Desember 2012
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Usman Abdullah
LANGSA | Samudra News – Menyambut tahun baru 2013, Pemerintah Kota Langsa akan mengadalam malam zikir akbar bersama masyarakat, santri, PNS, ibu-ibu majelis taklim dan guru pengajian di Lapangan Merdeka Langsa, Senin, 31 Desember 2012.

“Zikir akbar tersebut akan dipimpin Abuya Haji Djamaluddin Wali, Pimpinan Dayah Assasunnajah Ateuk Gampong Lueng Ie Banda Aceh, dan tausiahnya akan disampaikan oleh Teungku H Abi Nasruddin dari Jeunieb Bireuen,” ujar Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, H Ibrahim Latif hari ini.

Pelaksanaan zikir akbar tersebut katanya merupakan perintah dari Wali Kota Langsa, yang meminta agar menyambut tahun 2012 dengan kegiatan yang islami.

Malam ini katanya seluruh masyarakat Kota Langsa akan diundang untuk berkumpul di Lapangan Merdeka untuk berzikir, berdoa untuk keselamatan, kesejahteraan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan umat.

“Zikir ini untuk memperoleh ridha Allah dan juga untuk melawan kemaksiatan di malam tahun baru, pada malam pergantian tahun-tahun sebelumnya kita melihat masyarakat merayakannya dengan hura-hura, bakar mercon, petasan, meniup terompet, mabuk, balap liar dan dirayakan dengan kemaksiatan lainnya yang dapat merusak mental,” ujarnya.

Karena itu, pada malam pergantian tahun kali ini, dengan semangat kepemimpinan yang baru katanya, akan digelar zikir akbar bersama masyarakat. Selain berzikir masyarakat juga akan membaca Alquran bersama, membaca Surat Yasin dan mendengarkan tausiyah atau ceramah agama. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News – Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh mencatat sebanyak 40 kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terjadi di Provinsi Aceh selama 2012. Kasus itu merupakan pelanggaran hak sipil politik dan kasus pelanggaran hak ekonomi, sosial, dan budaya.

“Data pelanggaran HAM itu merupakan hasil database kami sepanjang tahun 2012 yang berasal dari empat kantor yakni, Banda Aceh, Lhokseumawe, Takengon dan Meulaboh dengan rincian 28 kasus pelanggaran hak sipil politik dan 12 kasus pelanggaran hak ekosob,” kata Direktur LBH Banda Aceh Hospinovizal Sabri, Minggu (30/12/2012).

Menurutnya, kasus pelanggaran hak sipil politik yang terjadi di Aceh pada tahun 2012 itu banyak dilakukan oleh pihak aparat penegakan hukum.

Hospinovizal menambahkan, prinsip-prinsip peradilan yang bersih dan adil seperti tidak melakukan penyiksaan, penangkapan dan penahanan yang sesuai prosedur, serta kesamaan di depan hukum masih sering diabaikan oleh aparat dalam upaya penegakan hukum.

Kasus pelanggaran hak sipil dan politik, jelasnya, paling banyak terjadi di Banda Aceh dengan jumlah kasus 12. Kemudian disusul Lhokseumawe (8 kasus), Takengon (3 kasus), Meulaboh (dua kasus), Sigli, Singkil, dan Gayo Lues masing-masing satu kasus.

Selain kasus sipol, kasus pelanggaran hak ekonomi, sosial, dan budaya yang terjadi di Aceh juga mencapai 12 kasus dengan aktor pelanggarannya masih didominasi oleh pemerintah yang mewakili negara dan kelompok pebisnis yang mewakili aktor lain selain negara.

Kasus ekonomi, sosial, dan budaya paling banyak terjadi yaitu masalah perburuhan yang mencapai empat kasus. Selanjutnya diikuti oleh pembongkaran paksa sebayak satu kasus, malpraktik sebanyak dua kasus, sengketa konsumen sebanyak satu kasus, pengrusakan lingkungan sebanyak satu kasus, penyediaan hak atas pemukiman yang layak satu kasus dan penyediaan program reintegrasi korban konflik sebanyak satu kasus.

Selain mencatat jumlah pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh, Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh juga menangani dan menerima 79 kasus sepanjang tahun 2012. Pihaknya juga memberikan layanan bantuan hukum cuma-cuma kepada 43 orang dari 37 kasus yang ditangani selama 2012. [ak]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News — Kepolisian Daerah Aceh memecat 32 personelnya sepanjang 2012 atas pelbagai pelanggaran. Polisi yang dipecat didominasi kasus narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kepala Kepolisian Aceh Inspektur Jenderal Herman Efendi menyebutkan, 18 personel polisi Aceh dipecat karena tersandung kasus narkotika. Sedangkan 14 karena disersi atau pelanggaran disiplin.

Selain 32 personel yang diberhentikan, ada 427 anggota polisi dikenakan sanksi akibat melanggar disiplin, 27 lainnya karena menyalahi etika profesi, dan 17 personel dikenakan sanksi karena penyalahgunaan narkoba.

“Anggota yang melanggar mendapat pembinaan oleh pimpinan. Namun mereka tetap diberikan sanksi,” ujar Herman Efendi dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Aceh, Ahad (30/12/2012) malam. [ak]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
BANDA ACEH | Samudra News — Angka kematian akibat kecelakaan lalulintas di jalan raya nyaris mendekati angka 800 orang sepanjang 2012. Angka kecelakaan lalulintas di Aceh sepanjang 2012 sebanyak 1.413 kasus.

Dari angka kecelakaan itu, Kepolisian Daerah Aceh menyebutkan, sebanyak 723 orang meninggal. Sedangkan 864 orang mengalami luka berat dan 1.355 orang menderita luka ringan.

“Kecelakaan lalulintas juga menyebabkan kerugian materi mencapai Rp4,7 miliar,” kata Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Herman Efendi pada konferensi pers akhir tahun di Mapolda Aceh, Ahad (30/12/2012) malam.

Kapolda menyebutkan, tingginya angka kecelakaan lalulintas di Aceh karena pengguna jalan ceroboh dan tidak hati-hati.

Sementara itu, sebanyak 38.408 kasus pelanggaran lalulintas. [ak]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Jakarta | Samudra News  - Tanah air kita itu indah loh. Kamu yang pernah pergi ke Raja Ampat pasti mengakuinya. Kamu yang pernah menyaksikan sunset di Bromo juga sudah berdecak kagum. Borobudur pun indah. Banyak sekali pemandangan alam yang memesona di bumi kita ini. Kebudayaan Indonesia yang beragam pun luarbiasa indahnya. Begitu pula sumberdaya alam kita.


Semua itu bisa kamu abadikan loh ketika kamu berwisata ke berbagai lokasi di tanah air. Eh, ikutkan saja karya foto terbaikmu itu dalam kontes foto tahunan Epson Color Imaging Contest Indonesia 2012 yang tahun ini mengusung tema “ Dari Indonesia untuk Dunia”.

Kalau dinilai sebagai yang terbaik, kamu bisa membawa pulang uang tunai Rp 10 juta dan printer foto Epson Stylus Photo R3000.

“Dengan mengadakan Epson Color Imaging Contest Indonesia tahun ini, kami harap dapat menginspirasi dan menyentuh kehidupan orang banyak”, kata Muchammad Husni Nurdin (Deputy Country Manager PT Epson Indonesia) dalam rilis persnya.

“Menggunakan platform social networking seperti Facebook adalah cara terbaik untuk mempromosikan kegiatan ini”, tambahnya.

Kontes ini terbuka bagi umum mulai 15 Desember 2012 sampai 15 Februari 2013. Tiga pemenang utama akan dipilih oleh juri yang terdiri dari Darwis Triadi, Kristupa Saragih, dan wakil dari majalah CHIP Foto Video.

Selain itu juga tersedia hadiah bagi foto yang mendapatkan voting terbanyak dari penggemarnya di jejaring sosial www.facebook.com/EpsonCICIndonesia.

Nah tunggu apa lagi? Segera jepretkan kameramu dan ikuti Epson Color Imaging Contest Indonesia 2012!
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Himpunan mahasiswa Islam cabang Langsa dan pemerintahan mahasiswa Unsam melakukan penggalangan dana sebagai wujud keprihatinan kepada Abu Ibrahim Bardan atau lebih dikenal Abu Panton yang saat ini sedang dirawat di ruang ICCU rumah sakit Loh Guan Lye, Penang Malaysia. Minggu 30 Desember 2012.

Sejumlah relawan mengaku sudah tiga hari melakukan penggalang dana selama tiga hari, dilakukan melalui dengan mengedarkan kotak sumbangan ke sejumlah warung kopi, dan pada hari yang terakhir di lakukan di persimpangan kantor Pos Langsa Dan Persimpangan mesjid besar Langsa.

Penggalangan tersebut dilakukan oleh dua organisasi yaitu HMI dan Pema Unsam, HMI melakukan pengalangan melalui kotak sumbangan dengan cara menggalang dana di warung-warung kopi, sementara pemerintahan mahasiswa Unsam melakukan di persimpangan jalan.

“Hingga saat ini sudah 6 juta terkumpul,” Ujar seorang relawan di lampu merah simpang Pos.

Abu Panton adalah pimpinan dayah besar Panton Labu Aceh Utara ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA). 

Pada juni lalu ia menjalani perawatan di RS Bunga Melati Lhokseumawe, Rumah Sakit Umum (RSU) Deli Medan, kemudian Abu diterbangkan ke Malaysia, dan kini masih dalam perawatan medis di RS Loh Guan Lye, Pulau Penang Malaysia. [at]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News - Event Organizer (EO) Mata Air Cinta akan mengadakan seminar akbar Public Speaking dan Communication Skill di Aula Cakra Donya Pemko Langsa pada 17 januari 2013 mendatang.

Seminar yang bertajuk akbar ini diselenggarakan karena dinilai pentingnya public speaking dan ilmu komunikasi dalam dunia kerja, usaha dan kehidupan. "Seminar ini sangat bermanfaat bagi kita semua" ujar Aulia, SH kepada Samudra News. Minggu (30/12)

Hadir sebagai pemateri adalah Syafii Efendi seorang Trainer Nasional. Pemateri akan mengupas dan memberikan tips andalan untuk para peserta seminar. "Karena kita akan menjadi Pembicara yang hebat dan bebas dari ketakutan saat tampil Berbicara di muka umum." Seminar ini sangat membantu kita. ajak Aulia.

Acara seminar yang akan berlangsung pada Kamis (17/01/2013) mendatang akan dibatasi dengan 400 peserta. "Seminar akbar ini kami batasi pesertanya" bagi yang belum mendaftarkan diri, daftarkan segera jangan sampai ketinggalan. tutup Aulia. []

Pendaftaran:

Pelajar/Mahasiswa & Guru : Rp.45.000 Promo: Rp.25.000
Umum: Rp.60.000 Promo: Rp.40.000

Hubungi: Aulia (085222777572)

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm


JAKARTA | Samudra News - Kasus kekerasan terhadap jurnalis selama periode Desember 2011 hingga Desember 2012 terjadi 56 kasus. Jumlah ini belum termasuk 12 kasus yang terjadi di provinsi Papua. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, terjadi peningkatan kepada jurnalis.


Pada 2011 Aliansi Jurnalis Independen mencatat 49 kasus kekerasan, sementara pada 2010 terjadi 51 kasus kekerasan.

Dari rilis Catatan Akhir Tahun 2012 AJI Indonesia seperti yang dirilis merdeka.com, dari 56 kasus kekerasan pada 2012, 18 berupa serangan fisik, 15 kasus ancaman, 10 perusakan dan perampasan alat, 7 kasus pengusiran dan pelarangan meliput, dan 3 demonstrasi disertai pengerahan massa, 2 sensor, dan peretasan web terjadi 1 kasus.

Hanya tujuh kasus yang ditangani penyidik polisi maupun polisi militer. Sisanya, tak tertangani dan pelakunya tak tersentuh hukum.

Sementara, aparat pemerintah sebagai pelaku kekerasan berada di posisi teratas dengan 13 kasus, disusul polisi dengan 11 kasus, dan TNI sebanyak 9 kasus.
Tidak hanya itu, pengusutan kasus kekerasan terhadap jurnalis tidak dilakukan secara maksimal oleh aparat.

Dalam kasus pembunuhan jurnalis Metro Manado M Aryono Linggotu, Kepolisian Resor Manado enggan menelusuri kemungkinan pembunuhan itu terkait profesi Ryo sebagai jurnalis. Padahal Ryo dikenal sebagai jurnalis yang kritis meliput peristiwa kriminal di lingkungan Polresta Manado.

Sejak terbunuhnya Ryo pada 25 November 2012, polisi baru menetapkan seorang tersangka, yaitu seorang anak di bawah umur. Jika polisi bersungguh-sungguh dan lebih profesional, kasus pembunuhan Ryo di Manado sesungguhnya dapat diungkap.

Seperti halnya keberhasilan Polda Bali pada 2009 mengungkap kasus pembunuhan wartawan Radar Bali AA Prabangsa dengan menyeret 10 orang pelaku ke penjara.

Beberapa kasus kekerasan terhadap jurnalis yang berujung pada kematian yang belum dapat diungkap oleh petugas kepolisian antara lain, para pelaku pembunuhan Fuad Muhammad Syarifuddin (Udin), Naimullah, Agus Mulyawan, Muhammad Jamaluddin, Ersa Siregar, Herliyanto, Adriansyah Matra'is Wibisono dan Alfred Mirulewan tak pernah terungkap.[]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
IDI RAYEUK | Samudra News – Warga Desa Blang Geulumpang dan Desa Teupien Nyareng Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur berharap agar tanggul pemecah ombak yang sudah ambruk segera dibangun kembali.

Salah seorang tokoh masyarakat Blang Geulumpang, Samsul mengatakan, tanggul pemecah obak yang lama sudah ambruk dan rusak total. Sehingga katanya tidak mungkin lagi menahan gelombang pasang yang terjadi.

“Tanggul sepanjang kurang lebih 1 kilo meter di pesisir pantai Desa Blang Gelumpang dan Desa Teupin Nyareng yang mengalami kerusakan tersebut tidak mampu lagi menahan air, hingga abrasi ke daratan,” ujarnya, Minggu, 30 Desember 2012.

Oleh karena itu, warga dari dua desa tersebut meminta pemerintah membangun tanggul di bibir pantai dan juga membangun tanggul pemecah ombak yang baru. Jika tidak katanya, masyarakat terus dihantui oleh ancama gelombang pasang yang bisa menghancurkan pemukiman.

“Karena sebelumnya, dalam dua sampai tiga tahun banyak rumah warga yang terkikis oleh abrasi akibat diterjang pasang purnama, hal itu dikarenakan tanggul penahan ombak di pesisir pantai sepanjang satu kilo meter jebol,” ujarnya. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Ir. Joni | Anggota DPRK Langsa
LANGSA | Samudra News - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, Minggu 30 Desember 2012, meminta Wali Kota Usman Abdullah, untuk segera menertibkan pedagang kaset DVD serta aksesoris lainnya, yang masih ngotot berjualan di Jalan Iskandar Muda Kota Langsa.

“Para pedagang tersebut sudah melanggar kesepakatan yang telah dibuat sewaktu mereka akan dipindahkan ke lokasi sekarang," ujar Ir Joni, Anggota DPRK Langsa dari Fraksi Partai Demokrat.

Menurutnya, berdasarkan kesepakatan awal, para pedagang diperbolehkan berjualan di jalan tersebut, asalkan membuka kios dagangannya mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Setelah itu, kios dagangannya juga harus disimpan sementara ke tempat lain.

Sayangnya, kata Joni, sejak beberapa bulan terakhir ini, para pedagang tersebut membuka kiosnya dengan permanen. Dimana, para pedagang tersebut, berjualan mulai dari pagi hari dan kios dagangannya tidak disimpan ke tempat lain. “Itu artinya, para pedagang tersebut telah melanggar perjanjian,” kata dia.

Keberadaan kios-kios dagangan tersebut, dinilai telah membuat kumuh Kota Langsa. Selain itu, keberadaan kios disana juga mengakibatkan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Iskandar Muda sering macet, terutama saat pagi dan sore hari.

Selain itu, ujar wakil rakyat tadi, dengan membuka lapak dagangannya secara permanen, maka para pedagang ini juga telah menutupi pedagang yang berjualan di Rumah Toko (Ruko) di sepanjang jalan tersebut. Pasalnya, posisi lapak pedagang kios itu tepat berada di depan pedagang Ruko.

"Permintaan ini saya sampaikan atas keluhan pedagang lain di Ruko," kata Joni. [ap]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Banda Aceh | Samudra News - Selain Bandung, Solo, dan Jakarta, akhirnya Kota Banda Aceh juga akan menyelenggarakan Car Free Night pada malam tahun baru, Senin (31/12/2012).

Penanggung Jawab Funtastic Sunday Music, Vira Delasmana, Minggu (30/12/2012) "Car Free Day akan dibuka lagi pada malam tahun baru dengan nama Car Free Night," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa CFN nantinya akan menggunakan jalur yang sama seperti CFD yaitu sepanjang jalan Daud Bereueh. Pada malam pergantian tahun nanti, jalan akan ditutup setelah Maghrib hingga sepanjang malam pergantian tahun 2012 menuju 3013, ujar Vira.

"Kita akan menghadirkan yang terbaik di malam pergantian tahun nanti," sambungnya. [tgj]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Oleh : Muhammad Yani
Mahasiswa Teknik Informatika Unimal

Akhir-akhir ini begitu marak kita mendengar dari mulut ke mulut dan membaca di setiap surat kabar, bahwa Aceh sedang dihantui bebagai aliran sesat yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Aceh yang dikenal sebagai serambi mekkah kini dimasuki ajaran-ajaran yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw. 

Aliran sesat bukan kali ini saja terdengar di Nanggro Aceh Darussalam. Tsunami 26 desember 2004 merupakan awal masuknya aliran sesat ke Aceh, dengan banyak bantuan yang datang dari berbagai negara di dunia, mereka punya misi untuk merekrut pengikut baru, dan ada sebagian anak Aceh yang diasuh oleh orang asing mengikuti ajaran mereka.

Beberapa bulan terakhir ini rakyat Aceh digentarkan dengan kehadiran beberapa pemahaman yang menyimpang tersebut ke Aceh Barat dan yang terakhir terdengar telah sampai ke Kabupaten Bireun atau tepatnya di kecamatan Plimbang dan kecamatan Pandrah hingga terjadi pemurtadhan, dan ajaran tersebut hampir menyebar ke seluruh pelosok-pelosok daerah Aceh. Ajaran tersebut di bawa oleh TA.

Yang lebih menghebohkan lagi adalah kehadiran seorang dosen yang berinisial MA yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh yang diduga sering melecehkan atau menghina Islam lewat akun facebooknya. Seluruh jajaran masyarakat sangat terkejut dan cemas atas pendapat MA dalam berdiskusi dan mengajar di Universitas Malikussaleh. 

Masyarakat mengkhawatirkan MA akan mempengaruhi pikiran-pikiran mahasiswa untuk mengikuti paham yang dipaparkannya. Tak heran jika masyarakat tidak menginginkan dosen tersebut tetap aktif dalam staf pengajar di Universitas Malikussaleh, walaupun MA sudah mengaku bertaubat dan tidak mengulangi lagi kekhilafan yang pernah ia lakukan.

Dalam ulasan diatas muncul pertanyaan di kalangan para pemikir-pemikir, diantaranya mengapa ada masyarakat Aceh yang menerima ajaran yang menyimpang tersebut? Lantas apa dasar ajaran tersebut sangat mudah tersebar dalam masyarakat Aceh?

Jawaban yang mungkin dapat saya utarakan atas beberapa pertanyaan yang muncul adalah rendahnya ekonomi merupakan salah satu penyebab mudahnya masyarakat dalam menerima ajaran yang menyimpang tersebut, karena banyak ajaran sesat yang menawarkan kehidupan yang lebih layak, menawarkan banyak uang serta ketaatan dalam beribadah tidak di prioritaskan. Setiap ibadah yang dilakukan serasa dipermudah, misalnya salah satu ajaran yang mengajarkan bahwa sholat lima waktu hanya cukup dengan niat saja. Sholat Jum’at yang pada dasarnya wajib bagi kaum laki-laki malah di haramkan dalam ajaran yang di bawa oleh TA.

Mudahnya tersebar ajaran yang menyimpang tersebut dikarenakan ada beberapa ajaran yang melakukan penyebaran dengan mengadakan multilevel, setiap anggota yang dapat merekrut para pengikut-pengikut baru, maka pendapatan finansialnya akan dilipatgandakan, maka dari itu setiap pengikut berlomba-lomba dalam merekrut anggota baru untuk dapat meningkatkan levelnya. Ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh seluruh jajaran pemerintah dan jajaran para ulama. Ternyata kemiskinanlah yang membuat masyarakat Aceh linglung dalam menghadapi dan menyikapi aliran-aliran yang sesat tersebut, disamping dengan 
minimnya pendidikan agama dan ketaatan kepada Allah yang hanya seadanya, maka dengan mudahnya aliran-aliran sesat masuk ke dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Hal ini tidak jauh dari hadis Rasulullah Saw yaitu “Hampir saja kemiskinan (kemiskinan jiwa dan hati) berubah menjadi kekufuran”. (HR. Ath-Thabrani) ini membuktikan bahwa kemiskinan sangat dekat dengan kekafiran, maka dari itu Rasulullah Saw menganjurkan ummatnya untuk hidup sederhana, tidak terlalu miskin, dan tidak juga terlalu kaya.

Faktor-fakktor lain munculnya Aliran Sesat di Aceh adalah akibat kelainan jiwa karena stres. Kondisi ini muncul, disebabkan pencarian sesuatu tanpa ilmu dan bimbingan dari guru, sehingga mereka tidak memiliki pegangan yang jelas dalam melihat sesuatu kebenaran apakah datangnya dari Allah atau dari jin dan setan.

Intervensi asing. Hal ini sangat jelas terlihat dari bantuan-bantuan yang dikucurkan asing untuk LSM di Indonesia dan Aceh, sehingga mereka bisa menyewa kantor, mendirikan ratusan pemancar radio, majalah, dan mencetak buku-buku. Pihak asing memiliki kekhawatiran munculnya khilafah Islamiyah atau puberitas keagamaan, yaitu semangat keberagamaan yang berlebihan. 

Biasanya orang tersebut dalam proses pencarian jati dirinya. Muatan berpikir seseorang tentang Islam yang minim sehingga mengklaim bahwa ajaran Islam tidak benar. Ketertarikan pada paham baru. Biasanya sering muncul di kalangan sarjana-sarjana Islam. Terutama paham liberalisme yang sudah ada di 17 kampus di Indonesia.

Kejahilan terhadap agama. Biasanya orang-orang yang mengaku Islam, tapi tidak pernah mendapat pendidikan dan bimbingan agama dari keluarganya sehingga tidak mengetahui masalah agama.
Inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah Aceh untuk menyikapi maraknya aliran sesat yang tersebar. Untuk dapat menanggulangi hal tersebut Pemerintah harus meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan pendidikan agama yang lebih memadai, dan mengawasi setiap majelis-majelis taklim dalam setiap ajaran yang disampaikan.

Menurut pendapat saya pendidikan agama yang di wajibkan di setiap sekolah-sekolah dan Universitas tidak memadai dalam menanggulangi aliran sesat, maka dari itu pemerintah Aceh untuk dapat mewajibkan setiap masyarakat untuk menuntut ilmu agama Islam di pesantren-pesantren tradisional serta menjadikan pesantren-pesantren tersebut menjadi lembaga pendidikan formal dan diakui di Indonesia.

Pesantren-pesantren tersebut juga harus dalam pengawasan dan di bawah bimbingan MPU Aceh agar tidak terjadi penyelewengan dalam melaksanakan pendidikan Islam. [tgj]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Jakarta | Samudra News - Pemilihan Presiden 2014 semakin dekat. Sepanjang tahun 2013 akan menjadi tahun para calon pemimpin dan partai politik bersiap menuju pesta demokrasi. Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pada tahun 2013 partai politik (parpol) akan semakin gencar mengusung kandidatnya.

"Semua mesin partai akan semakin dipanaskan untuk sambut pemilu," ujar Burhanuddin seusai mengisi seminar di Gren Alia Hotel Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/12/2012).

Pengamat politik yang juga dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, para parpol pada 2013 akan ramai-ramai membentuk citra. "Jadi politik akan semakin ramai bukan oleh substansi, tapi oleh brand image atau pencitraan dan di tengah memanasnya suhu politik seperti ini, di situlah peran media dan civil society mengingatkan partai," terangnya.

Menurut Burhanuddin, perilaku parpol akan menunjukkan persaingan untuk mendapat posisi strategis pada 2014. Di samping itu, Burhanuddin berharap para parpol tidak fokus dengan membangun popularitas semata. "Logika yang dibangun logika popularitas dan elektabilitas. Asketisme politik akan semakin hilang. Saya khawatir politik saling menyandera, juga akan semakin menguat karena bagian dari usaha mendegradasi lawan politiknya," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini seharusnya ada beberapa calon alternatif yang memiliki rekam jejak yang baik. Namun sayangnya, kualitas tanpa popularitas menjadi suatu kelemahan. "Itu kelemahan mendasarnya, mereka enggak punya kendaraan yang memadai. Tidak punya sumber kekuatan finansial yang baik, popularitasnya parah, bagaimana orang mau memilih kalau dikenal saja tidak? Itu kelemahan paling mendasar, padahal kualitas pribadi mereka baik sekali," ujarnya.

"Harapannya ada inisiasi masyarakat madani mengusung calon alternatif yang baik rekam jejaknya agar dikenal publik," tambahnya.

Di tempat yang sama, pengamat politik Yudi Latif mengatakan, pada 2013 para parpol juga mementingkan kondisi finansial dalam kampanye pada 2014. Ia mengingatkan, selain popularitas yang kuat, calon pemimpin harus segera memiliki visi dan misi yang konkret untuk perubahan pemerintahan Indonesia.

"2013 tentu akan makin sengit, gegap gempita karena menjelang pemilu. Setiap partai akan mengamankan kepentingan finansial," ujarnya.

Burhanudin menambahkan, harus ada aturan main dalam pendanaan parpol nantinya agar tidak menjadi sumber korupsi politik. [tgj]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Gereja Hati Kudus di Banda Aceh.
Banda Aceh | Samudra News Jurubicara Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Azhari sangat menyesalkan pemberitaan media luar negeri yang memberitakan seolah-olah ada gangguan dalam perayaan Natal di Aceh. Menurut Azhari, ini fitnah dan mengada-ada. Untuk itu, pihaknya mengecam berita yang menyudutkan Aceh.

“Perayaan Natal di Aceh berlangsung aman. Tidak ada gangguan apa pun. Ini membuktikan toleransi umat beragama di Aceh cukup tinggi,” tukas Azhari dalam pernyataan tertulis, Rabu (26/12). 

Azhari menuturkan, berita yang dilansir salah satu situs berita internasional dan dikutip beberapa media nasional menyatakan umat Nasrani di Aceh tidak bisa menggelar misa merupan informasi keliru dan merugikan Aceh. 

Situs BBC edisi Senin (24/12) memberitakan para jemaat dari sembilan gereja di Kota Banda Aceh menggelar misa di lokasi terpisah secara tertutup. Pendeta Nico Tarigan dari Gereja Bethel Indonesia mengatakan misa dan perayaan Natal terpaksa dilakukan tertutup karena khawatir adanya ancaman pembubaran dari pihak tertentu.

“Ya benar ada 9 gereja, 5 vihara dan 1 kuil ditutup paksa pada tanggal 15 Oktober lalu. Jadi kami beribadah secara sembunyi-sembunyi,” papar Nico, Rabu (26/12).

Perihal klaim penutupan rumah ibadah itu, pengurus KWPSI menyatakan yang ditutup itu adalah ruko yang dijadikan rumah ibadah serta tidak memiliki izin dari pemerintah Kota Banda Aceh.

Situs The Globe Journal edisi Senin (24/12) memberitakan Pendeta HKBP, Amrin Sihotang, S.Th mengatakan persiapan Natal 2012 berjalan Lancar. Menurutnya, tidak ada gangguan apapun melakukan persiapan dalam menyambut hari besar umat Kristiani. Semua berjalan lancar tanpa ada isu-isu miring menerpa jemaat.

"Sampai saat ini tidak ada hambatan apapun dalam melakukan persiapan," imbuhnya.

Hal serupa juga dikatakan Tata Laksana Natal Gereja Katolik Hati Kudus, R.Nainggolan.

"Di Aceh kemajemukan umat beragama berjalan lancar. Aceh menjadi contoh untuk kerukunan umat beragama," ujarnya. [bs]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Banda Aceh | Samudra News Tiga kampus, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Muhammadiyah Aceh, dan Politeknik Aceh menyatakan 'perang' dengan rokok. Pihak kampus dengan tegas melarang setiap orang yang berada di lingkungan kampus mengepulkan asap rokok.

Ketiga kampus tersebut telah melakukan penandatanganan kesepakatan penerapan peraturan Walikota tentang kawasan tanpa rokok. 

“Kami berharap semua perguruan tinggi atau lembaga pendidikan maupun instansi swasta di Banda Aceh ini dapat memberlakukan perwal itu,” kata Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin di Banda Aceh.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah menetapkan delapan kawasan tanpa rokok yakni perkantoran pemerintah, sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, sarana olahraga, angkutan umum dan tempat umum yang tertutup.

“Saya sudah menerima laporan, masih ada oknum PNS, guru bahkan tenaga medis yang mengisap rokok di kawasan yang telah ditentukan, mereka terutama pimpinannya akan kita peringatkan dan akan diberi sanksi,” kata Mawardy. [bs]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Banda Aceh | Samudra News - Profesor Rusdi Ali Muhammad, guru besar pada pasca sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (27/12/2012) mengatakan bahwa ada point-point penting dalam raqan jinayah yang telah di hapus pada masa Pj Gubernur Aceh, Tarmizi A. Karim.

Salah satu point itu adalah penghapusan pasal rajam yang sebelumnya dicantumkan dalam rancangan qanun itu. Menurut Rusdi, di masa Tarmizi menjabat, raqan tersebut sudah dikembalikan kepada DPRA untuk disahkan.

“Salah satu point penting yang dihapus itu adalah pasal yang mengatur tentang hukuman rajam,” Kata Rusdi.

Ketua terpilih pasca sarjana IAIN Ar-Raniry itu juga menambahkan, selain masalah rajam, pihak pengusul juga memberikan catatan tambahan kepada DPRA berupa bentuk sanksi tidaklah akumulatif. Tapi alternatif. Sehingga hakim dapat memutuskan hukuman dengan leluasa dan tidak kaku.

Misalnya, kalau hukum akumulatif, setelah dicambuk, seseorang kemudian juga akan di penjara. Nah, ke depan, hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Biarkan hakim memberikan hukuman dengan banyak pilihan, sesuai dengan kadar kesalahan.

Walau sudah diserahkan ke DPRA, namun sampai sekarang raqan tersebut tidak kunjung disahkan. Rusdi sendiri tidak tahu dimana kendalanya. Dia juga tidak tahu apakah dalam prolega 2013, raqan tersebut dimasukkan atau tidak. [tgj]

samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
Kritikan terhadap ketimpangan pelaksanaan syariat Islam di Aceh datang dari pemimpin nanggroe. Benarkah Qanun Jinayah satu-satunya solusi?

Tak biasanya Gubernur Zaini Abdullah memanggil para pejabat ke kediaman resminya di meuligoe gubernur pada hari Minggu. Namun, Minggu pekan lalu, Gubernur Zaini mengumpulkan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Hadir juga Wakil Gubernur Muzakir Manaf.

Pokok bahasannya cukup krusial: membahas pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Itu sebabnya, hadir juga para kepala instansi terkait dan perwakilan ulama. Padahal, sepekan sebelumnya, pada 10 Desember 2012 baru saja berlangsung rapat koordinasi pelaksanaan syariat Islam yang dihadiri sejumlah instansi dari seluruh Aceh.

Rupanya, dalam pertemuan itu terungkap, Gubernur Zaini resah melihat implementasi syariat Islam di Aceh saat ini yang dinilainya belum menyentuh rasa keadilan. Selain itu, dibahas juga penegakan syariat yang belum merata di seluruh Aceh. Gubernur juga menyinggung tentang tindakan pencambukan terhadap seorang perempuan di Aceh Barat.

"Pemberlakuan syariat Islam harus adil. Jangan orang kecil mencuri satu perak dicambuk, sedangkan pejabat yang mencuri satu triliun tak dihukum. Ini menimbulkan persepsi negatif," kata Doto Zaini.

Pendapat tak kalah garang juga datang dari Wakil Gubernur Muzakir Manaf. Kata pria yang biasa disapa Mualem ini, hukum syariat Islam di Aceh masih tumpul ke atas, alias belum menyentuh para pelaksana atau mengambil kebijakan. “Saat ini penerapan hukum syariat masih untuk masyarakat menengah ke bawah. Ini harus diubah, harus diterapkan secara menyeluruh,” kata Mualem.

Sebagai contoh, kata Mualem, petugas ternyata belum berani mengeksekusi pelanggar syariat dari kalangan penegak hukum. "Ini namanya pagar makan tanaman. Ke depan harus diubah," ujarnya.

***

Pemberlakuan syariat Islam di Aceh dimulai pada 2001 dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darusalam. Dalam undang-undang itu disebutkan, dengan berlakunya otonomi khusus, Aceh punya kewenangan melaksanakan syariat secara kafah.

Pemberlakuan syariat Islam tak terlepas dari kondisi politik saat itu yang sedang dilanda konflik bersenjata. Dari kacamata Pemerintah Pusat, pemberlakuan syariat Islam diharapkan dapat meredam suara-suara yang menuntut Aceh berpisah dari Indonesia. Landasan historisnya, Aceh pernah menuntut pemberlakuan syariat Islam sehingga melahirkan perjuangan DI/TII di bawah pimpinan Teungku Daud Beureueh.

Dua tahun sesudah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 diberlakukan, pada 4 Maret 2003 dibentuk Mahkamah Syariah sebagai lembaga yang bertugas memutuskan perkara-perkara pelanggaran syariat.

Aceh yang ketika itu dipimpin Gubernur Abdullah Puteh bergegas menyiapkan aturan main tentang pelaksanaan syariat Islam. Produk hukum syariah pertama yang dilahirkan adalah Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat bidang aqidah, ibadah, dan syariat Islam. Setahun kemudian, muncul Qanun Nomor 12 Tahun 2003 tentang larangan khamar (minuman keras).

Lalu, berturut-turut lahir Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang larangan maisir (perjudian), dan Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang larangan khalwat (perbuatan mesum). Para pelanggar qanun ini dikenakan hukuman cambuk di depan umum.

Hanya saja, dalam pelaksanaannya, syariat Islam seperti berada di persimpangan jalan. Pembentukan Polisi Syariat atau Wilayatul Hisbah yang bertugas sebagai pengawal Qanun Syariat tidak dapat menindak pelanggar qanun dari kalangan TNI dan Polri.

Selain itu, belum pernah terdengar seorang pejabat yang melanggar Qanun Syariat dihukum cambuk. Bahkan, seorang anggota dewan Lhokseumawe hingga kini belum menjalani hukuman cambuk meskipun sudah ada putusan Mahkamah Syariah setempat. TZA dinyatakan bersalah dalam kasus berbuat mesum dengan perempuan yang bukan istrinya di kantor salah satu partai politik pada 11 September 2005.

Setelah melalui persidangan 14 kali, pada 9 Mei 2006 Mahkamah Syariah memutuskan terdakwa satu, TZA dan terdakwa dua, CMR terbukti melakukan khalwat. Sehingga, keduanya dihukum lima kali cambuk di muka umum. Namun, 6 tahun berlalu, mereka tak kunjung dieksekusi.

Sejauh ini, tugas polisi syariat yang paling menonjol adalah melakukan razia busana muslim, dan mengejar orang-orang pacaran yang dikategorikan sebagai pelaku mesum. Selebihnya, belum ada perkembangan yang menonjol.

Akhir Mei 2005, eksekusi cambuk pertama digelar di Bireuen. Mahkamah Syariah Bireuen menghukum 15 pria lantaran melanggar Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir (judi). Mereka dicambuk di halaman masjid, di hadapan ribuan masyarakat. Hadir di sana Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Azwar Abubakar dan Bupati Bireuen saat itu, Mustafa Geulanggang.

Zakaria, salah satu pria yang dicambuk, ketika itu sempat mengajukan protes saat diwawancara wartawan. "Saya malu ditonton orang, anak-cucu dan kerabat, karena ini kejadian yang pertama di Aceh, bahkan di Indonesia," ujarnya. Zakaria juga mempertanyakan hukuman cambuk yang hanya ditimpakan kepada rakyat kecil. "Pejabat yang korupsi tidak tersentuh hukuman ini," ujarnya.

Ketika itu, di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang membuat aturan main syariat Islam pun sebenarnya masih ada pertentangan soal hukuman cambuk. Teungku Amir Hamzah yang ketika itu duduk sebagai Wakil Ketua Komisi E Bidang Syariat Islam DPRD Aceh, menilai hukuman cambuk hanya sebagian kecil hukum Islam.

Padahal, hukum hudud masih punya tiga bagian: qisash bagi pembunuh, potong tangan bagi pencuri, dan hukum rajam bagi penzina. "Yang diambil sekarang justru rantingnya, sedangkan cabangnya tak ada. Ini sama dengan mempermainkan hukum Tuhan," ujarnya seperti dikutip majalah Tempo.

Menurut Amir, Pemda Aceh saat itu hanya mengambil sebagian hukum pidana Islam. "Yang tidak penting diambil, yang penting tidak dilaksanakan," katanya. Jika hendak menjalankan syariat Islam, ujar Amir, pemerintah seharusnya juga membuat qanun tentang qisash, hukuman rajam, dan potong tangan. "Kalau tidak, penjudi dicambuk, tapi koruptor dan pembunuh bebas berkeliaran."

Seperti kata Zakaria dan Amir Hamzah, hingga akhir 2012, para koruptor belum tersentuh cambuk.

***

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Muhammad Nas tak menampik lembaganya masih menghadapi sejumlah kendala dalam menjalankan qanun syariat Islam. Namun, ia menolak disebut ada diskriminasi dalam penegakan qanun syariat Islam.

“Itu terjadi lantaran qanun yang ada selama ini masih harus disempurnakan,” ujar Muhammad ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu.

Ia mencontohkan, Mahkamah Syariah tidak punya kewenangan menahan para pelanggar syariat Islam meskipun sudah divonis bersalah. “Ketika hendak dieksekusi, bisa jadi orangnya tidak datang. Ini salah satu kendala yang kita hadapi,” ujarnya.

Sebagai solusi, Muhammad berharap Rancangan Qanun Jinayah dan Rancangan Qanun Acara Jinayah segera dibahas untuk disahkan. Jika rancangan qanun ini diberlakukan, kata Muhammad, qanun lainnya tentang hukum syariat Islam tidak berlaku lagi. “Rancangan Qanun Jinayah ini merupakan penyempurnaan dari qanun-qanun sebelumnya.

Apa saja yang diatur dalam Qanun Jinayah? Sayangnya, Muhammad tak ingat persis. Ia hanya memastikan, hukum rajam bagi pelaku perzinaan yang sebelumnya sempat diusulkan, diputuskan untuk dihapus. “Kita berlakukan secara bertahap, tidak bisa sekaligus,” ujarnya.

Namun, tak semua sependapat Qanun Jinayah adalah solusi. Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariat atau JMSPS menilai banyak perkara lain yang harus mendapat prioritas untuk diatur dengan hukum syariat, seperti lembaga-lembaga pemerintahan dan perbankan di Aceh.

“Sebelum mengurus pidana, benahi dulu pengaturan syariat untuk pemerintahan, perbankan, dan pendidikan,” ujar Affan Ramli, juru bicara JMSPS seperti dikutip ATJEHPOSTcom, beberapa waktu lalu.

Menurut Affan, lembaga-lembaga pemerintahan di Aceh, mulai dari tingkat provinsi sampai gampông harus diperkuat dengan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan panduan hukum-hukum politik Islam. Selanjutnya, tambah Affan, lembaga-lembaga keuangan dan perbankan harus diatur dengan hukum-hukum ekonomi Islam.

“Juga lembaga-lembaga pendidikan. Meskipun sudah ada qanun yang mewajibkan pendidikan Aceh di semua tingkatannya harus diselenggarakan secara islami, tetapi dalam praktiknya pendidikan Aceh masih dualistik. Ada pendidikan umum dan sekuler dan ada pendidikan agama. Tentu saja ini bukan sistem pendidikan islami,” tutur penulis buku Merajam Dalil Syariat.

Menurut Affan, Qanun Pidana (Jinayah) baru akan berjalan baik jika lembaga-lembaga politik dan pemerintahan, lembaga keuangan dan perbankan, serta lembaga pendidikan sudah diselenggarakan berbasis syariat atau sesuai dengan hukum-hukum dan pemikiran Islam terlebih dahulu.

Itu sebabnya, Affan menyarankan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tak perlu terburu-buru memberlakukan hukum pidana Islam.

“Hal-hal terkait moral masyarakat biar diurus oleh dayah-dayah bersama petua-petua adat yang mengelola pemerintah mukim dan gampong,” kata Affan. [ap]
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Aceh Timur | Samudra News
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) serta Bimbingan Penyuluhan (Bimpen) yang dilaksanakan oleh guru SMP se Kabupaten Ach Timur di SMP Negeri 1 Peureulak pada tanggal 6 Desember 2012 sampai tanggal 22 Desember 2012 lalu berjalan dengan cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dengan semangat para guru yang menjadi peserta kegiatan untuk terus mendalami tentang teknologi informasi sebagai media pembelajaran serta dalam menyatukan persepsi, guna tercapai tujuan pembelajaran yang baik dan bagus.

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur  H Agussalim, SH, MH, tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mewakili dari 40 SMP se Kabupaten Aceh Timur. Dalam sambutannya, H Agussalim, SH, MH, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung pelaksanaan acara tersebut, menurutnya dengan dilaksanakannya MGMP TIK dan BIMPEN ini, setiap guru bisa paham akan pentingnya memahami perkembangan teknologi yang nantinya bisa diaplikasikan dalam proses belajar mengajar sebagai sarana tambahan media pembelajaran.

Selanjutnya Agussalim juga berharap setelah mengikuti acara ini, para guru benar-benar mampu mengsikapi perkembangan teknologi yang semakin pesat dan dunia pendidikan kita khususnya di Kabupaten Aceh Timur melek teknlogi dan tentunya harus mampu bersaing keranah yang lebih tinggi. Untuk itu, ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan MGMP tersebut sehinggan harapan-harapan kita dengan melaksanakan acara ini, dapat terealisasi dengan maksimal.

Disisi lain, ketua panitia Muslim S. Ag, MA diruang kerjanya pasca acara menjelaskan bahwa acara tersebut memang telah dikonsep sedemikian rupa sehingga setiap guru yang menjadi peserta benar-benar paham dari apa yang disampaikan oleh pemateri.

“ Hal ini memang sudah kita rencanakan dari awal, bahwa setiap peserta yang telah hadir tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan saja tanpa hasil apa-apa yang mereka dapat. Dan Alhamdulillah, sampai hari ini dimana acara sudah selesai beberapa hari yang lalu para peserta terlihat lebih mampu menguasai aplikasi tambahan sebagai media pembelajaran dan bahkan ada masih aktif mempelajarinya dengan mengulang-ulang materi, praktek dan konsultasi langsung dengan pemateri. Dan ini membuktikan semangat yang luar biasa dari para peserta pasca kegiatan tersebut”. Jelas Muslim.

Lebih lanjut Muslim mengatakan bahwa pihaknya juga siap jika memang para guru meminta untuk melaksanakan pelatihan khusus tentang media pembelajaran agar para guru dapat lebih memahami cara-cara penggunaannya dan mudah mengaplikasikannya kepada para siswa.

“Sebagai tingkat lanjut, mungkin jika memang para dewan guru bersedia kita akan coba membuat sebuah pelatihan khusus tentang penggunaan aplikasi tambahan media pembelajaran. Karena memang selama yang saya perhatikan, para guru masih sangat awam dengan dunia teknologi khususnya tentang media pembelajaran. []
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
LANGSA | Samudra News – Ratusan siswa SMA se-Kota Langsa mengikuti road show Perpustakaan Nasional Gerakan Nasional Indonesia Membaca di Aula SMKN 2 Langsa, Kamis, 20 Desember 2012.

Road show bertema Membangun Karakter Bangsa Melalui Kebiasaan Membaca tersebut akan berlangsung sehari penuh. Selain siswa juga diikuti oleh mahasiswa di Langsa, guru, masyarakat umum dan sejumlah perwakilan dari SKPK Langsa.

Nara sumber acara tersebut adalah anggota Komisi X DPR RI Muslim, Kepala Pustaka Langsa Iskandar, Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili oleh Sugiyanto. Dalam pemaparan materinya, Muslim menyampaikan jika rata-rata siswa memilih untuk menonton sinetron dibandingkan membaca.

“Bukan tidak boleh menonton, tetapi lebih bagus jika sambil membaca. Karena dengan membaca kita menjadi cerdas, menambah wawasan dan kita harus yakin suatu saat bisa jadi pemimpin, tapi kita harus mempersiapkan diri,” katanya.

Sementara Sugiyanto dalam sambutannya mengatakan, di negara maju membaca sudah menjadu kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Di setiap saat dan berbagai tempat, seperti di kereta api, di bis, di taman, atau di tempat umum lainnya sangat sering ditemui orang yang asyik membaca.

Dari gambaran tersebut katanya sepertinya mereka merasa rugi jika waktunya tidak digunakan secara optimal dan efisien untuk melakukan hal yang bermanfaat.

“Posisi perpustakaan dalam pembangunan semakin tampak jelas, perpustakaan merupakan lembaga yang patut dan perlu dipertimbangkan kesejajarannya terhadap lembaga sekolah sebagai lembaga fungsional pencerdasan kehidupan masyarakat di luar satuan pendidikan,” katanya.

Karena itu katanya, ia mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah serta pemuka masyarakat secara sinergi dan kooperatif bersama-sama terus membiasakan diri berkunjung perpustakaan. Ia juga meminta masyarakat untuk ikut aktif berkampanye gerakan membaca. [ap]
no image
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm

Ketikaku terbangun dari tidurku dan melihat ke arah cermin,
Aq bingung siapa sebenarnya diriku ini.
Bukan terlahir dengan tanpa nama,bukan terlahir tanpa orang tua.
Tetapi aku bingung siapa namaku.

Ketika ada pepatah mengatakan Harimau mati meninggalkan belangnya,Gajah mati meninggalkan Gadingnya Dan ketika aku meninggalkan Dunia ini apa yang sudah aku perbuat untuk Negri ini, agar namaku harum dan di kenang Dunia.
Ku lakukan dan terus kulakukan dan bertindak kuterbangun dari kebodohanku.
ingatlah bahwasanya kita mahkluk Tuhan yang di beri fikiran dan hati yang mulya.
ku ingin bermanfaat kini dan nanti,dengan menjadikan masa lalu sebagai guru yang baik.

Karya : Muhammad Naseb
samudra langsa, Kota Langsa, mahasiswa, unsam, Aceh Timur, aceh Tamiang, intelektual, aktivis, kampus, UNSAM langsa, pers kampus, kuliah, Ukm
IDI | Samudra News – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Timur berkomitmen melaksanakan kegiatan pelestarian adat dan budaya Aceh pada tahun 2013. Hal itu dibahas dalam rapat pengurus MAA Kabupaten dan Kecamatan di kantor MAA Aceh Timur di Idi, Rabu, 19 Desember 2012.

“Tahun depan, kami siap mengelar berbagai kegiatan untuk menjaga kelestarian adat dan budaya Aceh yang merupakan tanggung jawab MAA di daerah ini,” kata Ketua MAA Aceh Timur Tgk Lahmuddin

Menurut Lahmuddin, tahun 2013 MAA akan meningkatkan kegiatan sosialisasi tentang adat dan budaya ke Sekolah Menengah Atas di Aceh Timur. “Kita adakan pegelaran seni budaya Aceh dan sosialisasi generasi berakhlakul karimah. Bersamaan dengan itu juga sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah,” katanya.

Sosialisasi bahaya narkoba, tambah Lahmuddin, telah dilakukan di sejumlahs ekolah pada tahun 2012. “Kita juga berupaya mengembangkan group Rapai Bandar Khalifah di bawah MAA Aceh Timur,” kata Lahmuddin.

“Baru-baru ini, group Rapai Bandar Khalifah berkesempatan mendampingi Ustaz Sholeh Mahmoed (Solmed) dalam acara zikir akbar dan tausiah bersama di Kabupaten Tamiang,” katanya. [ap]