2011
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Piluhan Mahasiswa Peduli KKR Gelar Aksi Simpati

Puluhan massa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli KKR melakukan aksi simpatik berupa teatrikal dan orasi dalam memperingati hari HAM se-dunia di Kota Langsa, Jum’at (9/12). Dalam aksinya massa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi itu melakukan long march dari Lapangan Merdeka menuju gedung DPRK Langsa dengan mengusung berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan dan jeritan suara korban pelanggaran HAM di Aceh.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai bahwa penghormatan terhadap nilai HAM dan keadilan adalah mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai konsekuensi pengakuan atas keberadaan instrumen internasional maupun nasional. Sehingga bukti kongkrit bahwa amanahnya telah dilaksanakan sebagaimana mestinya, maka penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu perlu menjadi prioritas Pemerintah Aceh dan Pusat. Maka pada momentum peringatan hari HAM se-duania kali ini mereka fokus terhadap pembentukan KKR Aceh.
“Kita sangat menginginkan adanya pengesahan Qanun KKR di Aceh serta adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Aceh dan Pusat tentang pembentukan KKR dan instrumennya di Aceh, sebagai wujud implementasi dari amanat MoU Helsinky dan UUPA,” demikian dikatakan Koordinator Aksi, Mahyuddin yang juga merupakan Presiden Mahasiswa (Presma) Unsam Langsa disela orasinya.

Ia juga mengatakan, perlunya keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan terbentuknya KKR Aceh. Tidak hanya korban dan keluarga korban semata, melainkan segenap komponen masyarakat Aceh dan Indonesia secara umum. Tidak lupa pula Mahyuddin mengingatkan bahwa siapapun yang berupaya menghambat terbentuknya KKR Aceh adalah musuh bersama masyarakat Aceh. ” Apakah itu legislatif, eksekutif, masyarakat maupun petinggi KPA,” tegasnya.

Setelah memperlihatkan atraksi teatrikal dan orasi secara bergantian dari beberapa orator, perwakilan massa menyerahkan pernyataan sikap dan petisi kepada Pimpinan DPRK Langsa yang diwakili Wakil Ketua DPRK, Ir T Hidayat yang didampingi sejumlah Ketua Fraksi DPRK setempat.

Pernyataan sikap mahasiswa tersebut diantaranya adalah mendesak legislatif  Aceh (DPRA), Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera membahas Qanun KKR Aceh sebagaimana janji yang telah ditanda tangani pada petisi tertanggal 10 Februari 2010 lalu. Kemudian mereka juga meminta untuk dilakukannya pengusutan tuntas kasus pelanggaran HAM di Aceh melalui mekanisme KKR Aceh dan peradilan HAM Aceh serta menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Aceh untuk berkenan mengabadikan situs-situs pelanggaran HAM di Aceh.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Langsa, Ir H T Hidayat dalam sambutannya pada saat menerima pernyataan sikap dan petisi mahasiswa mengatakan, atas dasar pertimbangan akan masih adanya ketertundaan hak korban pelanggaran HAM di Aceh. Maka pihaknya menyatakan berkomitmen untuk mendorong pembahasan dan pengesahan Qanun KKR Aceh sebagaimana yang diamanatkan di dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, selambat-lambatnya bulan Februari 2012.

“Kami sangat mendukung terbentuknya KKR Aceh. Untuk itu, kami berkomitmen untuk mendorong pembahasan dan pengesahan qanun dimaksud. Kami juga dari unsur Pimpinan dan Ketua Fraksi telah membubuhkan tanda tangan pada petisi itu,” sebut Ketua DPD II Golkar Kota Langsa ini.

Amatan media ini, pada saat penandatangan petisi tersebut turut ditanda tangani oleh Wakil Ketua II DPRK, Ketua Fraksi PA, Demokrat, KSU dan Fraksi Gabungan Bersama serta Ketua Komisi A. Petisi itu nantinya akan ditujukan kepada Ketua DPRA Aceh dan Gubernur. Semoga upaya ini terwujud sesuai dengan harapan korban HAM Aceh.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Keamanan dan ketertiban kenderaan memang sangat diperlukan oleh semua orang ketika berkunjung ke RSUD Langsa. Namun, keamanan dan ketertiban itu harus dibayar mahal oleh pengunjung. Pasalnya, petugas parkir RSUD Langsa melakukan kutipan “haram” diluar ketentuan Qanun (peraturan daerah-red) yang berlaku. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kaukus Pemuda Pantai Timur, Putra Zulfirman kepada media ini, Jum’at (16/12).


Menurutnya, petugas parkir  RSUD Langsa mengutip retrebusi parkir kenderaan roda dua sebesar Rp 1000 per kenderaan disiang hari, bila malam hari kutipan “haram” tersebut menjadi Rp 2000 per kenderaan sedangkan kenderaan yang menginap (bermalam) dikenai Rp 4000 per unit. Hal ini sangat bertentangan dengan Qanun Kota Langsa nomor 2 tahun 2003 tentang retrebusi parkir sepeda motor hanya sejumlah Rp 500,-.  Dia juga mengatakan praktik pengutipan retrebusi parkit tersebut merupakan metode penjajahan baru yang dilakukan sekelompok orang untuk memenuhi birahi oknum penjajah dimaksud.


“Saya terkejut ketika membayar parkir sebesar Rp 2000, padahal hanya 15 menit saya parkir. Kemudian saya lihat tiket parkir dengan nomor seri 0053321, sangat jelas tertera Rp 500 bukan seperti yang diminta petugas parkir.  ini modus penjajahan baru yang dilakukan petugas parkir RSUD Langsa, jangan sampai praktik ini terus berlanjut, kasihan keluarga pasien maupun penjenguk lain yang sedang membesuk di RSUD ini,” ujarnya.


Lebih lanjut dikatakannya, praktik “haram” tersebut terungkap ketika dirinya berkunjung ke RSUD Langsa guna membesuk teman yang sedang dirawat disana pada malam hari. Dirinya merasa heran dengan modus penjajahan yang dilakukan oknum petugas itu, hal ini tentunya membaya dampak negatif dan jelas merupakan kerugian bagi pengunjung RSUD Langsa.


Hal tidak wajar ini sangat tidak relevan dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, jika pengutipan retrebusi seperti dimaksud memang distor sebagai pendapatan asli daerah (PAD), maka Kota Langsa tidak akan mengalami divisit seperti yang terjadi saat ini.

Untuk itu, Sekjen Kaukus Pemuda Pantai Timur ini mendesak Pemerintah Kota Langsa melalui instansi terkait agar dapat menertibkan pungli haram terhadap retrebusi parkir RSUD Langsa. Apabila ini tidak segera ditindak lanjuti, dirinya siap melakukan gebrakan guna menertibkan parkir RSUD Langsa dengan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib karena telah melanggar peraturan yang ada.


“Kita harap instansi terkait segera menindak lanjuti hal ini, bila dalam waktu 2x24 jam tidak ada penertiban maka kita akan laporkan ini ke pihak kepolisian atas dugaan pelanggaran atas Qanun nomor 2 tahun 2003,” tegas Putra.


Bila diambil Rp 1000 katanya, masih dalam batas kewajaran dan tentunya tidak akan terjadi komplain dari pengguna jasa parkir. Namun, jika sampai Rp 2000 yang dikutip tentunya menjadi pertanyaan dan kecurigaan pihaknya atas pelanggaran Qanun dimaksud.


Sementara itu, petugas parkir RSUD Langsa yang enggan namanya disebutkan, ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, pengutipan sebesar Rp 2000 per kenderaan yang parkir malam dan Rp 4000 untuk yang kenderaan yang bermalam di RSUD Langsa adalah untuk tambahan uang kopi mereka saat menjaga parkir kenderaan tersebut.
 
Sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pihak terkait pun yang dapat dimintai keterangan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa dan Direktur RSUD Langsa selaku pihak terkait ketika dihubungi melalui selularnya secara bersamaan ternyata tidak aktif dan berada diluar jangkauan. Demikian pula Short Massege Service (SMS) yang dilayangkan tidak mendapat balasan. (musri)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sejumlah mahasiswa sedang membagikan selebaran tentang bahaya HIV/AIDS saat menggelar aksi simpatik pada hari AIDS se Dunia, Kamis (1/12) kemarin.

Seorang pengendara sepeda motor terlihat sedang menerima selebaran dan bunga dari mahasiswa yang menggelar aksi simpati HIV/AIDS
Berita selanjutnya dapat dibaca di :

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Samudra News – Langsa | Aliansi mahasiswa Langsa (AMAL) menggelar aksi peduli HIV/AIDS dibeberapa titik di Kota Langsa, Kamis (1/12) kemarin. Kegiatan ini dilakukan selama du hari dengan membagi berbagai jenis selebaran, diantaranya selebaran tentang HIV/AIDS, Stiker, poster dan ikut juga membagi-bagikan bunga disepanjang lampu merah dan SPBU.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi di Kota Langsa yang diantaranya BEM STIKes CND Langsa, BEM Bustanululum, PEMA Unsam dan BEM STIkes Langsa.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Samudra News usai aksi tersebut, kegiatan aksi simpatik dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya penyakit mematikan HIV/AIDS di Aceh khususnya Kota Langsa.

“berdasarkan data yang kami dapat dari Dinas Kesehatan Kota Langsa, tingkat penularan HIV/AIDS di Kota Langsa dewasa ini ditemukan sebanyak 10 orang dan ini merupakan angka yang tergolong tinggi” Jelas Kafayeddin selaku Wakil Presiden Mahasiswa Unsam Langsa.

Dalam hal ini, ia juga menambahkan bahwa kita tidak perlu menjauhi orang yang mengidap penyakit dan sebaliknya agar dapat merangkul dan memotivasi kepada orang yang telah positif terkena HIV/AIDS.

“mari kita hapuskan stigma dan diskriminasi terhadap orang hidup dengan AIDS” tambah Kafayeddin.
Selanjutnya, menurut Aliansi Mahasiswa Langsa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Langsa, kegiatan ini juga akan dilanjutkan ke beberapa sekolah tingkat SMA di Kota Langsa pada Selasa (6/12) mendatang, guna mensosialisasi kepada siswa-siswi tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS dan upaya pencegahannya.

“kegiatan ini kami lakukan untuk mengingatkan kepada seluruh warga Kota Langsa agar mengetahui bagaimana penularan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS dan kepada para orang tua untuk bisa menjaga anak-anaknya dari pergaulan bebas. Selain itu, kami juga akan mendatangi sekolah-sekolah tingkat SMA untuk mensosialisasikan tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS tersebut”. Tutup Adi Saparuna. (Musryadanta)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Eko Pratomo | Keikhlasan Suami - samudra-news.com
samudra-news.com - Eko Pratomo, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Eko masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Eko sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Eko tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Eko sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Eko lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Eko memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Eko menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Eko, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Eko..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Eko diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Eko kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Eko bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

”Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…” BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.


samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Samudra News- LANGSA | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Penduli Pendidikan (AMKLPP) melakukan aksi demo didepan kantor Walikota Langsa dan DPRK Kota Langsa pada Kamis, (24/11) kemarin. 

Kegiatan unjuk rasa itu dilakukan sebagai upaya untuk menolak dan menentang atas kebijakan yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa yang merupakan pembodohan terhadap dunia pendidikan di Kota Langsa, khususnya pendidikan kesehatan.
 
“kami menilai kebijakan RSUD Langsa yang menolak mahasiswa/i praktek klinik di RSU tanpa dasar dan hukum yang jelas adalah adalah bentuk pembodohan terhadap dunia pendidikan di Kota Langsa, khususnya pendidikan kesehatan” Ungkap kordinator aksi Husaini dalam rilies yang diterima Samudra News kemarin.
Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Pendidikan yang terdiri dari empat perguruan tinggi di Kota Langsa, masing-masing Akbid YDB, STIKes CND, STIKes Ummi dan UNSAM Langsa. Adapun beberapa point yang menjadi tuntutan aksi diantaranya meminta kepada pihak RSUD Langsa untuk menerima mahasiswa/i kesehatan yang akan melakukan praktek klinik serta menolak kebijakan manajemen RSUD Langsa yang membebankan biaya sewa lahan praktek sebesar Rp. 5.000.000,- pertahun kepada setiap program studi yang ada di Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. 

Berdasarkan pernyataan sikap yang tertuang dalam pers riliesnya, pengunjuk rasa menilai bahwa sangatlah janggal untuk dicerdasi secara akal sehat, dimana dalam UU PA tahun 2006 BAB XXX pasal 215 Ayat (1) dan (2) secara tegas telah dijabarkan bahwa pendidikan yang diselenggarakan di Aceh adalah satu kesatuan dengan sistem pendidikan nasional yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Akan tetapi menurut para mahasiswa kebijakan pihak RSUD Langsa belakangan ini benar-benar kebijakan yang tidak faham arti pentingnya sebuah pendidikan.

“Sejauh ini kita melihat kebijakan pihak manajeman RSUD Langsa benar-benar tidak faham arti pentingnya sebuah pendidikan dan ini sama persisnya dengan kebijakan para siluman yang ada di Aceh pada umumnya dan Kota Langsa khususnya” Tegas Husaini.

Untuk itu sebagai bentuk penyesalan, Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Pendidikan memita kepada Walikota untuk segera mencopot Zahari sebagai PLT Direktur RSUD Langsa dinilai telah menghambat program Walikota Langsa dalam rangka menjadikan Kota Langsa sebagai kota pendidikan.

Selain itu, para mahasiswa juga meminta kepada DPRK Langsa dalam mengesahkan qanun untuk mempertimbangkan dampak terhadap pendidikan dan nasib mahasiswa. Guna dalam setiap kebijakan yang diambil tidak merugikan dunia pendidikan khususnya dalam hal ini pendidikan kesehatan bagi mahasiswa/i yang akan melakukan praktek klinik rumah sakit dari setiap program study keperawatan dan kebidanan.

Disisi lain, Wakil Presiden Mahasiswa Unsam Langsa Kafeyeddin juga mengatakan bahwa dunia pendidikan dewasa ini telah dijadikan ajang manfaat dalam meningkatkan sumber PAD. “Seperti itulah fakta yang terlihat sekarang ini, dunia pendidikan telah dimanfaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan sumber PAD dengan memungut dari kantong-kantong miskin mahasiswa dan itu yang sangat disayangkan” tambahnya.

Dalam hal ini, harapan terakhir yang disampaikan oleh mahasiswa adalah meminta kepada Walikota Langsa untuk dapat lebih bijaksana dalam menanggapi setiap persoalan sehingga mengesankan yang baik diakhir masa jabatannya dengan berpihak kepada dunia pendidikan sesuai dengan visi dan misi walikota.

Walikota dan DPRK Langsa
Menanggapi tuntutan dari unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kota Langsa Peduli Pendidikan menyangkut kebijakan RSUD Langsa, Walikota Langsa Zulkifli Zainon berjanji akan menghapus atau menolak pangajuan qanun apabila diajukan oleh legislatif. Hal ini disampaikan Zulkifli Zainon dihadapan sejumlah mahasiswa di depan Gedung Walikota Langsa, Kamis (24/11).

Ditempat yang berbeda, pihak DPRK Langsa juga memberi respon positif terhadap tuntutan mahasiswa tersebut. Tanggapan itu disampaikan pihak DPRK dalam audien yang dilakukan dengan mahasiswa di Gedung DPRK Langsa Jum’at (25/11) kemarin. Berdasarkan hasil dari audiensi tersebut, pihak DPRK Langsa memenuhi tuntutan mahasiswa menyangkut dengan kebijakan RSUD Langsa khsusnya mengenai beban biaya sewa lahan praktek sebesar Rp.5.000.000,- bagi mahasiswa kesehatan. Dan sebagai langkah akhir dalam meyelesaikan hal tersebut, DPRK Langsa akan kembali melakukan audiensi dengan para mahasiswa sebagai upaya finishing. (Musryadanta)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Samudra Langsa melakukan kegiatan sosial penggalangan donor darah sukarela bagi mahasiswa dan civitas akademika juga masyarakat Kota Langsa pada umumnya.
 
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 pagi, Senin (21/11) ini dilaksanakan di halaman Fakultas Ekonomi Universitas Samudra Langsa tepatnya di jalan Iskandar Muda no. 3-4 Langsa. Kegiatan ini merupakan salah satu progam kerja BEM Fakultas Ekonomi periode 2011-2012 dan berkerja sama dengan PMI Aceh Timur.

"kegiatan donor darah yang kita lakukan ini merupakan salah satu program kerja BEM Fakultas Ekonomi periode 2011-2012 dan alhamdulillah berjalan dengan lancar” jelas Ketua BEM Khairul Rizal kepada Samudra News, Senin (21/11) kemarin.

Selanjutnya khairul Rizal juga menambahkan, selain guna membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kegiatan donor darah bagi masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk meminimalisir praktik penjualan darah akibat minimnya persediaan darah di PMI.

Berdasarkan pantauan Samudra News di lokasi kegiatan, semangat para mahasiswa dalam mensukseskan acara donor darah tersebut terlihat begitu tinggi dan antusias, hal ini dibuktikan oleh kegigihan para panitia dalam mempersiapkan segala sesuatunya, meskipun dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut sempat diguyur hujan yang cukup deras namun hal itu tidak membuat semangat mereka luntur.

Sebagai buah dari kegigihan para panitia, kegiatan sosial donor darah mampu mencapai hasil yang maksimal dengan memperoleh sumbangan darah sebanyak 25 kantong dengan berbagai macam golongan dari 25 orang yang mendonor. Ini merupakan jumlah yang memuaskan mengingat cuaca yang kurang kondusif pada saat pelaksanaan acara tersebut.

“Kegiatan ini bagus, banyak manfaatnya selain kita jadi sehat kita juga bisa memberikan kehidupan kepada orang lain” ungkap salah seorang mahasiswa yang ikut serta sebagai pendonor.

Selain itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Khairul Rizal juga berharap kedepannya setiap ada kegiatan-kegiatan seperti ini, pihak PEMA juga BEM yang lainnya juga bisa untuk ikut berkerja sama mengirimkan delegasi agar acara tersebut berjalan dengan lancar.

“Saya selaku penanggung jawab kegiatan tersebut berharap kedepannya pihak PEMA atau BEM dari masing-masing fakultas ikut berkerja sama dalam mensukseskan acara dengan mengirimkan delegasi dari tiap-tiap mereka”. Tambah Khairul Rizal mengakhiri pembicaraan. (Musryadanta)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Jelek, panas, bising lagi. Itulah kondisi salah satu ruangan fakultas hukum di Universitas Samudra Langsa. Kadang kala sebagian mahasiswa yang menempati ruangan tersebut merasa seperti dianak tirikan dengan kondisi yang seperti ini. Padahal menurut mereka kewajiban sama dengan yang lain, tapi kenapa penempatannya beda? Sebenarnya apa yang membuat beda? Ataukah hanya sementara, sambil menunggu ada penambahan gedung, tapi sampai kapan? Yang jelas kami merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi ruangan yang seperti ini. Sudah kondisinya panas, ditambah lagi dengan suara kereta yang berlalu lalang, bahkan sebagiannya berjalan didepan ruangan kami dan juga parkir disitu. Bukankah tempat parkir sudah disediakan walaupun hanya sebatas garis.
“Dimana perhatian pihak kampus untuk kenyaman proses perkuliahan? Menurut saya sih hal ini terjadi bukan karena ketidak tahuan, akan tetapi karena pembiaran dengan asumsinya ”ah kan cuma sementara”. Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut merasakan kondisi tersebut.
Nah.... untuk memperkuat ungkapan diatas, mari kita simak hasil wawancara dua orang mahasiswa yang juga ikut menempati ruangan tersebut. ( inisial A dan B)
1.      Apakah anda, aktivitas belajar anda  merasa terganggu dengan kondisi ruangan dan kebisingan seperti ini?
A: Saya merasa sangat terganggu dengan dengan kondisi yang seperti ini, terutama sekali kebisingan dari suara kereta sebagian mahasiswa yang berlalu lalang dan bahkan ada yang parkir lagi didepan ruangan
B : Hanya orang tuli yang tidak merasa terganggu dengan suara kerata yang begitu dekat! Apalagi kalau mereka lewat dan parkir didepan ruangan tambah buyar konsentrasinya
2.      Apa saja gangguan yang anda rasakan?
A : kalau gangguannya sih ada beberapa hal juga, contohnya ruangan papan seperti ini, gak semangat banget tahu gak belajarnya sudah panas, kursi kayu, dah tu kalau diruangan sebelah lagi belajar atau ribut kedengarannya sampai ke ruangan lain.
B : Ya sama seperti teman-teman yang lain, saya juga merasa terganggu contohnya saja waktu lagi quis kemaren tu, hilang konsentrasi saya karena ada sebagian mahasiswa dengan sepeda motornya lewat dan parkir didepan ruangan. Sebenarnya itu kan bukan untuk lintasan kereta, tapi ya mau bagaimana lagi gak ada yang larang.
3.      Bagaimana reaksi dosen anda saat mengajar?
A : Kebetulan kemarin tu saat mengikuti perkuliahan dengan dosen seorang perempuan. Suara beliau biasanya santai dan agak pelan dan mahasiswa yang sedang memperhatikan penjelasan pun terlihat serius. Namun ketika muncul suara bising dua sepeda motor melintas yang didepan ruangan dosen tersebut terpaksa menerangkan materi dengan volume yang lebih dari biasanya dan mahasiswa pun terlihat asyik tolah toleh mencari dari mana asal suara itu.
B : kalau saya yang melihat sih sebagian dosen tidak memberikan komentar apa-apa tapi bisa kita lihat dari raut wajah mereka sebenarnya mereka sangat terganggu dengan suara sepeda motor tersebut
4.      Menyangkut hal ini, apa yang anda harapkan?
A : kala harapan sih, kita berharap supaya pihak kampus menertipkannya, wong tempat parkir kan sudah disediakan
B : kalau saya ikut saja, karena itu kan untuk kenyamatan kita juga. Tapi kalau  boleh saya kasih tanggapan kenapa sebagian mahasiswa melintas dan parkir disini, ya karena tempat parkir yang disediakan itu sangat tidak layak, kenapa? Karena yang disediakan hanya sebatas garis doang, lantas bagaimana kalau  cuaca panas dan hujan, saya rasa tidak ada seorangpun yang mau menjemur dan memandikan sepeda motor mereka. Oleh karena itu sebagian mahasisa mencari tempat yang lebih kondusif. Tapi sayank, sasaran mereka adalah teras ruangan.

Dari hasil waancara terhadap kedua orang yang  dijadikan sampel untuk persoalan ini dapat kita lihat sebenarnya akar permasalahannya adalah difasilitas dan perhatian pihak kampus yang masih kurang

Nah, disisi lain, jika mau menoleh kebelakang maka dapat dijumpai sebuah fakta yang sedikit menggelitik, yakni fakta mengenai kualitas proses belajar mengajar yang diadakan dikampus ini, bagi sekelompok orang dirasa kurang apabila dibandingkan dengan kampus-kampus di kota yang lain, konon lagi ini merupakan satu-satu universitas di Kota Langsa.

Jika hal -hal yang mengganggu kelancaran dan kenyamanan proses perkuliahan kurang mendapatkan perhatian yang cukup bahkan terkesan diabaikan bagaimana kita bisa dengan cepat menyusul ketertinggalan kita dengan kampus-kampus yang lain.......?  (Musryadanta)

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Hari PAHLAWAN
Melihat tanggal 10 Nopember, tentu akan terniang dalam benak kita bahwa itu adalah Hari Pahlawan dan mungkin ada baiknya kita sedikit menengok sejarah masa lalu dimana para pejuang kemerdekaan kita dengan taruhan nyawa merebut dan mempertahankan negeri ini mati-matian.

Menyangkut hal itu, apa respon kita ketika memasuki tanggal tersebut? Kenyataannya, kita semua hanya sedikit meluangkan waktu untuk sekedar memperingati hari tersebut tanpa ada respon lain yang cukup signifikan terhadap jasa-jasa mereka. seperti, pemberian tanda kehormatan terhadap keluarga yang ditinggalkan atau lain sebagainya.

Tapi selain itu, apakah yang dikatakan pahlawan adalah mereka-mereka yang telah gugur dalam perjuangan? namun bagaimana dengan pejuang-pejuang yang masih hidup sampai dengan sekarang. Fakta, mereka terlupakan.

Apakah kita tega mengotori perjuangan mereka dengan perbuatan-perbuatan hina masa kini yang menodai semangat perjuangan mereka. Untuk itu, mari kita rias perjuangan mereka dengan memajukan dan membangkitkan dari apa yang telah mereka perjuangankan.
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
The opening of the 10th Q! Film Festival, which focuses on issues within the lesbian, gay, bisexual and transgender community, was celebrated with little fanfare at the National Library in Central Jakarta last Friday night. (www.thejakartaglobe.com,3/10)

Acara 10 th Q! Film Festival yang mengkampanyekn wacana LGBT (Lesbian, Gay, Beseksual, Transgender) digelar diam-diam di Jakarta sejak 1-8 Oktober 2011 (hidayatullah.com, 6/10)

NOTE : Inilah upaya perusakan moral dan budaya dengan cara halus, yang dibiarkan bahkan didukung oleh penguasa. Tanpa sadar, masyarakat terutama kaum muda akan belajar memahami dan akhirnya mentoleransi cara hidup biadap itu. Hanya sistem Islam lah yang sanggup memusnahkan perilaku kaum-kaum terlaknat itu. Tidak ada pilihan untuk selamatkan umat kecuali menerapkan hukum-hukum Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah.

Allah berfirman : Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Hadits Jabir :Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

Hadits Ibnu Abbas :Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa'i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]


Musryadanta
Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Samudra Langsa
Semester V
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Felix Siauw. Adalah seorang Islamic Inspirator. Program-programnya disusun sedemikian rupa sehingga membangkitkan nilai-nilai ilahiah didalam diri setiap individu sehingga mampu dan mau menjalani hidup dan beraktivitas di dalamnya dengan mulia. Al Qur’an dan as Sunnah selalu menjadi landasannya dalam menginspirasi aktivitasnya maupun merubah performa setiap individu yang mengikuti program-programnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat atas di Palembang pada tahun 2001 penulis melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian,  Institut Pertanian Bogor dan aktif mendakwahkan dan memperjuangkan Islam di kampus IPB dan bergabung dalam Tim Dakwah Kampus BKIM IPB, juga diamanahi menjadi ketua lembaga dakwah fakultas pertanian eLSIFA.

Alhamdulillah, pada tahun 2006 penulis menggenapkan sebagian agamanya dengan menikahi wanita yang taat dan sabar dalam agamanya, Iin, yang dianugerahi darinya seorang anak yang insya Allah menjadi muhajidah di jalan Allah, Alila Shaffiya asy-Syarifah. Dan kelak akan lahir pula Sifr Muhammad al-Fatih 1453, anak kedua dari pasangan ini.

Sekarang, ia berkonsentrasi membangun generasi Islami sebagai Islamic Inspirator dan berprofesi sebagai Marketing Manager di perusahaan agrokimia PT. Biotis Agrindo. Secara aktif dia mengisi kajian-kajian Islam di perkantoran, pesantren dan masjid. Program-program penulis telah dibagikan hampir di setiap bagian di Indonesia. Dan dia mempunyai mimpi dalam waktu dekat: meratakan Jakarta dengan Islam. Insya Allah!

Sekilas Cerita dari Felix Siauw
Nama saya Felix Y. Siauw, kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan setidaknya dalam jangka waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah merasakan banyak sekali kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4 momen paling bahagia bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan untuk mengganti keyakinan dengan mengakui Allah swt. sebagai satu-satunya Tuhan dan sesembahan. Tahun 2006 ketika saya menikahi seorang muslimah yang kelak memberikan saya 2 momen bahagia lagi; kelahiran Alila Shaffiya asy-Syarifah pada tahun 2008 dan Shifr Muhammad al-Fatih 1453 pada tahun 2010.

Dari nama yang saya publish, sebagian besar pasti memahami bahwasanya saya tergolong etnis Cina. Dan inilah salahsatu sebab kenapa saya menulis tulisan ini, disamping alasan utamanya adalah karena kewajiban mendakwahkan Islam dan pemikiran-pemikirannya ke seluruh dunia. Ini adalah sebuah curahan hati dan aduan serta penjelasan dari seorang Ayah, Muslim-“Cina”. Walaupun banyak kasus lain yang saya alami berkaitan dengan ide bid’ah nasionalisme yang diwariskan Belanda dan Barat, saya akan sedikit memfokuskan pada satu kisah yang baru saja saya alami.
Berawal ketika Istri saya yang melahirkan anak keduanya di RS. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat, setelah itu seperti biasa, atas nama pribadi ada beberapa karyawan yang menawarkan jasa pembuatan akte kelahiran putra saya. Dan kami pun menyambut baik tawaran yang dibandrol dengan harga Rp. 100.000. Tak berapa lama, setelah karyawan tadi melihat fisik saya, lalu dia bertanya pada istri:

“Bu, bapaknya muslim bukan? keturunan ya?”
“Muslim kok, emang kenapa mbak?” Jawab istri saya santai,
“Nikahnya pake cara Islam kan?, karena kalo nikahnya beda agama susah ngurusnya bu, dan beda juga biayanya..”
“Ya Islam lah, bedanya apa mbak”, sedikit terintimidasi, Istri saya tetap berusaha santai
“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”

Setelah memberitahu saya perihal percakapan ini, dengan agak kesal saya pun mencoba membuktikan perkataan istri saya tadi. Ternyata benar, ada diskriminasi kepengurusan akte kelahiran, dan dokumen yang diperlukan pun lebih daripada yang biasanya. Walau saya desak dengan berbagai dalil, termasuk dengan dalil bahwa penghapusan istilah WNI Keturunan sudah dilakukan, tetap saja tidak ada penjelasan yang memadai kepada saya. Bertambah kekesalan saya, maka saya memutuskan untuk mengurus sendiri akte kelahiran anak kedua saya. Bukan masalah uang, ini masalah ide kufur yang tidak perlu diberikan ruang toleransi.

Langkah pertama adalah melakukan browsing ke Internet ke alamat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ; http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/produk-a-layanan/akta-kelahiran, dan disitu saya mendapatkan informasi bahwa pembuatan akte kelahiran biayanya gratis s/d Rp. 5000. Dan syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua, dan Surat Pengantar RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah saya datang pada hari Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte kelahiran untuk dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan sekali lagi saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua yang dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI. Dan setelah itu akhirnya saya tetap diminta membayar Rp. 70.000, sebelum membayar saya menanyakan bukti pembayarannya, sedikit gagap petugas menyatakan bahwa lembar bukti penyerahan dokumen sudah dianggap menjadi bukti pembayaran (nanti coba kita liat ya). Dan yang paling menyakitkan, ditulis lagi dalam keterangan permintaan akte kelahiran bahwa anak saya termasuk Stbld. 1917.

Lalu dengan serius saya tanyakan: “Masih berlaku tuh stbld?”
“Oh masih pak, semuanya harus ditulis begitu”
“Oh gitu, kirain jaman belanda aja pake stbld!” sindiran dari saya yang tampaknya tidak dipahami petugas bersangkutan.

Ok, cukup cerita pendahuluan saya, sekarang kita masuk ke pokok pembahasan.

1. Inilah budaya pegawai negeri Indonesia yang jauh dari kesan profesional dan korup, birokrasi yang terbiasa tidak jujur dan selalu mencari kesempatan atas minimnya data yang mereka beri kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Sehingga seolah-olah masyarakat yang harus membayar mereka karena pelayanan itu, padahal pelayanan mereka sudah dibayar oleh negara. Sampai setelah saya membayar Rp. 70.000 itu, saya tidak mengetahui kemana uang ini dialokasikan, dan parahnya yang menerima uang ini adalah muslim. Saya terima kalau yang melakukan korupsi ini bila bukan muslim, tapi pelakunya sekali lagi adalah muslim, yang seharusnya menjadi pekerja yang paling jujur karena aqidahnya memerintahkan begitu

2. Budaya rasialis dan nasionalisme kampungan rupanya masih menjadi mental ummat Islam saat ini. Mereka membedakan antara pribumi dan keturunan. Tanpa mereka ketahui bahwa cara ini adalah strategi utama belanda dalam melakukan politik divide et impera dan menghancurkan sendi ekonomi dan masyarakat.

Politik rasialis ini dimulai ketika VOC dan Pemerintah Belanda membagi kelompok masyarakat menjadi Inlander (pribumi) dan Vreemde Oosterlinge (Orang Timur Asing, termasuk Cina, Arab dan India)(lihat http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/3523), lalu memberikan akses ekonomi kepada Vreemde Oosterlinge terutama orang Cina sehingga pecahlah permusuhan dan kebencian antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge (lihat Buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara).

Politik rasialis ini bahkan dimulai semenjak awal pencatatan akta kelahiran dengan membedakan antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge, antara agama penjajah Belanda Kristen dan Katolik serta Islam. Lihat saja akte kelahiran Anda yang muslim pribumi akan mendapatkan kode Stbld. 1920, sedangakan yang nasrani pribumi mendapatkan kode Stbld. 1933, warga keturunan dari timur (Cina, Arab, India, dan lainnya) dengan Stbld. 1917 (lihat http://www.jasaumum.com/akteKelahiran.htm). Akta kelahiran inilah yang menjadi dasar dalam perbedaan perilaku penjajah Belanda dalam masalah pendidikan, pekerjaan dan status sosial.

Sayangnya (baca: bodohnya), pemerintah Indonesia justru mengadopsi Stbld. (Staatsblad, artinya Peraturan Pemerintah Belanda) menjadi aturan dalam pencatatan kelahiran yang otomatis dari awal sudah membedakan membuat rasial penduduknya berdasarkan cara penjajah Belanda membedakannya. Jadi ketahuan sekali bahwa negara kita secara hukum dan ekonomi masih terjajah dan samasekali belum merdeka. Nah, wajar kan kalau kita liat konflik horizontal maupun vertikal atas nama etnis masih terjadi di negeri ini? karena memang dari awal pemerintah Indonesia sudah meniatkannya. Membebek penjajah Belanda. Dan hampir sebagian besar hukum kita adalah adopsi Belanda.

Belum puas rupanya dijajah 350 tahun?!
Inilah ikatan-ikatan yang merusak dan terbukti menimbulkan perpecahan dan konflik yang tak berkesudahan. Ikatan yang muncul dari pemikiran yang dangkal dan sempit. Ikatan etnisitas, kekauman dan juga termasuk ikatan nasionalisme kampungan. Ikatan inilah yang menyebabkan muslim Indonesia tidak memperdulikan muslim Palestina hanya karena dibatasi oleh garis-garis khayal batas negara. Ikatan ini juga yang memenangkan penjajah Belanda ketika membelah ummat Islam Indonesia atas nama etnis. Dan ikatan ini pula yang menyebabkan Arab Saudi, Yordan, Turki, Mesir, Irak, Iran dan semua negara muslim saat ini terpecah belah padahal dahulunya mereka adalah satu kekuatan. Inilah sebuah ikatan palsu yang harus dimusnahkan: fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang kita kenal dengan kata ashabiyah.

Padahal Rasulullah dengan sangat jelas telah mewanti-wanti agar kita jangan membedakan diri berdasarkan sesuatu yang tidak pernah dipilih manusia atau bagian dari qadar Allah.
إن الله لا ينظر إلى صوركم ولا إلى أجسامكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وإلى أعمالكم
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah kalian dan tidak pula kepada bentuk tubuh kalian, akan tetapi Allah melihat qalbu (akal dan hati) kalian dan perbuatan kalian (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurrairah)
Maka benarlah dalam aturan kewarganegaraan Daulah Madinah ketika Rasulullah saw. menjadi kepala negara, beliau saw. hanya membedakan 2 jenis penduduk; muslim dan kafir. Begitu pula yang dilaksanakan Khulafaur Rasyidin setelah beliau dan Khalifah-khalifah setelah mereka sampai runtuhnya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah tahun 1924. Artinya pembedaan kewarganegraan adalah berdasarkan pengakuannya atas Islam, bukan yang lain seperti fanatisme golongan atau bangsa.
Juga larangan sempurna dari Rasulullah atas sikap fanatisme golongan, bangsa dan semacamnya yang dirangkum dalam larangan ashabiyah
ومن قاتل تحت راية عمّيّة يغضب لعصبة، أو يدعو إلى عصبة، أو ينصر عصبة، فقتل، فقتلة جاهليّة
Siapa saja yang berperang di bawah panji kebodohan marah kerena suku, atau menyeru kepada suku atau membela suku lalu terbunuh maka ia terbunuh secara jahiliyah (HR Muslim)
ليس منا من دعا إلى عصبية، وليس منا من قاتل على عصبية، وليس منا من مات على عصبية
Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah (HR Abu Dawud)
Tidak ada keistimewaan khusus karena warna kulit, karena jenis dan karena tanah air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’ashub) karena warna kulitnya melebihi kulit orang lain, karena golongannya melebihi golongan lain dan karena daerahnya melebihi daerah orang lain. Pribumi ataupun keturunan. Bahkan Islam menaruh ikatan semacam ini dalam posisi yang paling rendah karena pemikiran semacam ini adalah batil.

Tapi inilah kondisi masyarakat dan ummat, mereka mempunyai cap tertentu bagi etnis tertentu, dan akhirnya bukan melihat karena ketakwaannya tetapi karena bentuk wajahnya. Hanya karena seseorang berwajah Arab lantas setiap bertemu tangannya dicium, karena persangkaan bahwa arab identik dengan Islam (ironis). Hanya karena seseorang berwajah Cina lantas diidentikkan dengan kafir? (lebih ironis), lebih aneh lagi kalau ketemu bule semuanya serba senang, sumringah dan berjalan menunduk (kacau).
Inilah mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga kepada negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu, ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid dalam segala bidang.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (QS ali Imraan [3]: 103)
Seandainya saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru ashabiyah. Tapi mereka telah tiada, namun bukan tanpa warisan. Rasulullah menyiapkan sebuah sistem buat ummatnya agar ummatnya dapat bersatu padu dan kuat dalam satu kepemimpinan di seluruh dunia. Insya Allah saat Khilafah Islam tegak satu saat nanti, Khalifah lah yang akan mengomando kaum muslim membunuh ashabiyah.

 



Situs :
1. www.hizbut-tahrir.or.id --- Hizbut Tahrir
2. www.biotis.co.id/ --- Felix Siauw-Islamic Inspirator
3. www.keepfight.wordpress.com/ --- My mind
4 . www.khilafah.com/ ---- Khilafah
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh : Musryadanta

Inilah fakta yang terlihat di kotaku tercinta, dimana pengemis dan anak telantar seolah-olah dilegalkan oleh pemerintah. Hal ini terbukti ketika ada seorang pengemis yang tiba-tiba datang menghampiri saya dengan berharab sedikit belas kasih sambil menadahkan tangan seraya menunjukkan secarik kertas yang dilebelkan sebagai fakir miskin atau dhuafa dan distempel oleh pejabat setempat. Sungguh sangat ironis. Dimanakah fungsi pemerintah yang nota bene untuk mengayomi rakyatnya?

Ketika kita merujuk ke UUD 1945 yang katanya sebagai acuan dasar dalam berbangsa dan bernegara ternyata sangat bertolak belakang antara perintah UUD 1945 dengan fakta yang terjadi.

Dalam UUD 1945 Pasal 34 (1 dan 2) menjelaskan bahwa fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara dan negara mengemban sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu, sesuai dengan martabat kemanusiaan. Menurut pasal ini dapat kita pahami bahwa fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara yang dilaksanakan oleh pemerintah. Fakir ialah orang yang tidak berdaya karena ridak mempunyai pekerjaan apalagi penghasilan, dan juga mereka tidak mempunyai sanak saudara di bumi ini. Miskin ialah orang yang sudah memiliki penghasilan tapi tidak mencukupi pengeluaran kebutuhan mereka, tapi mereka masih mempunyai keluarga yang sekiranya masih mampu membantu mereka yang miskin. Jadi Fakir miskin dapat dikatakan orang yang harus kita bantu kehidupannya dan pemerintahlah yang seharusnya lebih peka akan keberadaan mereka. Namun bagaimana dengan anak yang ada pada gambar tersebut, itu hanya satu dari sekian banyak pengemis yang ada diseputaran Kota Langsa.

Memang ketika kita mengkaji, kadang kala penghasilan mereka lebih besar dari pada penghasilan masyarakat lain pada umumnya. Tetapi hal ini terlepas dari penghasilan itu semua.

Karena, yang perlu kita pelajari disini adalah tingkat keseriusan pemerintah dalam mengemban amanat UU, bukankah kata mereka negara kita adalah negara hukum? Tapi dimanakah hukum itu yang mempunyai unsur keadilan? Yang kita lihat sekarang, pemerintah tidak begitu peduli dengan hal yang seperti ini. Justru terlihat fakir miskin dan anak terlantar memang benar-benar dipelihara agar terus semakin banyak jumlahnya dan tetap begitu-begitu saja apa adanya.” Kan lucu bila negara ini punya sumber daya alam yang sangat kaya namun rakyatnya mayoritas miskin papa. Entah karena sistemnya yang salah atau memang tidak mampu mengelola negeri kaya raya nan besar ini sehingga oknum pemerintah republik indonesia pada lepas tanggung jawab. Selain itu juga kita melihat hampir semua aktivitas rakyatnya dipajakin, mau jalan naik motor kena pajak, bangun rumah kena pajak, buka usaha juga kena pajak bahkan makan juga kena pajak. Tapi kok gak da perubahan juga ya? Dan yang anehnya lagi, kekayaan alam yang ada dinegara kita ini sepertinya hanya numpang pakai tempatnya doang ketika sudah mempunyai hasil 90 persen adalah orang punya. Kan lucu..!!”



SOLUSINYA
Jaminan Kesejahteraan Dalam Islam


Islam mewajibkan negara memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar individu (pangan, sandang dan papan) dan kebutuhan dasar masyarakat (pendidikan, kesehatan dan keamanan).

Jaminan pemenuhan kebutuhan dasar individu diberikan melalui mekanisme tak langsung. Islam mewajibkan laki-laki untuk bekerja dan negara wajib mendorong dan memfasilitasi setiap individu untuk bekerja sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya secara mandiri sesuai kemampuannya. Jika tidak mampu atau belum terpenuhi dengan layak, maka kerabatnya yang mampu ikut menanggungnya. Jika masih belum terpenuhi maka negara secara langsung memenuhinya. Nabi saw bersabda:


مَنْ تَرَكَ مَالاً فَلأَِهْلِهِ وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَإِلَيَّ وَعَلَيَّ
Siapa saja yang mati meninggalkan harta, harta itu untuk ahli warisnya. Siapa saja yang mati meninggalkan utang, atau meninggalkan keluarga [yang tidak mampu], maka datanglah kepadaku dan menjadi kewajibanku (HR Muslim).

Sementara pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, negara wajib memenuhinya secara langsung dengan menyediakan kebutuhan keamanan, kesehatan dan pendidikan kepada seluruh rakyat, tanpa biaya.

Dari mana dananya? Pertama, dari harta zakat, sebab fakir atau miskin (orang tak mampu) berhak mendapat zakat. Kedua, dari harta milik negara baik fai’, ghanimah, jizyah, ‘usyur, kharaj, khumus rikaz, harta ghulul pejabat dan aparat, dsb. Ketiga, dari harta milik umum seperti hutan, kekayaan alam dan barang tambang, dsb. Jika semua itu belum cukup, barulah Negara boleh memungut pajak (dharibah) hanya dari laki-laki Muslim dewasa yang kaya.

Dengan semua itu, sistem Islam menjadikan jaminan kesejahteraan untuk tiap inidvidu rakyat, baik kaya atau miskin, muslim maupun non muslim, menjadi riil dan tidak lagi mimpi. Bukankah itu mimpi kita semua? Saatnya kita wujudkan kemaslahatan umat dengan menerapkan Sistem Islam dalam bingkai Khilafah.Insya Allah.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sejumlah Mahasiswa Universitas Samudra Langsa yang mengikuti Diklad KSR PMI Unit 10 UNSAM Langsa di lingkungan kampus terlihat kompak berjalan menuju lokasi pemandian, Rabu (05/10).
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sukses sangat berkaitan erat dengan motivasi, motivasi tergantung kondisi emosional, dan kondisi emoisonal dipengaruhi oleh apa yang Anda lakukan. Jadi jika kita melakukan sesuatu yang kita sukai, peluang sukses kita akan labih besar daripada melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai atau dipaksakan.

Miliki segera buku-buku motivasi yang akan meningkatkan dan
mempertahankan motivasi diri Anda dengan cara
mudah, praktis, dan islami.

HARGA DIJAMIN MURAH





Dan bagi kawan2 yang membutuhkan buku cetak lainnya, kawan2 juga dapat memesan langsung kepada kontak person yang tersedia.

Bagi yang berminat hubungi segera


Hanya di
0853 5820 2088 a.n MUZAKKIR RASYID
Mahasiswa Fakultas Pertanian
Universitas Samudra Langsa
Semester 7
Jurusan Agribisnis


=== BURUAN STOCK TERBATAS ===
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA - Puluhan mahasiswa dan masyarakat Kota Langsa yang berunjuk rasa ke DPRK Langsa yang meminta Partai Aceh (PA) segera mencopot M Zulfri dari ketua DPRK setempat dua hari lalu, membantah bahwa kelompok mahasiswa dan masyarakat yang menamakan dirinya Kaukus Pemuda Pantai Timur itu ditunggangi untuk kepentingan kelompok tertentu.

Bantahan itu disampaikan melalui siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum Kaukus Pemuda Pantai Timur, Teuku Faisal SH dan Koordinator Aksi, Yuswardi kepada Serambi Minggu (2/10). Dalam surat bantahan itu, Teuku Faisal mengatakan, aksi demo pada 30 September 2011 adalah aksi murni pemuda dan mahasiswa, bukan seperti yang disampaikan Muhammad Zulfri. “Kami bukan antek atau perpanjangan tangan dari partai atau pihak manapun,”tegas Teuku Faisal.

Faisal juga menyatakan, aksi yang dilakukan dimaksud untuk meminta kejelasan status M Zulfri ST yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Sehingga, banyak agenda kerja DPRK Langsa menyangkut hajat hidup masyarakat dan pembangunan di Kota Langsa terhambat.

Sementara itu BEM dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Langsa dalam siaran persnya juga meminta semua pihak, terutama mahasiswa agar tetap menjaga netralitas atas kisruh yang melanda DPRK Langsa terkait upaya meminta pemberhentian Muhammad Zulfri ST dari ketua DPRK Langsa.

Dalam pernyataan yang ditandatangani sembilan elemen sipil dalam sebuah jumpa pers di Kota Langsa, Minggu (2/10). Mereka terdiri dari Iswantoro (Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Konsultasi (LP2K), Syamsuddin (HMI Cabang Langsa), M Isbal (dari Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA), Rahmat (dari BEM Teknik Unsam Langsa), Said Aqil (dari BEM Fakultas Hukum Unsam Langsa), T Maulana Ali (BEM FKIP Unsam Langsa), M Khairurrozi (BEM STIKes Cut Nyak Dhien Langsa), Samsul Bahri (BEM STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa) dan Sugiono (Kaukus Muda Progresif Langsa).

Syamsuddin dari HMI Kota Langsa, mengharapkan kepada para pihak yang mengkritisi kisruh di DPRK tersebut agar jangan salah sikap. Karena itu menjaga netralitas akan lebih baik demi untuk mencari solusi penyelesaian persoalan.

Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa dan masyarakat Kota Langsa yang tergabung dalam Kaukus Pemuda Pantai Timur itu berunjuk rasa ke gedung DPRK pada Jumat (30/9). Pengunjukrasa juga mengusung sejumlah poster diantaranya bertuliskan, ‘Kisruh DPRK Langsa sangat merugikan masyarakat, Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un telah berpulang kerahmatullah palu sidang DPRK Langsa, Zulfri dan 24 anggota dewan lainnya sama saja, kami merasa bosan dan apatis dengan pimpinanan anda. Dan tolong buka topeng atau kami yang akan membuka. Dan selain itu, dalam poster tyang diusung itu juga terdapat tulisan, kader Partai Aceh bukan hanya Zulfri.

Dalam berita sebelumnya itu Ketua DPRK Langsa M Zulfri ST mengatakan, ia merasa kecewa dengan sikap mahasiswa yang tidak memberikan kesempatan kepadanya saat akan memberikan tanggapan terkait aspirasi yang disampaikan. Zulfri menduga aksi mahasiswa itu disusupi oleh oknum tertentu.(serambinews.com)
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Sebanyak 30 mahasiswa Aceh dilaporkan lulus seleksi administrasi untuk mendapatkan beasiswa S2 dan S3 ke Taiwan. Ke 30 mahasiswa Aceh tersebut mengikuti seleksi yang digelar bersamaan dengan pameran pendidikan bertema Taiwan Higher Education (THE) Fair 2011 di ACC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (1/10).

Koordinator Sektor Taiwan pada Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, Ima Dwitawati, kepada Serambi, Minggu (2/10) malam, mengatakan jumlah mahasiswa yang mendaftar mencapai 200 orang. Namun, hanya 30 yang memenuhi syarat untuk mendapat beasiswa dari Pemerintah Taiwan dan Pemerintah Aceh.

“Ada 200 orang yang mendaftar, tapi hanya 30 orang nilai TOEFL-nya 470 ke atas dan IPK minimal 3,0. Ke 30 mahasiswa ini akan mengikuti tes selanjutnya yaitu potensi akademik dan wawancara,” kata Ima.

Sementara THE Fair 2011 yang digelar sepanjang hari Sabtu lalu, dikunjungi sekitar 5.000 orang dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan dosen. Pameran itu dibuka Rektor Unsyiah, Prof Dr H Darni M Daud MA, dihadiri Ketua DPRA, Hasbi Abdullah, Asiten III Setda Aceh, Ridwan Hasan, Deputy Ambasador Mr Charles Li, dan Leader of Elite Study in Taiwan, Mr Wanlee Cheng.

Di pameran itu ada 29 stand milik universitas dan institut terkemuka di Taiwan. Pameran yang sama juga akan digelar di Yogyakarta dan Surabaya. THE Fair 2011 di Aceh berlangsung atas kerja sama Elite Study in Taiwan, LPSDM Aceh dan Universitas Syiah Kuala. (serambinews.com)
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
KABAR GEMBIRA
DICARI. Bagi kawan-kawan yang pengen punya banyak teman, mengembangkan diri, mengekspresikan diri, berbagi ilmu juga berbagi kasih. Sekaranglah waktunya. Segera bergabung bersama KSR PMI Unit 10 UNSAM LANGSA.

Korps Sukarela Pamalang Merah Indonesia Universitas Samudra Langsa (KSR PMI UNSAM LANGSA) sebagai organisasi bagi para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) berencana membuka pendaftaran didikan dan latihan dasar KRS Perguruan Tinggi Se-Aceh.

Pendaftaran dibuka sejak tanggal 21 – 28 September 2011yang bertempat di Kampus Universitas Samudra Langsa. Waktu dan tanggal pendaftaran dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan pengurus KSR PMI Unit 10 Unsam Langsa.

Dan bagi kawan-kawan yang berminat untuk bergabung bersama KSR PMI Unit 10 Unsam Langsa, daftarkan segera di kampus Universitas Samudra Langsa.

Info lebih lanjut Hub.


Yubhar : 0852 6217 1362 (Ketua Panitia)

Khairuddin : 0852 7799 9538 (Sekretaris)

Kegiatan ini di adakan se-Aceh bagi seluruh mahasiswa Universitas Samudra Langsa yang ingin bergabung dengan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit 10 UNSAM LANGSA yang memiliki motivasi dan dedikasi tinggi dalam menyubangkan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan misi kepalangmerahan mari melangkah bersama KSR PMI Unit 10 Unsam Langsa.
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Hotspot atau Wi-Fi merupakan sebuah teknologi perkembangan dari wireless LAN yang memiliki layanan internet. Akses internet tersebut berasal dari ISP (Internet Service Provider) dan disalurkan dengan menggunakan Acces Point dan antena ke berbagai gedung.
Untuk itu, bisa dikatakan mahasiswa dan internet, adalah dua sisi objek yang tak bisa di pisahkan saat ini. Mahasiswa dalam kesehariannya tak terlepas dengan internet, khususnya mahasiswa di Universitas Samudra Langsa, yang dalam kesehaiannya asyik mengakses internet dengan peran wi-fi di kampus.
Bagi setiap mahasiswa, internet seakan menjadi sumber referensi pertama, selain perpustakaan. Dan hal serupa juga terlihat di UNSAM Langsa yang mau kalah maju dengan perguruan-perguruan tinggi lainnya dalam proses penunjang sarana perkuliahan. Dengan adanya akses wifi yang free alias gratisan yang notabenenya dapat diakses sebebas-bebasnya bagi seluruh mahasiswa UNSAM dalam mencari informasi-informasi terbaru. Selain mata kuliah mereka.
Selain itu, sebenarnya bukan  hanya mahasiswa yang dapat memanfaatkan akses internet tersebut, akan tetapi para dosen juga bisa memanfaatkannya sebagai sarana penunjang informasi dalam menacari bahan ajar. Namun, pesatnya perkembangan internet, tentunya bukan hanya untk mengakses informasi belaka. Akan tetapi, ada hal-hal lainnya yang bisa di akses di dunia maya tersebut seperti jejaring sosial(Facebook,twiter,blog, website, email, dll) yang menarik minat mahasiswa untuk betah berlama-laman di kampus bahkan juga sebagian dosen dan staf kampus yang ikut asyik menikmati jejaring sosial tersebut.
Nah, dibalik hal yang muluk tadi, ternyata terdapat setumpuk kendala yang menimbulkan kesal dalam menikmati fasilitas tersebut. Namun, sayangnya kekesalan itu hanya tersimpan ditenggorokan sebagian mahasiswa. Entahkah karena takut untuk menyampaikan atau terbungkam oleh kepentingan sekelompok orang.
Sebenarnya apa sih yang menjadi kendala mereka? Mari kita lihat.
Guna untuk mengisi kekosongan jam pada waktu perkuliahan yang mungkin disebabkan oleh banyak hal, sebagian mahasiswa meluangkan waktunya untuk menggunakan akses internet yang ada di kampus, baik itu untuk keperluan mencari bahan kuliah, ngedownload, ngeblog maupun membuka jejaring sosial facebook yang digunakan untuk berbagai kepentingan. Namun, ketika mereka asyik dengan aktivitas mereka. Eits…. Tiba-tiba server not found alias koneksi internet terputus, tersambung lagi, eits… putus lagi. Hal inilah yang sering berulang-ulang terjadi. Akhirnya cibiran terdengar “gimana sih, gak jelas, dah lemot, putus nyambung lagi”. Kalimat ini seakan sudah menjadi doa bagi para pengguna wi-fi.
 “ Seringkali tidak akses sinyalnya. Mungkin  ganguan lah, entah apalah, Saya  sendiri tidak tau dikarenakan apa, memang kesal juga dengan koneksi seperti itu karena untuk mencari bahan ja kita harus menghabiskan waktu berjam-jam. Selain itu, koneksi yang muncul memang lumayan banyak tapi ya untuk apa kalau hilang timbul tiap hari” ungkap salah seorang mahasiswa hukum dengan nada sedikit kesal.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh Salah satu mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tidak mau di disebut namanya. Menurutnya, ia sering memanfaatkan Wi-fi sejak ia kuliah di Unsam untuk mencari bahan. Namun, ia  sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi di Unsam.
“ini baru sebagian kecil mahasiswa yang menggunakan fasilitas wi-fi, bagaimana kalau 70 persen mahasiswa Unsam mengunakan wi-fi untuk mencari bahan pada waktu yang sama? So pasti akan gagal koneksi” ujarnya.
“jangkuan  wi-finya saja tidak seberapa, ditambah lagi dengan sering tidak aktifnya(wifi-red) ini membuat saya jadi malas mengakses internet di kampus”, tambah Musri Mahasiswa Fakultas Hukum semester V.
Ia pun berharap kepada pihak Rektorat atau pun pegawai terkait agar masalah ini secepat  ditangani. mengingat pengguna internet di lingkungan kampus cukup banyak serta sangat pentingnya internet dalam mengakses beragam informasi, untuk menunjang pengetahuan mahasiswa agar tidak gagap teknologi.
Untuk itu, selaku satu-satunya universitas di Kota Langsa yang menampung mahasiswa di tiga kabupaten/kota memang seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, dimana upaya dalam mempertalikan kemegahan masa kini dan nanti yang ditandai dengan pengetahuan dan teknologi yang memuaskan dapat tercapai. Sehingga nantinya Universitas Samudra Langsa benar-benar menjadi perabot pengetahuan. (Danta)