceh, berkat doa dan usaha bersama kita dapat merubah hasil ini semua ke arah yang lebih gemilang serta memuaskan. Semoga Allah S.W.T. selalu melimpahkan keberkahan untuk kemajuan pendidikan Aceh disetiap jenjang pendidikan masing-masing. Amin.

Penulis adalah Paralegal pada LBH Perkumpulan Pendidikan Pendamping untuk Perempuan dan Masyarakat (PP3M) Aceh
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudra-news.com | Langsa - Sidang Umum Keluarga Besar Mahasiswa (SUKBM) Universitas Samudra yang dilaksanakan pada mulai tanggal 19 Mei 2014 kemarin berlangsung alot.

Sidang yang dibuka langsung oleh Rektor Universitas Samudra Drs. Bachtiar Akop, M.Pd tersebut dihadiri oleh masing-masing Perwakilan lembaga internal kampus.

Kegiatan rutin tahunan ini direncanakan berlangsung selama dua hari dalam rangka membahas pertanggung jawaban Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Universitas Samudra priode 2012-2013. 

| foto.SN.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh: Drs. H. A. Samad Hasan MBA

PADA Tanggal 9 April 2014 yang lalu, Indonesia telah mengadakan pesta pemilihan anggota terhormat yang dengan sukarela telah mencalonkan dirinya dengan niat yang ikhlas untuk berbakti kepada masyarakat. Tidak terkecuali, di Aceh pun acara ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. Kita berharap bahwa hasil pemilihan ini akan dapat membawa angin segar bagi perkembangan daerah ini agar Aceh bisa meningkatkan taraf hidup dalam segala faktor, baik faktor jasmani maupun rohani. Di kota Langsa tercatat sebanyak 373 orang calon Wakil Rakyat yang telah ikut berkompetisi, namun tidak semua bisa menempati gedung terhormat tersebut, dikarenakan kuota yang tersedia hanya 25 kursi saja, tentu saja ada yang tidak mendapat peluang kali ini, dan bisa saja akan mendapat kesempatan pada pemilihan 5 tahun kedepan, yang penting semangat juang jangan luntur, sebagai bangsa yang bagus adalah bangsa yang mau memikirkan kepentingan Negara dan Bangsanya. Hal ini perlu dihargai, oleh sebab itu kita sebagai warga Negara Indonesia harus bertanggung jawab dalam memilih kader Pemimpin Rakyat, yakni dengan memberikan suara kepada mereka dan jangan ada warga yang menamakan golongan putih (golput) karena Bendera Indonesia bukan putih saja, tetapi merah putih.

Bagi calon Kandidat Legislatif, dalam menampilkan orasinya jangan sampai menginjak orang lain untuk kepentingan pribadi, janganlah bermain sandiwara, tetapi bermainlah yang jujur dan tampilkan iklan yang bagus dihadapan rakyat, karena rakyat sebagai juri yang mampu memberikan nilai kinerja kandidat masing-masing. Juri lebih pandai menilai daripada pemain. Jadi kalau permainannya curang berarti score nilainya rendah.

Pepatah Padang mengatakan Takilek ikan di aie lah tantu jantan batinonyo (Sekilas saja melihat ikan di air sudah tahu jantan atau betinanya). Dengan kata lain, untuk menilai seseorang kita juga perlu melihat prilaku orang itu sebelumnya. Menilai seorang pejabat Struktural bukanlah saat didalam jabatan, tetapi lihatlah setelah pergeseran kebawah, bila sesudah jabatannya dicopot tetapi dia terima dengan baik dan bekerja menurut Tupoksinya, itulah orang yang insal kamil dan dapat dipercaya dan benar-benar bekerja untuk kepentingan publik, tidak untuk pribadi saja.

Orang semacam itu, tidak pernah menanamkan modal untuk mendapat jabatan tetapi dengan sumber dayanya (Human Resource) yang sesuai dengan kepintarannya sehingga naik dan turun jabatan tidak bermasalah. Hindari Money Politik dan jauhkan rasa benci dan dengki kepada sesama Kandidat dan bebaskan rakyat mendengar kampanye dari pihak manapun agar masyarakat bisa berfikir secara demokratis dan dapat menilai dari semua pihak sehingga mudah memberikan score (nilai) kepada mereka. Di dalam kitab Taurat disebutkan :"Barang siapa yang menanamkan kebajikan pasti memetik buahnya kebajikan" dan didalam kitab Injil disebutkan : "Barang siapa menanam keburukan akan menerima buahnya penyesalan". Dalam Al-Qur'an surat An-nisa' ayat 123 "Waman nyakmal su an yuzzabihi" Artinya: barang siapa yang berbuat keburukan pasti dibalas dengan keburukan pula". Dalam surat Yasin ayat 21 disebutkan "Wanaktubu ma kaddamu wa asarahum" Artinya: "dan Kami mencatat apa saja yang mereka perbuat dan bekas-bekas mereka". Didalam ayat-ayat ini jelas disampaikan bahwa segala sesuatunya pasti akan dinilai dan dibalas sesuai dengan apa yang kita lakukan.

Kalau naik menjadi kandidat pakai uang, berarti waktu turun juga pakai uang, sehingga semua akan berakhir dengan penuh penyesalan. Walaupun orang batak selalu mengatakan: Hepeng dapat mengatur dunia. Uang adalah majikan, dia bisa membawa seseorang ke istana dan bisa juga membawa seseorang ke penjara. Maka lebih baik mematuhi peraturan dari pada melanggarnya. Didalam Al-Qur'an disebutkan: "Wama yazzakaru illa ulil albab (Al-An'am: 11). "Dan tidaklah yang menerima peringatan ini melainkan orang-orang yang berakal dan yang berpendidikan". Firman Allah : "Walakinna aksarahum yajhalun" yang artinya "Akan tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui".

Penulis adalah Pimpinan Basic English Course (BEC Matang Seulimeng Langsa)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
samudranews.com - Tahun 2014 merupakan tahun politik dimana pesta demokrasi digelar mulai dari pemilihan calon legilatif Dewan Perwakilan Daerah hingga orang nomor satu di Indonesia. Indonesia adalah negara demokrasi dan dalam negara demokrasi, partai politik merupakan “kendaraan” bagi negara untuk menjadi demokrasi. Belakangan ini, calon legislatif hingga capres berasal dari berbagai macam kalangan, mulai dari kalangan politisi, bisnis, aktivis, hingga artis. Namun, tidak semua calon legislatif atau capres ini yang dianggap rakyat mampu menjalankan tugasnya nanti untuk mewakilkan suara rakyat, sehingga fenomena golput atau golongan putih yang memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya saat pemilu karena masih ragu akan kualitas dari para calon yang akan dipilih.

Pengangkatan caleg/capres dari kalangan artis terkadang hanyalah upaya partai politik untuk mendongkrak eksistensi dari partainya semata tanpa melihat kualitas dari artis tersebut. Partai politik juga sering mengangkat sanak saudaranya untuk ikut dicalonkan dalam pemilihan umum, atau biasa dikenal dengan istilah politik dinasti sehingga garis keturunannya tetap berada dijalur politik tanpa melihat kualitas. Kampanye sebagai sarana pendidikan politik bagi rakyat oleh partai politik jauh dari makna pendidikan yang seharusnya, dengan dana kampanye sangat luar biasa digunakan partai politik untuk pawai dengan kendaraan yang sangat menganggu lalu lintas, konser musik yang hanya sekedar “hura-hura” semata, hingga kampanye gelap seperti pemberian uang atau sembako kepada rakyat dengan dalih bantuan kepada rakyat.  

Data yang mengatakan pelaksanaan Pemilu Presiden 2009, jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya alias Golput sebesar 49.677.776 atau 29, 0059 % dan dalam Pemilu Legislatif 2009, total pemilih yang menggunakan hak suaranya 121.588.366 dari total daftar pemilih tetap (DPT) 171.265.442. Angka Golput yang mencapai seperempat dari jumlah pemilih ini merupakan bentuk keraguan rakyat akan calon wakil mereka di pemerintahan. Banyak alasan orang melakukan Golput, mulai dari ragu akan kualitas para calon, banyaknya calon yang maju dalam pemilu sehingga membingungkan rakyat untuk memilih, hingga rakyat yang apatis atau tidak mau tahu tentang negara ini.

Sudah 16 tahun Indonesia tertatih di dalam reformasi, banyaknya kasus korupsi, wakil rakyat yang tidur saat rapat memikirkan negara semakin membuktikan bahwa rakyat tertipu dan ditipu oleh para politisi yang selalu memberi janji bukan bukti. Saat ini muncul pertanyaan Calon Legeslatif yang terpilih nanti mampu wakili suara rakyat di DPR RI ?, dan apa solusi atas masalah ini ? solusinya hanya satu, kenali calonnya, dan gunakan hak suara kita sebagai suara rakyat karena suara rakyat mampu merubah negara ini. Golput bukanlah solusi atas masalah ini, masih banyak calon wakil rakyat yang berkualitas dan mampu menyalurkan suara rakyat, kenalilah calon dan pilihlah calon yang terbaik yang dapat merubah negara ini menjadi lebih baik. 

| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Foto 1 : Pembicara Diskusi Publik

Foto 2 : Sejumlah Pesersa Diskusi Publik

Foto 3 : Sesi Tanya Jawab
samudra-news.com | Kota Langsa - Sejumlah muslimah Kota Langsa hadiri Diskusi Publik bersama Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Kota Langsa di Aula Setda Kota Langsa, Kamis (15/05).

Diskusi yang mengangkat tema "Indonesia Milik Allah, Tinggalkan Demokrasi, Ganti dengan Syariah dan Khilafah" berlangsung khitmat. Hal ini dibuktikan dengan antusiasnya para peserta yang hadir pada acara tersebut.

| Red
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
bagi-bagi selebaran

Aktivis Hizbut Tahrir terlihat sedang membagikan selebaran kepada para pengguna jalan

Spanduk dan x-banner yang bertuliskan "IndonesiaMiliAllah" menjadi atribut dalam sosialisasi Konferensi Islam & Peradaban

samudra-news.com | Kota Langsa - Dalam rangka mensukseskan Konferensi Islam & Peradaban (KIP) yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2014 di AAC Dayan Dawood Banda Aceh, DPD II HTI Kota Langsa lakukan sosialisasi dengan membagikan selebaran di jalan A.Yani Kota Langsa, Kamis (15/05).

| Red 

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi
KERUSAKAN hutan di Indonesia kian semakin hari semakin memprihatinkan. Hutan tropis yang semula kaya dengan keanekaragaman hayati berganti wajah menjadi lahan perkebunan. Flora dan fauna yang mendiaminya kehilangan “rumah” untuk bernaung dan kebakaran hutan yang terjadi menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Itu artinya negara kita telah turut serta menghasilkan gas rumah kaca yang mengakibatkan global warming.

Masalah ini tentu tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Negeri yang semula menghijau oleh hutannya perlahan menjadi negeri yang gersang. Kebijakan yang diambil hendaknya berpihak pada hutan.

Seandainya saya menjadi seorang presiden, berikut beberapa kebijakan strategis yang akan saya lakukan, ........!!!!!!!

  • Menerbitkan regulasi yang mendukung pelestarian hutan
  • Mencabut izin Hutan Tanaman Industri yang melakukan land clearing
  • Menindak tegas pelaku penelantaran konversi hutan
  • Menetapkan kuota ekspor kayu dan penebangan hutan
  • Memberantas illegal logging
  • Me-review program transmigrasi
  • Memantau secara intensif potensi kebakaran hutan
  • Mengoptimalkan peran serta institusi pemerintah dan aparatur kehutanan
  • Mencanangkan gerakan nasional menanam
  • Mengembalikan fungsi masyarakat adat sebagai penerima manfaat sekaligus “pelindung’ hutan adat
  • Memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berdedikasi tinggi dalam upaya pelestarian hutan


Selain sebelas kebijakan utama di atas, sebagai seorang presiden saya akan melaksanakan kebijakan-kebijakan pendukung lainnya.  Menciptakan “taman-taman” hutan kota yang berfungsi sebagai daerah  resapan dan paru-paru kota juga sekaligus akan menyediakan tempat wisata gratis bagi masyarakat perkotaan. Selain itu, untuk menjamin kesinambungan pelestarian hutan di masa mendatang, isu kerusakan hutan sebaiknya include dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga lanjutan.


Mengembalikan fungsi utama hutan sebagai kawasan lindung dan sebagai kawasan budidaya adalah sebuah keniscayaan. Untuk mewujudkan hal itu, maka langkah-langkah kebijakan pemerintah yang diambil hendaknya didukung oleh political will. Utamanya dari seorang presiden, selaku pimpinan tertinggi di negeri ini.

Anggan-anggan dalam mimpiku, harapan yang ingin diwujudkan bukan sekedar mimpi  anak bangsa ..................... !!!!!!!!!

KAMPUS CERMIN DEMOKRASI BANGSA ,  SUARA KITA SUARA BANGSA


| Alam
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi
Oleh Julian Zelizer

samudra-news.com - CNN – Demokrasi Amerika menghadapi ancaman yang sangat nyata. Kekuatan uang ternyata mengalahkan kekuatan para pemilih untuk bisa mempengaruhi keputusan pemerintah. Meski fakta yang tidak diinginkan ini sudah jamak terjadi, para ilmuwan sosial kini menemukan bukti tentang dampak kerusakan yang diakibatkannya.

Masalahnya berkisar pada mekanisme pendanaan kampanye politik. Upaya reformasi pendanaan kampanye politik yang telah dimulai sejak tahun 1970 sejak kasus Watergate secara perlahan telah dihapus oleh Mahkamah Agung AS dan Partai Politik. Maka tidak heran kaum penentang reformasi bisa bersorak dalam beberapa tahun terakhir.

Mahkamah Agung telah mengeluarkan keputusan bahwa pengaturan dana kampanye adalah bentuk pelanggaran hak konstitusi dan organisasi-organisasi independen juga telah menemukan cara-cara baru menghindari peraturan dalam upaya mempengaruhi para politisi. Fakta ini mendukung para penentang reformasi menyatakan bahwa sistem yang memerlukan lobi dan uang tetap lebih baik. Minimal, mereka berpendapat bahwa uang dan lobi akan selalu menjadi bagian dari politik negara ini: Tidak ada banyak yang bisa direformasi atas hal ini dan republik AS pun toh masih bisa berlangsung dengan selamat.

Argumen mereka mengabaikan konsekuensi menghebohkan akibat pengaruh lobi uang pada sistem demokrasi kita.

Para penentang reformasi menutup mata terhadap bukti substansial tentang bagaimana negara ini menciptakan lapangan bermain yang tidak sama yang membuat banyak warga negara terpinggirkan bahkan di saat mereka mempertahankan hak-hak mereka yang berharga untuk bisa memilih dalam pemungutan suara. Karena itu kebijakan-kebijakan seperti sistem pajak yang cenderung memihak terhadap orang Amerika yang kaya memperburuk siklus ketidaksetaraan yang tidak berujung. Elizabeth Warren menceritakan dalam bukunya yang terbaru bahwa bank-bank besar memiliki pengaruh yang luar biasa sebagai pembuat kebijakan dalam menangani krisis keuangan tahun 2008.

Pada tingkat yang paling nyata, kisah pengaruh uang dan para pelobi menguatkan skeptisisme public atas proses demokrasi. Kekecewaan yang disebabkan oleh peran uang dalam politik membuat keengganan dalam partisipasi politik.

Tapi efek yang terjadi ternyata lebih buruk dari yang kita bayangkan. Dalam sebuah artikel akademis, para ilmuwan politik seperti Martin Gilens (Princeton) dan Benjamin Page (Northwestern) telah menemukan bahwa sebagai akibat dari proses politik kita, orang kaya Amerika memiliki pengaruh dominan pada jenis-jenis kebijakan public yang dibuat pemerintah. Suara khalayak memang diperhitungkan, namun jika opini mereka sesuai dengan opini orang-orang kaya Amerika. Jika tidak, suara mereka tidak akan digubris.

Berdasarkan penelitian database opini publik dan tidak kurang dari 1.779 inisiatif kebijakan selama lebih dari 20 tahun, Gilens dan Page melaporkan bahwa mayoritas khalayak Amerika memiliki sedikit atau tidak memiliki pengaruh atas jenis-jenis kebijakan yang dihasilkan pemerintah. “Ketika mayoritas warga negara tidak setuju dengan kaum elit ekonomi dan/atau dengan kepentingan-kepentingan yang terorganisir, mereka umumnya kalah.” Karena cara sistem yang selama ini bekerja, cenderung mendahulukan kepentingan-kepentingan orang kaya yang jelas memiliki kemampuan untuk memblokir perubahan yang mereka tentang.

Kepentingan orang kaya hampir 15 kali lebih mungkin untuk mendapatkan keinginan mereka dari para pembuat kebijakan pada isu-isu seperti kebijakan pajak dibandingkan dengan warga negara biasa.

Ini adalah puncak dari perubahan-perubahan yang telah terjadi selama beberapa dekade. Mobilisasi kepentingan bisnis dan orang kaya Amerika dipercepat pada tahun 1970-an setelah peran pemerintah federal berkembang.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh Paul Pierson dan Jacob Hacker dalam buku mereka yang luar biasa, “Winner Take All Politics,” (Politik Pemenang Tunggal) penguatan dan penebalan organisasi-organisasi masyarakat dari komunitas perusahaan dan keuangan di Washington berakibat pada kecanggihan operasi dalam melakukan lobi dan teknik-teknik sumbangan kampanye yang meningkatkan kemampuan mereka untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan.

Selama beberapa dekade berikutnya, hasilnya adalah keputusan-keputusan kongres seperti pemotongan pajak regresif yang disukai orang kaya Amerika (dimulai oleh Ronald Reagan pada tahun 1981 dengan pemotongan pajak) dan deregulasi ekonomi yang telah bermurah hati pada kepentingan mereka, seperti pembebasan sektor keuangan pada tahun 1990-an.

Pada saat yang sama, kepentingan-kepentingan orang-orang kaya memobilisasi kekuatan untuk melawan reformasi peraturan dana kampanye sejak jaman Watergate, dimana para kandidat presiden pada kedua partai, termasuk George W. Bush (pada tahun 2000, untuk pemilihan kandidat presiden dari partai republik) dan Barack Obama (pada tahun 2008, untuk pemilihan umum), memutuskan untuk menolak pembatasan pengeluaran biaya kampanye yang dibiayai publik.

Partai-partai politik memperkenalkan mekanisme baru, seperti ‘soft money’, untuk menghindari peraturan sementara Mahkamah Agung yang membatalkan reformasi tahun 1974 melalui serangkaian keputusan-keputusan bersejarah.

Salah satu hasil yang paling merusak dari penentangan reformasi ini adalah mengalirnya manfaat politikkepada orang-orang yang memiliki sarana keuangan besar dimana bisa memperburuk kesenjangan ekonomi yang telah menjadiciri khas zaman modern.

Bagi publik Amerika temuan-temuan ini tentu mengejutkan dan menawarkan cukup bukti tentang bahaya yang terjadi ketika reformasi dana kampanye terus dirongrong dan tidak ada keseriusan untuk membatasi aktivitas lobi-lobi yang terjadi saat ini.

Terhadap semua argumen tentang kebebasan berbicara dan perlunya untuk bersaing, kita harus melihat dari dekat pada bahaya yang mengancam sistem politik kita dimana kebanyakan rakyat Amerika, suaranya tidak lagi diperhitungkan, karena pada prosesnya selalu menghasilkan kebijakan yang condong kepada segmen-segmen tertentu dari negara yang mampu membayar untuk ikut bermain. Ini sebenarnya adalah satu masalah dimana kelompok kiri dan kanan, maupun yang berada di tengah, mestinya bias menerimanya sebagai hal yang serius.

Mengingat keputusan Mahkamah Agung seperti kasus FEC melawan Citizens United (warga negara bersatu) dan FEC melawan McCutcheon, amandemen konstitusi mungkin diperlukan jika ada kemungkinan untuk membatasi sumbangan kampanye dan pengeluaran. Sementara itu, negara-negara bagian mungkin bias menjadi arena untuk mencoba bereksperimen dengan reformasi-reformasi baru.

Kecuali dilakukan reformasi, Gilens dan Page telah menunjukkan kepada kita bahwa negara telah membiarkan uang untuk secara perlahan-lahan melemahkan demokrasi yang membangun oleh Amerika. 

| rz/www.edition.cnn.com, 27/4/2014 | HTIPress
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi Korban Kelaparan
samudra-news.com - Tokoh masyarakat Suku Amungme di Kabupaten Mimika, Papua, Thomas Wanmang menyatakan prihatin terjadinya kasus kelaparan atau krisis pangan di Kampung Jewa, Aroanop, Distrik Tembagapura yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Thomas kepada Antara di Timika, Selasa mengatakan kasus kelaparan yang terjadi di Kampung Jewa semestinya tidak perlu terjadi jika Pemkab Mimika, PT Freeport Indonesia, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) serius memperhatikan masyarakat.

“Ini situasi yang aneh, masa kita punya perusahaan tambang kelas dunia tapi rakyatnya mati kelaparan di atas kekayaan alam yang mereka miliki. Kami minta masalah ini harus secepatnya diatasi,” kata Thomas.

Menurut dia, situasi yang terjadi di Kampung Jewa itu bisa jadi juga dialami masyarakat Papua di kampung-kampung pedalaman dan terpencil lainnya di Kabupaten Mimika mengingat selama ini masyarakat kurang mendapat sentuhan dan perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak yang lain.

“Kalau di Jewa, Aroanop saja masyarakat bisa kelaparan, bagaimana di kampung-kampung lain yang jauh dari area perusahaan Freeport,” ujar Thomas dengan nada prihatin.

Terkait kasus kelaparan di Kampung Jewa tersebut, LPMAK merencanakan untuk segera mengirim paket bantuan bahan kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis pangan.

Staf LPMAK, Petrus Mitakda mengatakan bantuan berupa beras, mie instan , minyak goreng dan lainnya akan segera dikirim ke Jewa menggunakan penerbangan helikopter dalam waktu satu dua hari ke depan.

“Paling lambat hari ini (Selasa, 13 Mei 2014) kami sudah distribusikan bantuan ke Jewa menggunakan dua kali penerbangan helikopter Airfast,” jelas Petrus.

Sesuai laporan yang diterima LPMAK, sebanyak belasan kepala keluarga di Kampung Jewa, Aroanop mengalami krisis pangan dalam beberapa bulan terakhir.

Krisis pangan terjadi lantaran curah hujan yang sangat tinggi di Kampung Jewa sejak Januari. Kebun-kebun milik warga yang ditanami keladi dan berbagai jenis umbi-umbian dilaporkan mengalami longsor mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok.

Warga setempat akhirnya mencari bantuan ke sejumlah kampung tetangga seperti Aroanop hingga ke Banti Tembagapura untuk bisa bertahan hidup dari kelaparan.

Tokoh masyarakat setempat, Yulius Miagonis mengakui kondisi krisis pangan yang terjadi di Jewa sudah berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan adanya perhatian dari berbagai pihak termasuk PT Freeport Indonesia dan Pemkab Mimika.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat, sejauh ini belum ada laporan ada warga yang sampai meninggal dunia karena kasus kelaparan di Jewa. Kami minta perhatian dari semua pihak terutama PT Freeport maupun Pemkab Mimika mengingat Kampung Jewa berada dalam wilayah Kabupaten Mimika,” tutur Yulius. 

| ANTARA, 13/5/2014 | HTIPress
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Konferensi Islam dan Peradaban | 29 Mei 2014
Tempat AAC Dayan Dawood - Banda Aceh

DEMOKRASI DAN KERUSAKANNYA

Kedaulatan ada di tangan rakyat, itulah pilar utama demokrasi. Sekilas kalimat itu terasa begitu merakyat dan indah didengar. Namun di balik kalimat indah tersebut, demokrasi mengandung racun yang sangat mematikan bagi kehidupan umat manusia di seluruh dunia.

Kedaulatan di tangan rakyat meniscayakan bahwa hak legislasi, pembuat hukum perundang-undangan ada di tangan (wakil-wakil) rakyat. Parameter benar dan salah, bergantung pada hasil sidang (wakil-wakil) rakyat, tanpa memandang apakah keputusan-keputusan yang dibuat itu sesuai atau bertabrakan dengan Hukum Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Suara rakyat suara tuhan”, demikian jargon dalam demokrasi. Inilah pangkal dari berbagai malapetaka yang terjadi di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sistem Ekonomi Liberal, Biang Krisis dan Kemiskinan
Sistem ekonomi kapitalis liberal yang bertumpu pada sebuah paradigma laissez faire (biarkan terjadi) telah mengantarkan sebuah tekanan untuk meminimalkan peran negara dari kegiatan ekonomi. Paradigma liberal ini ketika berpadu dengan sikap politik yang berporos demokrasi, telah melahirkan berbagai kebijakan yang berpihak pada pemilik modal, baik swasta maupun asing. Atas nama rakyat, kebijakan menaikkan tarif dasar listrik, tarif air bersih, harga LPG, harga BBM setiap tahun terus dijalankan secara prosedural.
 
Berbagai kebijakan liberal juga bisa dilihat dari kebijakan moneter negeri ini yang bertumpu pada riba, telah mengalirkan sebagian besar modal di sektor non riil, yang memicu melemahnya sektor riil yang berujung pada rendahnya serapan tenaga kerja. Akibat berikutnya tingginya angka pengangguran karena sempitnya lapangan kerja. Maha Benar Allah dengan firman-Nya, yang artinya:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. Thaha:124)
Masihkah kita percaya dengan Demokrasi? 

Dengan segala kerendahan hati, ijinkan kami Hizbut Tahrir Indonesia akan menjawabnya dalam acara nasional di 69 kota di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi kami terhadap negara Muslim terbesar dunia ini. Indonesia adalah milik Allah. Maka sudah seharusnya menggunakan sistem hukum dan perundang-undangan yang telah digariskan oleh ALLAH SWT

NAMA ACARA
KONFERENSI ISLAM DAN PERADABAN 1435 H

PELAKSANAAN
Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, MA Unsyiah Darussalam - Banda Aceh, Kamis, 29 Mei 2014

PESERTA
Para Tokoh Masyarakat, Ulama dan Mubaligh/Mubalighah, Intelektual dan Akademisi, pengusaha, Mahasiswa dan Birokrat 



INFO PENDAFTARAN
Ikhwan    0852-6283-9935
Akhwat    0853-7229-8524

Kota Langsa       085260943053
Aceh Tamiang    085294131980
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Peserta pelatihan terlihat sedang tekun mengikuti materi pelatihan yang disampaikan oleh pemateri pada pelatihan fardhu kifayah. []foto.SN.Mmg
samudra-new.com | Aceh Timur - Dengan tema “Melalui Pelatihan Fardhu Kifayah, Mari Kita Tingkatkan Perannya Sebagai Perwujudan Pelaksanaan Syariat dan Syiar Islam Dalam Kabupaten Aceh Timur”, Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur pagi ini 13 Mei 2014, melaksanakan Acara Pembukaan Kegiatan Pelatihan Tajhiz Mayat tahun 2014, bertempat di Mesjid Istiqamah Gp. Seuneubok Barat Kemukiman Seuneubok Muku Kec. Idi Timur. Dalam sambutannya Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur, Ir. H. SANUSI, MM mengatakan, Perjuangan panjang melalui UU no. 44 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan Perda Propinsi Daerah Istimewa Aceh no. 5 tahun 2000 tentang pelaksanaan syariat islam, telah membuka jalan lebar untuk pelaksanaan syariat islam secara kaffah yang telah menjadi keyakinan dan cita-cita masyarakat aceh. Berbagai qanun juga telah dikeluarkan untuk pembinaan aqidah, ibadah dan syiar islam dimana kita semua wajib bekerja keras untuk mengisi, menegakkan dan mengamalkan syariat islam sekarang ini, sesuai dengan Qanun Propinsi NAD no. 11 tahun 2000 tentang pelaksanaan syari’at islam bidang aqidah, ibadah dan syiar islam.

Pemerintah juga telah berusaha keras untuk mendukung pelaksanaan syariat islam di Kabupaten Aceh Timur termasuk pelatihan tajhiz mayat yang dilaksanakan hari ini, merupakan salah satu penjabaran dari Qanun no. 11 tahun 2000 yang telah lahir di Provinsi Aceh. Dengan adanya pelatihan ini maka akan tercipta kader-kader penerus dalam pengurusan mayat serta dapat menyuarakan/menyampaikan pelaksanaan syariat islam beserta Qanun-Qanunnya kepada masyarakat dalam Kabupaten Aceh Timur.

Pada saat sekarang ini banyak gampong-gampong yang kekurangan orang dalam pengurusan jenazah di gampong lain atau bahkan orang yang mengurusi jenazah di gampong tersebut orang yang telah lanjut usia sehingga suatu saat bila orang tersebut telah tiada maka tidak ada penggantinya.

Ditambahkannya lagi, untuk menjawab permasalahan tersebut, kami dari Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur mencoba melaksanakan satu kegiatan berupa pelatihan tajhiz mayat , dengan harapan bagi peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi guru dan pembimbing bagi masyarakat di gampong masing-masing, sehingga tersedia petugas-petugas tajhiz mayat lainnya dan diharapkan juga kepada para peserta pelatihan dapat menjadi orang terdepan dalam menyuarakan pelaksanaan syariat islam di Kabupaten Aceh Timur.

Dalam laporannya, Khairuddin (Kabid. Bina Peribadatan) selaku panitia pelaksana mengatakan, acara pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi Pemerintah Aceh kepada seluruh peserta pembinaan dan pelatihan sehingga dapat memberikan arah pengembangan selanjutnya tentang pelaksanaan syariat islam, memperluas wawasan dan menambah ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan syariat islam serta memberdayakan Tajhiz Mayat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 13-14 Mei 2014, bertempat di Mesjid Istiqamah Gp. Seuneubok Barat Kemukiman Seuneubok Muku Kecamatan Idi Timur, diikuti 48 pentajhiz mayat di Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur.


| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin H.M. Thaib bersama Danrem 011/LW dan Dandim 0104 Aceh Timur sedang meninjau Sarana Penunjang dalan Latihan Posko-I Kodim 0104 Aceh Timur
samudra-news.com | Aceh Timur - Perkembangn situasi yang berkaitan dengan dengan cuaca dan gejala alam di seluruh wilayah Aceh yang dilihat berdasarkan perkiraa dari BMKG serta kejadian bencana alam diawal Tahun 2014 menujukan tingkat ancaman bencana alam di wilayah Aceh cukup tinggi. Oleh sebab itu perlu adanya kesiapsiagaan operasional prajurit beserta materil pendukungnya di seluruh satuan jajaran Korem 011/Lilawangsa dalam rangka pelasanaan tugas bantuan kepada Pemda untuk penanggulangan Bencana Alam di seluruh jajaran Korem 012/LW yang tergabung dalam organisasiPasukan reaksi cepat Penanggulangan Bencana (PRC PB) secara terkoordinasi dan tersinergi dengan BPBD serta instasi terkait lainnya di jajaran Pemerintah Daerah dalam rangka penanggulangan bencana alam di wilayah.

Hal tersebut dikatakan oleh Danrem 011/LW Kolonel Inf.Hifdizah dalam amanatnya ketika berlangsung upacara pembukaan Latihan Posko-I Kodim 0104 Aceh Timur Tahun 2014 di halaman Makodim 0104 aceh Timur pada Senin, 12 Mei 2014 yang dihadiri oleh seluruh prajurit dalam jajaran Kodim 0104 Aceh Timur, Bupati Aceh Timur, Hasaballah Bin H.M. Thaib, Kajari Idi, Hasanuddin Us, SH, Ketua DPRK Aceh Timur, Tgk. Alauddin, SE, Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, S.STP, M.AP dan unsur Muspida dari Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Lebih lanjut Danrem 011/LW mengatakan, untuk mewujudkan kesiapan dan kemantapan operasional tersebut, maka mulai hari ini dilaksanakan latihan Posko-I Kodim dengan materi perbantuan TNI kepada Pemda dalam rangka penaggulangan bencana alam banjir, latihan ini bertujuan untuk melatih mekanisme prosedur hubungan komandan dan staf Kodim 0104 Aceh Timur dalam suatu poso bencana alam secara sinergi dan berkesinambungan dengan seluruh instansi Pemda terkait serta aparat Polri yang berada di wilayah,oleh sebab itu ia selaku Komandan latihan mengharapkan kepada penyelenggara dan pendukung agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan objektif dalam memberikan penilaian serta mampu menciptakan realisme sesuai dengan skenario latihan yang telah direncanakan sehingga plaku mendapatkan gambaran yang jelas terkait situasi dan persoalan yang diberikan guna terwujudnya sasaran latihan, kepada pelaku latihan ia berharap dapat mengikuti latihan ini dari awal hingga akhir dengan penuh motivasi dan semangat berlatih dalam rangka menempa diri guna menghadapi tugas dimasa yang akan datang.

Dan kepada para Kepala Daerah ia mengharapkan agar selama berlangsungnya Latihan Posko-I Kodim 0104 Aceh Timur ini agar dapat melibatkan perwakilan dari unsur BPBD, BASARDA dan Instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan ini Danrem 011/LW beserta Bupati Aceh Timur,Dandim 0104 Aceh Timur dan tamu serta undanggan lainnya berkesempatan untuk meninjau secara langsung kesiapan Latihan Posko-I beserta sarana penunjang lainnya di halaman Makodim 0104 Aceh Timur.


| Mmg
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
ilustrasi pasien Kartu Jakarta Sehat []ANTARA/Zabur Karuru
* Bayi 11 bulan itu sangat butuh dirawat di ICU.
samudra-news.com | JAKARTA - Muhammad Fauzan Saputra (11 bulan) yang menderita radang otak ditolak beberapa rumah sakit dengan alasan kamar di semua rumah sakit umum daerah di Jakarta penuh, Kamis lalu. Kedua orang tua bayi itu mengandalkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk berobat ke rumah sakit.


Marzuki dan Sadiyeh sudah keliling ke rumah sakit pemerintah di antaranya RSUD Tarakan, RSUP Cipto Mangunkusumo, RS Pelni, RS Harapan Kita, dan Hermina Jatinegara. Namun, rumah sakit itu menolak semua. Padahal, bayi itu sangat butuh dirawat di ICU.

Setelah ditolak di mana-mana, akhirnya mereka membawa Fauzan ke Rumah Sakit Royal Taruma, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tentu saja, karena swasta, biaya perawatan jadi lebih mahal.


Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati, menuturkan, pada awalnya Fauzan sudah ditangani Puskesmas Kebon Jeruk dan diberi antibiotik. Tetapi, karena hasil lab tidak bagus, kemudian dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Karena, fasilitasnya tidak memadai, Fauzan dibawa ke RS Royal Taruma.



Dien mengklaim, dirawatnya pasien KJS di rumah sakit swasta itu bukan karena ditolak. Tapi, karena pasien sendiri masih di RS Budi Kemuliaan. Kata dia, sebetulnya apabila dalam keadaan darurat, tidak masalah masuk rumah sakit swasta.

"Ketika dibawa ke Royal Taruma, dalam emergency harusnyafree. Kami akan urus uangnya agar dikembalikan," katanya.
VIVAnews
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ilustrasi - Banjir melanda Makkah, dua orang meninggal dan beberapa orang terluka []arrahmah.com 
samudra-news.com | MAKKAH – Banjir yang disebabkan oleh hujan deras melanda sebagian kota Makkah dan Hail pada Kamis (8/5/2014) menewaskan dua orang dan melukai beberapa orang lainnya, sebagaimana dilansir oleh Arab News, Sabtu (10/5).

Banjir juga menyebabkan pemadaman listrik dan menyebabkan ratusan mobil rusak di lingkungan Makkah, menurut saksi mata.

Ribuan jamaah Umrah terdampar di dalam Masjidil Haram setelah Maghrib, banyak dari mereka baru bisa mendapatkan akomodasi mereka setelah tengah malam, menurut saksi mata. Para jamaah shalat Isya’ di tengah guyuran hujan deras.

Pertahanan Sipil di Hail mengatakan bahwa lima bersaudara yang sedang mengendarai kendaraan roda empat mencoba menyeberangi banjir di Al-Khafj Valley. Arus banjir yang deras membuat kendaraan mereka terbalik.

Mayor Nafea bin Alian Al-Makhalafa, juru bicara Pertahanan Sipil di Hail, mengatakan bahwa salah satu dari lima bersaudara tersebut berhasil menyelamatkan tiga saudara-saudaranya. Akan tetapi satu saudaranya terperangkap di dalam kendaraan itu dan tenggelam.

Brigjen Kolonel Saleh Al-Alyani, juru bicara Pertahanan Sipil di Makkah, mengatakan bahwa seorang warga asing asal Afrika meninggal di distrik Mansour ketika sebuah pohon jatuh menimpanya. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut, katanya.

Al-Alyani mengatakan bahwa lembaganya telah menerima sebanyak 1.356 panggilan darurat, terutama tentang mobil yang terjebak banjir, tertimpa pohon dan pemadaman listrik.

Sebuah ruang khusus telah dibentuk di Makkah untuk memantau situasi dan mengkoordinasikan upaya bantuan dan evakuasi, katanya.

Pertahanan Sipil telah mengerahkan beberapa helikopter, 23 polisi patroli dan 16 tim penyelamat yang dilengkapi dengan mesin-mesin berat untuk operasi darurat. Mereka juga mengirimkan 32 petugas dan enam anggota staf dengan mengendarai sepeda motor ke Masjidil Haram untuk membantu para Jamaah.

Perusahaan Listrik Saudi mengatakan bahwa para insinyur dan teknisi sedang memantau situasi di Makkah.

Muhammad Abdul Rahim, salah satu jamaah Umrah, mengatakan. “Ini sangat menyenangkan untuk melakukan Tawaf di tengah hujan lebat dan guntur.”

Pelataran Masjidil Haram nampak sepi. Tidak ada satu orang pun yang duduk atau tidur di sana, kata Muhammad Akbar Abubakar, yang bekerja dan tinggal di seberang Masjidil Haram di Makkah. Dia mengatakan kepada Arab News bahwa curah hujan kali ini tidak biasa dalam tahun ini.

Bagian dari atap sebuah hypermarket terkenal di dalam Makkah Mall runtuh tetapi tidak ada yang terluka, menurut saksi mata Muhammad Hammad. Dia mengatakan kepada Arab News bahwa mobil temannya tersapu oleh banjir di pusat perbelanjaan Souk Hijaz di jalan raya Jeddah.

Banjir juga telah merusak ratusan mobil di bagian lain di Makkah termasuk di Sharayah, Aziziyah, Misfalah, dan Ytaibiah, menurut penduduk setempat yang berbicara kepada Arab News melalui telepon.

Jalur cepat Jeddah-Makkah sempat ditutup pada Kamis malam (8/5) karena banjir. Jalan raya ke Riyadh dekat gunung Hada tetap ditutup pada hari Jumat (9/5) sebagai langkah pencegahan.

Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa ada kemungkinan lebih banyak hujan, guntur dan petir di Makkah, Jeddah dan Hail, dan memperingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada.

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
facebook
Dari mana asal muasal gambar ini beredar, belum diketahui. Akan tetapi, foto tersebut mengundang komentar dari pengguna Facebook. Kebanyakan menganggap gambar ini adalah kampanye hitam.

| tribunnews.com
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Langsa - Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Provinsi Aceh, mengaku belum memutuskan hukuman cambuk bagi Y, 25 tahun, warga Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat, yang menjadi korban pemerkosaan oleh delapan pria yang menggerebeknya saat berbuat mesum pada Kamis dinihari lalu, 1 Mei 2014.

“Sedang ditangani penyidik Polres Langsa karena di Polisi Syariah tidak ada penyidik," kata Kepala Dinas Syariat Islam Ibrahim Latif kepada Tempo, Rabu, 7 Mei 2014. Soal apakah akan dikenakan qanun khalwat atau tidak itu bergantung pada hasil penyelidikan. Selanjutnya, ujar dia, dari penyidik akan diteruskan ke kejaksaan, Mahkamah Syariah. 

"Kalau ada keputusan perintah eksekusi cambuk, baru kami yang kerjakan,” ucap Ibrahmin. Ia  enggan menjelaskan lebih lanjut. “Saya tidak mau mengatakan sekarang dicambuk atau tidak. Keputusannya bergantung pada hasil penyelidikan dan Mahkamah.”  

Menurut Ibrahim, Dinas Syariat Islam hanya menjalankan tugas pokok dan fungsi. Dia menjelaskan hukuman cambuk merupakan bagian dari pembinaan. Namun, jika kasus ini sudah masuk ranah hukum, hasil dari penyelidikan polisi dan Mahkamah menjadi hasil akhir.

Y diperkosa oleh delapan pria dengan alasan ingin memberinya pelajaran lantaran kerap terlihat membawa laki-laki yang diduga bukan muhrim ke rumahnya pada malam hari. Lima pemerkosa kabur, sementara tiga orang berhasil dicokok Kepolisian Resor Langsa, salah satunya masih berusia 15 tahun.

Anehnya, Dinas Syariat lebih mempersoalkan kasus perzinahan Y dengan WA daripada melindunginya sebagai korban pemerkosaan. Dinas Syariat Kota Langsa meminta Y dihukum cambuk dengan menggunakan qanun khalwat.

Di Aceh, kasus mesum disebut dengann sebutan khalwat dalam aturan Qanun Nomor 14 Tahun 2003. Pada pasal 1 ayat 20 disebutkan makna khalwat adalah perbuatan bersunyi-sunyi di antara dua orang mukalaf atau lebih yang berlainan jenis dan bukan muhrim atau tanpa ikatan perkawinan. 

Dalam penjelasan umum disebutkan pula bahwa khalwat/mesum tidak hanya terjadi di tempat-tempat tertentu yang sepi dari penglihatan orang lain. Namun juga terjadi di tengah keramaian atau di jalanan atau di tempat-tempat lain, di mana laki-laki dan perempuan berasyik masyuk tanpa ikatan nikah. 

Pemerintah Provinsi Aceh sejak 2003 telah membuat peraturan daerah atau Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat (Mesum). Qanun itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001, antara lain dalam bidang pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.

Bagi yang melanggar khalwat akan diancam uqubat ta’zir berupa dicambuk paling banyak sembilan kali, paling sedikit tiga kali dan/atau denda paling banyak Rp 10 juta, paling sedikit Rp 2,5 juta.

TEMPO.CO